Eposdigi.com – Secara global, Singapura diakui sebagai sebagai negara yang mampu mengelola pendidikannya, sehingga menjadi negara yang memiliki sistem pendidikan dengan kualitas terbaik. Di Asia, kualitas pendidikan negara ini bersaing ketat dengan China, Jepang, dan Korea Selatan.
Di dunia, kualitas pendidikan negara ini mulai mendekati negara-negara dengan mutu pendidikan terbaik seperti, Finlandia, Jerman, Inggris, dan Amerika Serikat, baik di jenjang pendidikan dasar dan menengah maupun di jenjang pendidikan tinggi. Ini terlihat dari beberapa capaian berikut.
Baca Juga:
Di level pendidikan dasar dan menengah, Singapura menempati peringkat teratas secara global dalam program penilaian siswa internasional (PISA) tahun 2022 dengan skor tertinggi di bidang membaca, matematika, dan sains. Posisi terbaru ini bahkan menggeser posisi China yang pada pengukuran sebelumnya menempati posisi pertama.
Di level pendidikan tinggi, Universitas di Singapura terus mencatat kemajuan terlihat dari peringkat yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga peringkat global seperti Times Higher Education World University Ranking (THE WUR) dan Quacquarelli Symonds World University Ranking (QS WUR).
Dalam peringkat terakhir yang dikeluarkan oleh dua lembaga pemeringkat ini, peringkat dua universitas Singapura yakni National University of Singapore dan dan Nanyang Technological University terus membaik.
Baca Juga:
Bagaimana Guru Matematika Singapura, Sukses Mengajar Mata Pelajaran Matematika?
Pada daftar peringkat yang dikeluarkan oleh THE WUR misalnya, National University of Singapore masuk top 17 kampus terbaik di dunia. Sedangkan Nanyang Technological University menempati peringkat 30 kampus terbaik dunia.
Sedangkan pada peringkat yang dikeluarkan oleh QS WUR misalnya, National University of Singapore menempati peringkat ke-8 kampus terbaik di dunia dan Nanyang Technological University menempati peringkat ke-12 kampus terbaik di dunia.
Capaian ini tentu saja merupakan hasil kerja keras pemerintah Singapura setahap demi setahap membangun sistem pendidikannya, setelah pada tahun awal Singapura merdeka, sempat mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan tenaga kerja bermutu untuk membangun negaranya.
Baca Juga:
Inisiatif Reformasi Pendidikan Singapura Sudah Mulai Menghasilkan Perubahan?
Dengan keterbatasan sumber daya alam, pemerintah Singapura kala itu, menyadari betapa pentingnya pengembangan kompetensi manusianya melalui upaya mengembangkan sistem pendidikan yang efisien dan efektif. Pertanyaannya, secara teknis apa yang dilakukan oleh pemerintah SSingapura dalam pengembangan sistem pendidikan tersebut?
Lima Faktor Penentu Kemajuan Pendidikan
Bagian ini saya kembangkan dari tulisan Fahri Zulfikar pada laman detikEdu dan diperkaya oleh bacaan dari hasil penelitian Ahmad Matinul Haq, dan Muhamad Sholeh dari Universitas Negeri Surabaya. Dari bacaan tersebut menurut saya ada lima faktor penentu kemajuan pendidikan Singapura sebagai berikut:
Baca Juga:
Meritokrasi Birokrasi Pendidikan
Birokrasi pendidikan di Singapura seperti birokrasi pada umumnya di sana, dibentuk melalui sistem meritokrasi di mana tanggung jawab mengelola sistem pendidikan diberikan kepada birokrat yang mempunyai kemampuan, kinerja, dan prestasi.
Pada sistem meritokrasi, penempatan orang dalam birokrasi pendidikan adalah berdasarkan kualifikasi mereka. Di sana ada penghargaan atas prestasi yang dicapai, dan setiap orang yang masuk dalam sistem memiliki peluang yang setara.
Tujuannya adalah menciptakan kesetaraan kesempatan, mendorong lingkungan kerja yang adil, serta peningkatan efisiensi untuk mencapai kualitas pelayanan yang prima. Pada umumnya pejabat birokrasi pendidikan adalah orang yang profesional, tumbuh dari bawah, dan bukan orang titipan dari partai politik.
Baca Juga:
10 Universitas Swasta Terbaik di Indonesia Tahun 2025, Menurut Lembaga Peringkat QS WUR
Oleh karena itu para pejabat birokrasi pendidikan adalah orang-orang yang ahli, yang menguasai sejarah kebijakan pendidikan, dan berintegritas. Maka kebijakan mereka kemudian adalah kebijakan yang strategis dan berkelanjutan.
Di Singapura, sistem meritokrasi telah menjadi budaya karena sistem ini telah dikembangkan dan berlaku sejak di pendidikan dasar. Dalam proses belajar mengajar mulai dari pendidikan dasar, menengah hingga pendidikan tinggi, sudah berlaku sistem meritokrasi tersebut.
Kebijakan Pendidikan yang Berkelanjutan
Kebijakan pendidikan di Singapura adalah kebijakan yang berkesinambungan, karena komitmen yang kuat dari para penggerak birokrasi pendidikan pada tujuan pendidikan yang mengacu pada tujuan bangsa dan negara.
