Ketika Dongeng Digantikan Layar : Menjaga Koda Anak di Era Digital

Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Pagi hari di banyak rumah hari ini dimulai dengan cahaya layar. Anak bangun tidur, yang pertama dicari adalah telepon genggam. Malam hari tidak lagi ditutup dengan dongeng atau percakapan hangat, tetapi dengan video pendek yang tak pernah selesai digulir. Kita sedang menyaksikan pergeseran sunyi: rumah perlahan kehilangan fungsinya sebagai ruang pendidikan utama. Peran […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...

Krisis Moderen : Ketika Runtuhnya Pagar Koda

Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Modernitas membawa kemajuan, tetapi juga menyisakan luka kultural yang dalam. Salah satu luka paling mendasar adalah runtuhnya pagar koda (sabda). Ketika sabda tidak lagi diperlakukan sebagai penjaga kehidupan, melainkan sekadar alat komunikasi, maka identitas manusia mengalami pengosongan makna. Dalam masyarakat Lamaholot, Koda: sabda berfungsi sebagai pagar yang menjaga isi kehidupan: martabat, relasi, dan […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...

Koda Sebagai Identitas Budaya dan Simbol Kehormatan

Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Bagi masyarakat Adonara, KODA tidak hanya sekadar bahasa atau ucapan, tetapi juga penanda identitas. Melalui koda, orang Adonara memperkenalkan diri, menyampaikan sejarah asal-usul, dan mempertegas keanggotaan dalam suatu marga dan / atau lewo.  KODA sebagai Identitas Kolektif Identitas kolektif ini dipelihara melalui kisah-kisah asal mula (asa usu) yang diturunkan dari generasi ke generasi. […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...

Etika Koda Dalam Budaya Adonara: Telaah Aksiologis terhadap Ungkapan “Moripet di Noon Koda, Matanet di Noon Koda”

Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Filsafat tidak hanya lahir dari refleksi rasional universal, tetapi juga dari pengalaman hidup dan nilai-nilai yang tumbuh dalam kebudayaan lokal. Salah satu warisan etika budaya yang kaya dan belum banyak digali secara akademik adalah tradisi lisan masyarakat Adonara, sebuah daerah di Nusa Tenggara Timur, Indonesia.  Ungkapan “Moripet di noon koda, matanet di noon […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...

Ibu dan Tanah: Hermeneutika Fenomenologi Atas Makna Konflik Dalam Budaya Adonara

Sebarkan Artikel Ini:

Pendahuluan Eposdigi.com – Adonara, sebuah pulau kecil di timur Indonesia, kerap disebut dalam tulisan kolonial sebagai tempat yang diliputi kekerasan dan pertumpahan darah. Ernst Vatter, dalam karyanya Ata Kiwan (1932), bahkan menyematkan julukan “pulau pembunuh” kepada Adonara.  Sebutan ini mengakar dalam cara pandang luar terhadap masyarakat adat yang memiliki dinamika konflik-komunal sebagai bagian dari siklus […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...

Mengenang Kakak Frans Lebu Raya – Gubernur NTT Periode 2008 – 2013 dan 2013 – 2018

Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Izinkan saya menyapa mantan Gubernur NTT Bapak Frans Lebu Raya dengan sapaan kakak karena ini sapaan akrab yang saya gunakan dalam situasi kekeluargaan selama ini. Saya mengenal Kakak Frans sejak saya masih kecil – masih duduk di bangku SD. Saat  itu kakak saya Yulius Bebe Tura almahrum dan beberapa  sebayanya bergabung dalam kelompok […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...

Menyanggah Pemikiran Melawan Takhyul_6 Daniel Ama Nuen

Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com- Postingan yang di publish oleh Daniel Ama Nuen lewat  #melawan takhyul-6, sungguh memiliki paradoks. Daniel Ama Nuen mengakui bahwa ada pamali, ada yang sakral, ada kekuatan Yang Maha Dashyat dari Rera Wulan Tanah Ekan dan dia percaya bahwa “Matanet di koda moripet di koda.” Akan tetapi kepercayaan Daniel Ama Nuen ditentang sendiri olehnya dengan kalimat-kalimat […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...

Gelekat Sebagai Panggilan Hidup

Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Gelekat tentu menjadi kata yang sangat familiar bagi sebagian besar masyarakat Lamaholot. Terutama bagi masyarakat Adonara. Filosofi gelekat merupakan nilai kearifan warisan leluhur yang dijunjung tinggi masyarakat Lamaholot, tak terkecuali masyarakat Adonara. Jiwa gelekat sudah mendarah daging bahkan bisa beradaptasi sedemikian rupa dengan berbagai kemajuan global saat ini. Filosofi geleket tetap bertahan bukan […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...

Desa Berkearifan Adat: Menuju 3 Batu Tungku yang Saling Menggenapi (Penutup)

Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Adat dan Agama. Nilai-nilai yang bersumber dari kehidupan lewo dan dunia adat istiadat sebagaimana digambarkan di atas tentu tidak banyak berbeda dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh agama-agama modern. Agama Katolik, misalnya, mengajarkan cinta dan solidaritas sebagaimana yang diajarkan oleh adat istiadat kita. Demikian pula ajaran iman pada yang Maha Kuasa. Agama Islam pun demikian. […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...

Desa Berkearifan Adat: Menuju 3 Batu Tungku yang Saling Menggenapi (Bagian Pertama)*

Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Lewo sebagai bentuk kesatuan masyarakat hukum pra desa, dengan beberapa varian bentuk dan nama, mempunyai akar yang jauh terbenam dalam sejarah. Tidak banyak alternatif metodologi untuk menggali dan mengenali akar keberadaan lewo ini di tengah keterbatasan referensi sekunder tertulis, kecuali tafsir terhadap berbagai tutur dan cerita yang diwariskan. Pilihan metodologi seperti ini tentu […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...