Merevitalisasi DEKET: Dari Medan Perang Menuju Medan Pengabdian

Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Ada warisan leluhur yang tidak selalu hadir dalam bentuk benda. Ia tidak berupa rumah adat, kain, senjata, atau artefak yang dapat disimpan di museum. Ia hidup dalam cara berpikir, cara bersikap, cara memandang kehidupan, dan terutama dalam keberanian manusia menghadapi zamannya. Bagi orang Adonara, salah satu warisan nilai itu adalah DEKET. DEKET bukan […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...

Kejahatan, Penderitaan, dan KODA: Sebuah Perspektif Filsafat Lamaholot

Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Dalam diskusi filsafat sering muncul pertanyaan klasik: “Jika Tuhan Maha Baik dan Maha Kuasa, mengapa kejahatan dan penderitaan masih ada?” Pertanyaan ini telah menjadi bahan perdebatan sejak zaman para filsuf Yunani hingga para pemikir modern. Filsafat Lamaholot menawarkan sudut pandang yang berbeda. Dasar kehidupan bukan pertama-tama dimulai dari persoalan Tuhan, melainkan dari KODA—sabda, […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...

Bagian V: Doren – Simpul Besar Persaudaraan Wailolong : Semakin luas persaudaraan, semakin besar pula tanggung jawab untuk merawatnya

Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Di dalam peta perkawinan adat Wailolong, Doren menempati posisi yang sangat istimewa. Ia menjadi salah satu Lango Belen yang memiliki hubungan persaudaraan paling luas. Dari sinilah kita melihat bahwa leluhur tidak hanya membangun hubungan perkawinan, tetapi juga merancang sebuah jaringan persaudaraan yang saling menguatkan. Doren adalah simpul besar yang menghubungkan banyak jalur persaudaraan […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...

Bagian IV: Rumpun Ritan – Penjaga Keseimbangan Persaudaraan

Sebarkan Artikel Ini:

Tulisan Ini Menjadi Bagian dari Seri Tulisan : Membaca “Kode Rahasia” Peta Perkawinan Adat 13 Lango Belen di Wailolong Eposdigi.com – “Kalau Daton adalah akar, Hurint adalah mata air, dan Waton adalah jembatan, maka Ritan adalah penjaga keseimbangan agar seluruh jaringan persaudaraan tetap utuh.” Sekilas, hubungan perkawinan Ritan mungkin tampak lebih sederhana. Namun apabila dibaca dengan […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...

Bagian II: Rumpun Hurint – Simpul Kehidupan yang Menyatukan Banyak Lango Belen

Sebarkan Artikel Ini:

Tulisan Ini Menjadi Bagian dari Seri Tulisan : Membaca “Kode Rahasia” Peta Perkawinan Adat 13 Lango Belen di Wailolong Eposdigi.com – Kalau Daton adalah akar yang menancap kuat pada tanah leluhur, maka Hurint adalah jalan yang membuat akar itu terus bertumbuh dan menjalar ke mana-mana.” Setelah mengenal rumpun Daton pada bagian pertama, kini kita memasuki salah […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...

Membaca “Kode Rahasia” Peta Perkawinan Adat 13 Lango Belen di Desa Wailolong, Ile Mandiri

Sebarkan Artikel Ini:

Bagian I: Ketika Leluhur Menjadikan Perkawinan Sebagai Jembatan Persaudaraan. “Kita bisa ambil perempuan dari suku ini, tetapi kita kasih perempuan ke suku itu.” Eposdigi.com – Kalimat itu mungkin sudah puluhan bahkan ratusan kali kita dengar dari orang tua, kakek, nenek, atau para tetua adat di Wailolong. Bagi sebagian orang, kalimat itu mungkin terdengar biasa saja. […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...

Bara di Garis Batas, Jalan Pulang Menuju Damai : “Tanah diwariskan untuk menghidupi kehidupan, bukan untuk mematikan persaudaraan”

Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Membaca dan menyaksikan kembali duka yang menyelimuti tanah Flores Timur, hati ini terasa sesak. Ketika darah kembali menetes dan nyawa melayang, sesungguhnya tidak ada pihak yang benar-benar menang.  Yang tersisa hanyalah rumah-rumah yang kehilangan tawa, ibu-ibu yang kehilangan anak, anak-anak yang kehilangan ayah, serta luka yang akan dikenang lintas generasi. Sudah saatnya kita […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...

Wua Malu: Ketika Sirih Pinang Menjadi Bahasa yang Lebih Tua dari Kata-kata

Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Di Lamaholot, wua malu bukan sekadar sirih dan pinang. Ia adalah bahasa adat yang tidak diucapkan dengan mulut, tetapi disampaikan dengan tangan, hati, dan penghormatan. Sebelum tamu dipersilahkan duduk, sebelum percakapan dimulai, bahkan sebelum keputusan adat diambil, wua malu lebih dahulu berbicara. Ia hadir dalam penyambutan tamu, perjumpaan keluarga, ritus di korke (rumah […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...

Prinsipnya Benar Tapi “Salah”: Membaca Labirin Takdir dan Paradoks Cinta dalam Adat Lamaholot

Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Bagi Masyarakat Lamaholot, perkawinan adat bukan sekadar penyatuan dua insan yang saling mencintai. Ia merupakan sebuah arsitektur peradaban yang dibangun dengan kecermatan dan kebijaksanaan luar biasa.  Leluhur merancang keseimbangan hubungan antar klan (lango belen / rumah besar) melalui tatanan timbal balik antara “Blake” (pemberi perempuan) dan “Opu” (penerima perempuan).  Di balik tatanan itu […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...

Koten Kelen Hurit Maran : Konstitusi Sosial dan Penjaga Keseimbangan Kosmos Lamaholot

Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Mengapa dalam ritual adat Lamaholot, harus hewan hidup yang dipersembahkan? Mengapa tubuhnya harus dibaringkan terlentang, dengan dada menghadap langit? Mengapa darahnya dioleskan pada pintu rumah, tiang rumah adat, atau empat penjuru kebun? Dan…Mengapa dalam setiap ritual harus ada Koten, Kelen, Hurit, dan Maran? Apakah semua itu sekadar tradisi nenek moyang? Ataukah ada pesan […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...