Indramayu Hasilkan Susu Ikan Pertama di Indonesia, Flores Timur Kapan?

Ketahanan Pangan
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Kita semua familiar dengan susu sapi. Ya, susu sapi diperah dari sapi. Susu kambing, diperah dari kambing. Susu Beruang itu nama merek dagang, tapi isinya susu sapi. Kalau susu soya, dari kacang kedelai.

Bagaimana dengan susu ikan? Apakah susu ikan ini adalah salah satu merek dagang, namun isinya tetap susu sapi? Atau?

Susu ikan buatan Indramayu ini merupakan karya original anak bangsa. Barangkali juga merupakan yang pertama di Dunia. Ketika bertanya kepada ‘mbah google’ tentang negara pertama di dunia yang memproduksi susu ikan, tidak saya temukan jawaban.

Bisa jadi itu berarti, produk dari Indramayu ini, bukan hanya pertama di Indonesia, namun juga pertama di dunia.

Susu ikan asal Indramayu ini, seperti diwartakan kompas.com (15/08/2023) merupakan hasil kerjasama antara Koperasi Nelayan Mina Bahari dari Indramayu dengan PT Berikan Teknologi Indonesia.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pada acara peluncuran produk tersebut mengungkapkan bahwa produk ini merupakan karya original anak bangsa. Apa sebab?

Baca Juga:

Gizi Buruk di NTT itu Ibarat “Tikus Mati di Lumbung Padi”

“Susu ikan ini adalah 100 persen produk asli Indonesia,….Inovasi teknologi buatan sendiri,hingga riset dan penelitian sudah dilakukan sendiri,” kata Teten seperti dikutip oleh groupieluv.com dan kompas.com (15/08/2023).

Tidak hanya itu, menurut Teten, produk Susu ikan ini merupakan bukti bahwa Indonesia mampu melakukan hilirisasi produk. Mulai dari bahan baku, riset dan penelitian serta inovasi teknologinya hingga melahirkan produk ini semuanya merupakan karya asli anak bangsa sendiri.

Susu ikan ini diharapkan bisa menjadi salah satu alternatif sumber protein masyarakat Indonesia. Pada saat yang sama, Susu Ikan ini diharapkan dapat mensubstitusi produk susu sapi yang sebagian besarnya merupakan produk impor.

Apalagi seperti disampaikan oleh CEO Berikan Protein Initiative Maqbulatim Nuha bahwa susu ikan ini lebih baik dari pada susu sapi, sebab susu ikan mengandung EPA, DHA dan Omega 3 yang tidak dimiliki oleh susu sapi.

“Jadi satu gelas susu ikan setara dengan dua gelas susu sapi dan itu sudah kita uji. Kita semangatnya adalah bagaimana susu yang ada itu mempunyai nilai protein yang lebih tinggi,” terang Maqbulatim (jabar.inews.id,15/08/2023)

Baca Juga:

Menjadikan Kelor Ikon NTT Seperti Ginseng di Korea

Produk Susu Ikan dari Indramayu ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia untuk melakukan hilirisasi produk perikanan di daerahnya.

Proses hingga terciptanya produk susu ikan ini ternyata sudah mulai dilakukan sejak tahun 2016 silam.  Inisiatif produksi hidrolisat protein ikan pada pada peringatan Hari Ikan Nasional tahun 2016. Namun proses desigen engineeringnya baru di mulai tahun 2020 lalu di Bekasi.

Pada tahun yang sama, dilakukan proses instalasi mesin dan peralatan produksi lainnya di Indramayu. Kemudian pada tahun 2021 PT Berikan Teknologi Indonesia menjalin mitra dengan Koperasi Nelayan Mina Bahari sebagai pemasok bahan baku dengan meluncurkan Gerakan Merdeka Protein.

Pada tahun 2023 ini mesin dan peralatan yang sudah siap, baru mulai berproduksi setelah mendapatkan Sertifikat Kelayakan Produksi (SKP) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Susu ikan ini merupakan hasil dari proses hidrolisat protein ikan, yang merupakan teknologi pengolahan ikan utuh menjadi asam amino berbentuk powder. Susu ikan Indramayu ini memiliki tiga varian rasa yaitu vanila, stroberi dan coklat.

Baca Juga:

Mengkonsumsi 9 Jenis Makanan Ini Bisa Tingkatkan Kecerdasan Otak Anak

Bupati Indramayu Nina Agustina bersyukur bahwa kehadiran produk Susu Ikan ini merupakan keuntungan besar bagi kabupaten Indramayu yang dipimpinnya.

Sebagai penghasil ikan terbanyak di Jawa Barat, produk susu ikan tentu merupakan karya inovatif hilirisasi produk perikanan sehingga dapat menyerap hasil perikanan di Indramayu sebagai bahan baku.

Pada saat yang sama, kata Nina Agustina, Susu Ikan ini bisa menjadi alternatif sumber protein masyarakat untuk mengurangi angka prevalensi stunting di kabupaten pesisir utara tersebut Jawa Barat tersebut.

Bagaimana dengan Kabupaten Flores Timur dan NTT pada umumnya? Padahal NTT masuk sebagai lima besar provinsi penghasil Ikan terbanyak di Indonesia. Dan Jawa Barat tidak termasuk dalam 10 besar provinsi penghasil ikan di Indonesia menurut kompas.com (25/04/2022).

Karena itu, kapan kita bisa menciptakan inovasi pengolahan ikan di NTT? Minimal kapan kita bisa mengadopsi teknologi di Indramayu ini untuk menghasilkan produk Susu Ikan dari NTT?

Foto: tribunnews.com

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of