“Marin Oneket” dalam Prespektif Psikologi Positif

Kearifan Lokal
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Salah satu perjalanan terpanjang dan terjauh adalah perjalanan menemukan diri. Banyak orang yang tidak tahu dan belum sempat menikmati perjalanan itu. Banyak orang cenderung mencari sesuatu di luar dirinya, padahal sesungguhnya apa yang  dicari sudah ada dalam diri.

Salah satu yang dicari adalah kesenangan dan menghindari permasalahan. Padahal jelas, bahwa semakin orang mengejar kesenangan, maka ia akan semakin menderita dan tidak tenang.

Banyak orang bermasalah karena kehilangan diri, hingga kemudian kehilangan arah dan berputus asa serta merasa bahwa dirinya tidak berharga. Orang-orang seperti ini lupa bahwa sebenarnya ada sebuah kekuatan yang maha dahsyat, yang mampu mengatasi banyak kesulitan.

Baca Juga: Benarkah Masyarakat Adonara Murni Patrilineal?

Kekuatan itu tidak berada di sana, atau di situ (di luar diri). Tapi berada di dalam diri masing-masing orang, yakni di sebuah tempat yang disebut dengan oneket (hati).

Terlahir sebagai orang yang berasal dari pulau Adonara, sekaligus tumbuh dan besar di daerah tersebut, tentunya tidak asing dengan petuah dari para orang tua:

AnakMaa on’em de meten. Ahe haka dai kae neti peten marin on’em de tua. Leta Nete Ina Ama, Rera Wulan Tanah Ekan”.

Ungkapan ini sebenarnya mau mengajak kita untuk selalu ingat, karena dengan ingat orang akan berada tingkat sadar.

Kalimat “ahe haka dai” dapat diartikan bahwa ketika terjadi apa-apa (masalah), jangan lupa untuk marin oneket (berbicara dengan diri sendiri). Leta neten Ina Ama, Rera Wulan Tanah Ekan (Mintalah pencerahan dari Leluhur, Ibu Pertiwi dan Tuhan sendiri).

Baca Juga: Menuju Adonara Baru (Penutup tiga tulisan)

Lakukan itu, dan kita akan mendapatkan semangat baru. Leta neten ini merupakan doa. Jika seseorang mampu mengatasi permasalahan dalam hidupnya dan memilih dengan tepat, maka dia adalah seorang pendoa yang baik.

Seligman yang merupakan pendiri psikologi positif menegaskan bahwa self talk/marin oneket sebagai bentuk pep talk yang dimaksudkan untuk membangkitkan keberanian atau memunculkan sebuah kekuatan.

Oleh karena itu bahasa yang digunakan adalah bahasa yang positif yang perlu diyakini serta adanya kepasrahan. Jika tidak imbangi dengan keyakinan dan kepasrahan, maka marin oneket/self talk ini ibarat fisik yang berjalan tanpa adanya ruh. Eksistensinya terlihat, tapi esensinya samar..

Marin oneket/self talk adalah cara untuk mengatasi pesan negatif yang dikirimkan kepada diri sendiri, karena terkadang pesan yang disampaikan kepada diri berisi pesan-pesan negatif.

Baca Juga: Agama Koda: Way of life Atadiken Adonara

Sebagai contoh banyak orang mengutuk dirinya sendiri bahwa ia adalah pribadi yang tidak berharga atau merasa hidupnya tidak berguna. Hati-hati. Ungkapan seperti ini akan memunculkan rasa rendah diri. Ujung-ujungnya, semangat untuk menjalani hidup semakin redup.

Marin oneket / self talk adalah sebuah proses spiritual yang dapat dilakukan oleh siapapun. Hanya saja cara melakukannya banyak orang yang tidak tahu.  Self talk / marin oneket akan memberikan pemahaman bahwa masing-masing orang tidak sendirian.

Ada sosok lain yang sangat Ilahi yang terdapat di dalam diri setiap orang. Orang Adonara menyebutnya dengan Rera Wulan Tanah Ekan. Yang dalam beberapa agama, orang menyebutnya dengan Tuhan, Dewa, Yahwe ataupun Allah.

Ketika berbicara dengan diri sendiri dan berada tingkat kesadaran, tentu akan melibatkan aspek psikologis, yakni pikiran dan perasaan yang sangat berkaitan erat dengan gelombang otak yakni alfa dan beta. Orang perlu mengabaikan pikiran dan perasaan yang negatif (gelombang beta).

Baca Juga: Rambut Rebonding, Celana Umpan dan Martabat Perempuan Adonara

Marin oneket menandakan bahwa On’e metene (selalu ingat akan pencipta-Nya). Ketika berada pada tingkat sadar yakni “ingat”, maka otak kita sedang berada gelombang alfa dan ini yang akan memblokir reseptor gelombang beta (pikiran atau perasaan yang negatif) seperti marah, merasa tidak berguna.

Ketika berada di gelombang alfa, orang akan merasa tenang dan nyaman (Utami dalam Jurnal JUMANTIK. Vol. 2. Hal.106.2017).

Oleh karena itu, penting untuk menciptakan gelombang alfa dengan marin oneket / doa. Dengan begitu kita akan semakin mencinta diri, dan merasa lebih tenang dalam menjalani hidup karena ada spirit yang selalu terisi.

Foto Ilustrasi dari guider-ai.com

Sebarkan Artikel Ini:

1
Leave a Reply

avatar
1 Discussion threads
0 Thread replies
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] Baca Juga: “Marin Oneket” dalam Prespektif Psikologi Positif […]