Eposdigi.com – Saat ini banyak petani di Flores Timur sudah mulai banyak membudidayakan tanaman Vanili (Vanilla Planifolia ) jelas merupakan kabar baik. Harga jual yang tinggi jelas menjadi daya tarik yang tidak bisa dipungkiri, menjadi alasan mengapa tanaman vanili hingga saat ini menjadi primadona.
Semakin banyak petani yang memilih vanili sebagai komoditas yang ditanam jelas merupakan kesempatan baik. Artinya peluang untuk mendapatkan buah vanili, entah basah maupun sudah difermentasikan hingga kering, dalam skala ekonomis yang cukup.
Sederhananya bahwa semakin banyak petani yang menanam vanili, semakin besar juga kesempatan untuk mengumpulkan buah vanili dalam jumlah yang banyak. Jumlah yang banyak ini tentu memiliki konsekuensi yang tidak sederhana.
Baca Juga:
Dengan jumlah panen yang banyak, barangkali kita lebih mudah menyusun skala ekonomis tertentu, alih-alih hanya menjual vanili dalam bentuk basah, dalam jumlah tertentu kitab isa memberi nilai tambah bagi berbagai produk turunan vanili.
Hilirisasi seperti ini jelas lebih menguntungkan petani, sebab dengan hilirisasi di tangan para petani sendiri maka keuntungan dari proses memberi nilai tambah ini jelas dirasakan secara langsung oleh para petani sendiri.
Karena itu, butuh kolaborasi sinergis dari petani dan pemerintah agar vanili bukan hanya “harum” bagi tengkulak atau pembeli, namun harumnya vanili Flores Timur, harus dirasakan secara langsung oleh para petaninya.
Baca Juga:
Mengidentifikasi Pasar
Tidak dapat dipungkiri bahwa harga vanili berfluktuasi. Fluktuasi harga vanili tidak hanya ditentukan oleh musim atau faktor alam lainnya. Harga vanili sangat tergantung pada kualitas vanili sendiri.
Mengidentifikasi pasar berarti melakukan riset pasar yang memadai untuk mengetahui standar-standar kualitas yang saat ini dibutuhkan oleh para pembeli.
Selera pasar yang menentukan harga, tergantung oleh banyak factor. Kualitas buah, sertifikasi seperti HACCP (Sertifikasi keamanan pangan), Sertifikasi produk pangan semisal Good Agricultural Practices (GAP) dan Good Manufacturing Practices (GMP), sertifikasi organic, uji laboratorium, sertifikasi bebas mikroba dan standar-standar kualitas terbaik lainnya.
Baca Juga:
Indramayu Hasilkan Susu Ikan Pertama di Indonesia, Flores Timur Kapan?
Ketika standar-standar kualitas ini sudah teridentifikasi maka riset pasar lainnya adalah mendalami tentang kesediaan pasar terhadap produk-produk turunan dari vanili. Bagaimana pasar melihat berbagai produk vanili berupa, bubuk, pasta, ekstrak vanili, mana yang lebih dihargai tinggi.
Jika gambaran mengenai pasar sudah terpetakan dengan jelas maka, langkah selanjutnya adalah menyusun standar operasional untuk memastikan semua proses, di semua lini atau mata rantai komoditas vanili, mentaati standar operasional tersebut agar produk yang dihasilkan bisa terserap oleh pasar.
Yang harus dilakukan oleh Petani.
Kualitas produk bukan sesuatu yang jatuh dari langit begitu saja. Kualitas adalah sebuah proses Panjang yang dilakukan dengan disiplin dan konsistensi tiada akhir. Artinya bahwa, menghasilkan produk yang memenuhi semua standar kualitas pasar hanya bisa diperoleh dari sebuah proses panjang dan konsisten.
Baca Juga:
Koperasi Merah Putih dan Masa Depan Arak Tradisional Flores Timur
Variabel seperti, komposisi tanah, kebutuhan akan jenis dan waktu pemupukan, perawatan lain semisalnya lingkungan tumbuh, pemanenan, pengolahan pasca panen, harus benar-benar dipahami dan dilakukan oleh para petani secara konsisten dan disiplin.
Jika waktu panen ideal adalah 6 – 9 bulan setelah penyerbukan maka jangan sampai petani kita sudah mulai memanen pada usia kurang dari itu. Apalagi jika waktu panen ini mempengaruhi kualitas buah.
Saat panen misalnya, apakah buah dipetik secara selektif untuk memastikan Tingkat kematangan buah, atau dipetik setandan buah begitu saja dengan mengabaikan Tingkat kematangan dan atau ukuran buah.
Baca Juga:
Harga Buah Kelapa Yang Tinggi dan Tantangan Hilirisasi Kelapa Flores Timur
Dan yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana agar para petani bisa mengorganisasi diri. Mengupayakan sebuah wadah bersama teman mereka saling belajar sekaligus menjadi wadah untuk memberi nilai tambah pada produk mereka.
Namun dalam skala Flores Timur, para petani harus didampingi secara serius, maka dibutuhkan:
Peran Pemerintah, dari tingkat desa hingga kabupaten
Sekuat apapun soliditas dalam wadah para petani, pemerintah juga harus benar-benar terlibat untuk memastikan tata niaga buah vanili benar-benar digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat.
Maka peran pemerintah yang pertama adalah mendampingi para petani untuk menyusun prosedur standar mulai dari persiapan lahan pertanian, SOP penanaman dan pemeliharaan, SOP Pemanenan hingga SOP pasca panen dan proses memberi nilai tambah.
Baca Juga:
Kapas di Flores Timur: Berdamai Dengan Kapitalisme Demi Kearifan Lokal?
Berikutnya yang juga tidak kalah penting adalah akses para petani terhadap modal. Entah dalam bentuk kelompok atau perorangan. Akses modal ini sangat penting untuk melindungi para petani dari sistem ijon oleh para tengkulak.
Intervensi pemerintah berikutnya adalah memastikan agar rantai distribusi yang panjang bisa dipotong sedemikian rupa, memperpendek sedekat mungkin jarak antara petani dengan pemakai akhir semata-mata agar para petani mendapatkan harga yang terbaik.
Salah satu cara memotong rantai distribusi ini adalah dengan mengupayakan agar produk vanili dapat mengalami proses produksi selanjutnya untuk menambah nilai produk sebelum dilepas ke pasaran.
Karena itu haru ada unit-unit produksi bersama di tingkat kelompok tani, dengan panduang berbagai SOP tadi untuk menghasilkan produk-produk bernilai tinggi sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pasar.
Baca Juga:
Madagascar bukan hanya terkenal sebagai negara penghasil terbanyak vanili di dunia, mereka juga teruji dalam kualitas buah vanilinya. Salah satu yang membuat mereka mengungguli negara lain dalam produk adalah adanya Standar Nasional yang mereka jadikan panduan.
Dalam konteks Flores Timur, standar seperti ini tentu jelas merupakan sebuah keharusan, untuk mengupayakan dan menjaga kualitas buah vanili agar sesuai dengan selera pasar.
Tulisan ini jelas bukan merupakan petunjuk yang berlaku generic. Seolah-oleh ‘memudahkan’ banyak hal. Sebab bagaimanapun petani vanili di Flores Timur lebih tahu apa yang mereka butuhkan.
Baca Juga:
Dan semoga kebutuhan para petani vanili ini, bisa terbaca dan diterjemahkan sedemikian rupa menjadi kebutuhan bersama : petani dan pemerintah, semata-mata membawa vanili Flores Timur semakin harum di pentas nasional dan dunia.
Foto dari kemenkeu.go.id
Leave a Reply