Baca Juga:
Negara-negara Ini Adaptasi AI Warga Negaranya Paling Cepat. Indonesia Bagaimana?
Ini adalah salah satu buah dari sistem meritokrasi. Menteri Pendidikan selalu berasal dari kalangan profesional yang kebijakannya berkesinambungan dengan kebijakan pejabat sebelumnya. Oleh karena itu, jarang terjadi bongkar pasang kebijakan pendidikan yang membuat kalangan pendidik bekerja dari nol kembali.
Yang selalu terjadi, meskipun ada pergantian menteri pendidikan, namun kebijakannya selalu berkesinambungan dengan kebijakan pejabat sebelumnya. Dengan demikian ada penyesuaian-penyesuaian kecil yang bertujuan memaksimalkan pelayanan pendidikan, dan efisiensi dalam pencapaian tujuan pendidikan.
Negara memberi otonomi pada guru dan sangat memperhatikan guru
Sistem pendidikan di Singapura menempatkan guru dalam posisi yang sangat sentral dari semua upaya pengembangan sistem pendidikan. Ini terlihat sejak dari proses seleksi gurunya. Guru yang terpilih adalah guru yang kompeten dan terpanggil menjadi guru.
Baca Juga:
Zona Ekonomi Khusus Negeri Jiran ini Buka Peluang 5.000-an Proyek
Meskipun yang menjadi guru adalah mereka yang kompeten dan terpanggil menjadi guru, namun pelatihan-pelatihan tetap diberikan melalui sistem pelatihan yang berjenjang. Setiap tahun seorang guru berhak atas pelatihan 100 jam sesuai dengan kebutuhan.
Guru dilatih memiliki kepemimpinan yang berkembang karena perkembangan situasi seringkali tidak pasti. Oleh karena itu, sekolah dan guru diberi otonomi dan fleksibilitas dalam mengambil keputusan pendidikan. Sehingga guru diharapkan mampu beradaptasi dengan semua perubahan yang terjadi.
Karena peran penting ini, pemerintah Singapura sangat mengapresiasi peran guru di antaranya dengan memberi insentif yang sangat sepadan bagi guru. Guru baru biasanya memperoleh gaji sebesar 35 juta rupiah. Sedangkan di Singapura, gaji tertinggi bisa mencapai 84 juta rupiah.
Baca Juga:
Upaya Jepang Keluar dari Krisis Populasi, Pemerintah Berlakukan 4 Hari Kerja dalam Seminggu bagi PNS
Dukungan orang tua dalam sistem pendidikan Singapura
Dalam sistem pendidikan di Singapura, peran orang tua sangat didorong untuk aktif terlibat dalam proses pendidikan anak meliputi mendukung proses belajar anak di rumah. Selain itu orang tua diharapkan berpartisipasi dalam kegiatan sekolah melalui asosiasi orang tua dan guru.
Di samping itu, melalui berbagai platform orang tua dapat berkomunikasi dengan guru untuk memantau perkembangan anak di sekolah. Keterlibatan orang tua ini diharapkan berkontribusi pada terciptanya lingkungan pendidikan yang positif dan kompetitif yang menjadi ciri khas pendidikan di Singapura.
Karena pentingnya dukungan orang tua ini, Kementrian Pendidikan Singapura menyusun pedoman Pendidikan Singapura tentang bagaimana orang tua dan sekolah dapat bekerja sama untuk pendidikan anak dalam 9 langkah.
Baca Juga:
Rata-Rata IQ Orang Indonesia Berada di Peringkat 129 Dunia, Di ASEAN Paling Rendah, Ini Penyebabnya
Pedoman ini memberi arah tentang bagaimana orang tua dan sekolah membantu anak membentuk keterampilan manajemen diri, membangun tanggung jawab, serta mengembangkan rasa memiliki atas proses pendidikan anak di sekolah.
Kurikulum yang berkesinambungan dan penanganan anak berbakat
Kurikulum yang sekarang berlaku di Singapura adalah kurikulum yang disusun dengan pondasi awal dari kurikulum peninggalan kolonial, dan berkesinambungan hingga sekarang.
Oleh karena itu, hingga sekarang masih mempertahankan struktur pendidikan yang terstandarisasi, penekanan pada pembentukan karakter, penguasaan Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, Bahasa Melayu dan Bahasa Tamil.
Selain itu, kurikulum Singapura kini juga sangat fokus pada sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM). Di samping itu, sejak dari awal merdeka, penanganan anak berbakat menjadi kebijakan yang masih bertahan hingga sekarang.
Baca Juga:
Pendekatan ini memunculkan sistem beasiswa nasional yang memberi kesempatan bagi siswa berbakat untuk menempuh pendidikan di kampus terbaik di dunia. Lulusannya akan kembali ke Singapura untuk membantu di sektor publik.
Itulah lima hal yang memungkinkan pendidikan di Singapura terus berkembang menjadi salah satu negara dengan sistem pendidikan dengan mutu terbaik. Sistem ini telah terbukti menopang pertumbuhan Singapura menjadi negara maju dan paling makmur di dunia. Nampaknya Indonesia perlu belajar dari Singapura.
Tulisan ini sebelumnya tayang di depoedu.com, kami tayangkan kembali dengan izin dari penulis / Foto: thenotezone.blogspot.com
Leave a Reply