Membaca Gender Dari Dalam Budaya Lamaholot

Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Pernah dalam sebuah diskusi tentang gender, saya mendengar narasumber menerjemahkan teori-teori gender dari Barat secara lurus untuk diterapkan dalam kehidupan budaya Lamaholot. Saya memiliki pandangan yang sedikit berbeda: Menurut saya, gender memang penting untuk diperjuangkan, tetapi ia tidak harus selalu diterjemahkan dengan cara yang sama pada setiap kebudayaan.  Gender perlu dibaca dan diterjemahkan […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...

Ketika Satu Gading Menjadi Banyak: Belis, Martabat, dan Etika dalam Perkawinan Adonara

Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Jika KODA adalah jiwa yang memberikan makna kepada gading, maka jumlah gading dalam perkawinan adat Adonara tidak dapat dipahami semata-mata sebagai persoalan matematika atau nilai ekonomi. Mengapa seorang perempuan mendapat satu gading, sementara perempuan yang lain dapat dikaitkan dengan dua, tiga, atau bahkan lebih? Jawabannya tidak sesederhana “karena harga perempuan berbeda”. Akan tetapi jumlah […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...

Bala di Bala, KODA di Bala: Ketika Kata Menjadi Gading

Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Dalam kehidupan adat masyarakat Adonara terdapat sebuah ungkapan yang sederhana, tetapi memiliki makna yang sangat dalam: “Bala di bala, KODA di bala.” Ungkapan ini secara harfiah menempatkan bala dan KODA dalam hubungan yang sangat erat. Bala berarti gading, sedangkan KODA adalah kata, ucapan, kesepakatan, atau janji yang telah diikrarkan dalam hubungan adat.  Karena […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...

Apakah KODA Itu Ideologi, Falsafah Hidup, atau Sistem Pengetahuan Lokal?

Sebarkan Artikel Ini:

Epasdigi.com – Saya sempat mengikuti perdebatan menarik tentang apakah Pancasila itu ideologi atau bukan antara Rocky Gerung dengan beberapa analis di salah satu TV nasional. Perdebatan itu membuat saya bertanya: kalau begitu, bagaimana dengan KODA dalam kehidupan orang Adonara dan Lamaholot? Selama ini kita sering mengatakan: “Moripet di toon KODA, matanet di toon KODA.” Kalimat ini […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...

Merevitalisasi DEKET: Dari Medan Perang Menuju Medan Pengabdian

Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Ada warisan leluhur yang tidak selalu hadir dalam bentuk benda. Ia tidak berupa rumah adat, kain, senjata, atau artefak yang dapat disimpan di museum. Ia hidup dalam cara berpikir, cara bersikap, cara memandang kehidupan, dan terutama dalam keberanian manusia menghadapi zamannya. Bagi orang Adonara, salah satu warisan nilai itu adalah DEKET. DEKET bukan […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...

Kejahatan, Penderitaan, dan KODA: Sebuah Perspektif Filsafat Lamaholot

Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Dalam diskusi filsafat sering muncul pertanyaan klasik: “Jika Tuhan Maha Baik dan Maha Kuasa, mengapa kejahatan dan penderitaan masih ada?” Pertanyaan ini telah menjadi bahan perdebatan sejak zaman para filsuf Yunani hingga para pemikir modern. Filsafat Lamaholot menawarkan sudut pandang yang berbeda. Dasar kehidupan bukan pertama-tama dimulai dari persoalan Tuhan, melainkan dari KODA—sabda, […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...

KODA: “Menjaga Alam adalah Menghormati Rera Wulan Tana Ekan”

Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Dalam pandangan hidup orang Lamaholot, alam bukan sekadar tempat berpijak. Alam bukan sekadar sumber ekonomi. Alam juga bukan sekadar warisan leluhur. “Alam adalah bagian dari KODA.” Gunung dan hutan, laut, mata air, pepohonan, rumput, bahkan benda mati, batu, kerikil, apapun yang berada di lingkungan sekitar kita memiliki medan energi ‘ruh’ yang saling mempengaruhi, […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...

Ketika Dongeng Digantikan Layar : Menjaga Koda Anak di Era Digital

Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Pagi hari di banyak rumah hari ini dimulai dengan cahaya layar. Anak bangun tidur, yang pertama dicari adalah telepon genggam. Malam hari tidak lagi ditutup dengan dongeng atau percakapan hangat, tetapi dengan video pendek yang tak pernah selesai digulir. Kita sedang menyaksikan pergeseran sunyi: rumah perlahan kehilangan fungsinya sebagai ruang pendidikan utama. Peran […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...

Krisis Moderen : Ketika Runtuhnya Pagar Koda

Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Modernitas membawa kemajuan, tetapi juga menyisakan luka kultural yang dalam. Salah satu luka paling mendasar adalah runtuhnya pagar koda (sabda). Ketika sabda tidak lagi diperlakukan sebagai penjaga kehidupan, melainkan sekadar alat komunikasi, maka identitas manusia mengalami pengosongan makna. Dalam masyarakat Lamaholot, Koda: sabda berfungsi sebagai pagar yang menjaga isi kehidupan: martabat, relasi, dan […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...

Koda Sebagai Identitas Budaya dan Simbol Kehormatan

Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Bagi masyarakat Adonara, KODA tidak hanya sekadar bahasa atau ucapan, tetapi juga penanda identitas. Melalui koda, orang Adonara memperkenalkan diri, menyampaikan sejarah asal-usul, dan mempertegas keanggotaan dalam suatu marga dan / atau lewo.  KODA sebagai Identitas Kolektif Identitas kolektif ini dipelihara melalui kisah-kisah asal mula (asa usu) yang diturunkan dari generasi ke generasi. […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...