Apakah Koda Bisa Ditulis Dalam Bentuk Buku?

Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Di tempat saya berasal, di Adonara, ada hal-hal yang tidak diwariskan melalui buku. Sejarah tidak selalu ditulis di atas kertas. Nama-nama leluhur, asal-usul sebuah suku, kisah sebuah tanah, pesan-pesan para tetua, bahkan doa-doa adat-sebagian besar diwariskan melalui tutur. Dari mulut ke telinga. Dari orang tua kepada anak. Dari tetua kepada mereka yang dianggap […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...

Triadik Kepemimpinan Lewo: Membaca Kembali Keteraturan Hidup Orang Adonara – Sebuah Konsep Awal Desa Adat / Lewo

Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Apakah Rera Wulan Alapen, Lewotana Alapen dan Mehene Lewo sesungguhnya merupakan tiga unsur dalam satu sistem kepemimpinan Lewo? Saya sedang mencoba memahami kembali sesuatu yang sebenarnya sudah lama hidup dalam masyarakat Adonara, tetapi mungkin belum banyak kita rumuskan secara konseptual. Dalam setiap Lewo, kita mengenal adanya Lewotana Alapen, Rera Wulan Alapen dan Mehene […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...

Membaca Gender Dari Dalam Budaya Lamaholot

Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Pernah dalam sebuah diskusi tentang gender, saya mendengar narasumber menerjemahkan teori-teori gender dari Barat secara lurus untuk diterapkan dalam kehidupan budaya Lamaholot. Saya memiliki pandangan yang sedikit berbeda: Menurut saya, gender memang penting untuk diperjuangkan, tetapi ia tidak harus selalu diterjemahkan dengan cara yang sama pada setiap kebudayaan.  Gender perlu dibaca dan diterjemahkan […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...

Ketika Satu Gading Menjadi Banyak: Belis, Martabat, dan Etika dalam Perkawinan Adonara

Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Jika KODA adalah jiwa yang memberikan makna kepada gading, maka jumlah gading dalam perkawinan adat Adonara tidak dapat dipahami semata-mata sebagai persoalan matematika atau nilai ekonomi. Mengapa seorang perempuan mendapat satu gading, sementara perempuan yang lain dapat dikaitkan dengan dua, tiga, atau bahkan lebih? Jawabannya tidak sesederhana “karena harga perempuan berbeda”. Akan tetapi jumlah […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...

Bala di Bala, KODA di Bala: Ketika Kata Menjadi Gading

Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Dalam kehidupan adat masyarakat Adonara terdapat sebuah ungkapan yang sederhana, tetapi memiliki makna yang sangat dalam: “Bala di bala, KODA di bala.” Ungkapan ini secara harfiah menempatkan bala dan KODA dalam hubungan yang sangat erat. Bala berarti gading, sedangkan KODA adalah kata, ucapan, kesepakatan, atau janji yang telah diikrarkan dalam hubungan adat.  Karena […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...

Apakah KODA Itu Ideologi, Falsafah Hidup, atau Sistem Pengetahuan Lokal?

Sebarkan Artikel Ini:

Epasdigi.com – Saya sempat mengikuti perdebatan menarik tentang apakah Pancasila itu ideologi atau bukan antara Rocky Gerung dengan beberapa analis di salah satu TV nasional. Perdebatan itu membuat saya bertanya: kalau begitu, bagaimana dengan KODA dalam kehidupan orang Adonara dan Lamaholot? Selama ini kita sering mengatakan: “Moripet di toon KODA, matanet di toon KODA.” Kalimat ini […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...

Merevitalisasi DEKET: Dari Medan Perang Menuju Medan Pengabdian

Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Ada warisan leluhur yang tidak selalu hadir dalam bentuk benda. Ia tidak berupa rumah adat, kain, senjata, atau artefak yang dapat disimpan di museum. Ia hidup dalam cara berpikir, cara bersikap, cara memandang kehidupan, dan terutama dalam keberanian manusia menghadapi zamannya. Bagi orang Adonara, salah satu warisan nilai itu adalah DEKET. DEKET bukan […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...

Kejahatan, Penderitaan, dan KODA: Sebuah Perspektif Filsafat Lamaholot

Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Dalam diskusi filsafat sering muncul pertanyaan klasik: “Jika Tuhan Maha Baik dan Maha Kuasa, mengapa kejahatan dan penderitaan masih ada?” Pertanyaan ini telah menjadi bahan perdebatan sejak zaman para filsuf Yunani hingga para pemikir modern. Filsafat Lamaholot menawarkan sudut pandang yang berbeda. Dasar kehidupan bukan pertama-tama dimulai dari persoalan Tuhan, melainkan dari KODA—sabda, […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...

Bagian V: Doren – Simpul Besar Persaudaraan Wailolong : Semakin luas persaudaraan, semakin besar pula tanggung jawab untuk merawatnya

Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Di dalam peta perkawinan adat Wailolong, Doren menempati posisi yang sangat istimewa. Ia menjadi salah satu Lango Belen yang memiliki hubungan persaudaraan paling luas. Dari sinilah kita melihat bahwa leluhur tidak hanya membangun hubungan perkawinan, tetapi juga merancang sebuah jaringan persaudaraan yang saling menguatkan. Doren adalah simpul besar yang menghubungkan banyak jalur persaudaraan […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...

Bagian IV: Rumpun Ritan – Penjaga Keseimbangan Persaudaraan

Sebarkan Artikel Ini:

Tulisan Ini Menjadi Bagian dari Seri Tulisan : Membaca “Kode Rahasia” Peta Perkawinan Adat 13 Lango Belen di Wailolong Eposdigi.com – “Kalau Daton adalah akar, Hurint adalah mata air, dan Waton adalah jembatan, maka Ritan adalah penjaga keseimbangan agar seluruh jaringan persaudaraan tetap utuh.” Sekilas, hubungan perkawinan Ritan mungkin tampak lebih sederhana. Namun apabila dibaca dengan […]

Sebarkan Artikel Ini:
Baca Lebih Lanjut...