Kembali Memperkuat Pondasi Bangsa

Nasional
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Perkembangan sebuah bangsa dapat diukur dari sejauh mana bangsa itu mampu memberikan kontribusi yang nyata bagi kemajuan peradaban dunia.

Dalam benak saya peradaban yang maju ditandai dengan peradaban yang di tandai oleh masyarakat yang memiliki pola pikir dan etika yang maju pula.

Indonesia memiliki adat istiadat, kebudayaan, bahasa dan sistem kepercayaan yang berbeda-beda.

Namun dengan perbedaan itu, ada nilai-nilai dasar yang dijadikan pedoman bagi bangsa bangsa Indonesia. Nilai yang menjadi pedoman bagi setiap individu. Nilai luhur yang mempunyai dampak positif bagi masyarakat.

Baca Juga: Pendidikan Karakter dan Upaya Melawan Perilaku Korupsi

Nilai-nilai yang menjadi pedoman berprilaku setiap pribadi dalam suatu masyarakat, tentu tidak bertentangan dengan nilai-nilai universal.

Namun, dewasa ini,  bangsa kita seolah-olah berada pada posisi yang sangat rapuh akan etika dan moral. Berbagai permasalahan kini menggerogoti.

Banyak permasalahan yang bermunculan disebabkan oleh krisis moral dan etika. Kerapuhan moral dan etika kini semakin meningkat. Kekerasan antara kelompok, ketidakadilan sosial dan hukum hingga budaya korupsi kini semakin sering terjadi.

Sering kita dengar, berbagai persoalan bangsa terjadi. Korupsi di tingkat menteri hingga kepala desa. Kekerasan antar kelompok. Penegakan hukum yang tak berkeadilan menghiasi berbagai media masayarakat.

Hal ini mengakibatkan generasi muda kehilangan pegangan dan contoh yang baik yang menuntun mereka berperilaku.

Para pelajar yang seharusnya dipersiapkan untuk menjadi calon penerus bangsa ternyata merekalah yang lebih banyak mengalami kerapuhan moral dan etika. Banyak hal yang tidak beretika dan melanggar nilai moral sering kita lihat di facebook.

Baca Juga: Degradasi Karakter Pejabat Publik dalam Melayani

Tawuran antar pelajar, bahkan dari tingkat sekolah dasar, hingga mahasiswa. Berbagai umpatan dan makian kasar sering kita baca di media sosial.

Mahasiswa yang semestinya bertindak sebagai benteng nilai moral dan etika, ternyata mereka terjebak dalam budaya hedonis. Tak jarang terjerumus dalam pergaulan bebas.

Banyak juga kita jumpai para pendidik yang seharusnya diGUgu dan ditiRU, kini sibuk mengejar sertifikat yang berujung pada gaya hidup materialistis.

Penyelenggara negara pun tak kalah parahnya dengan korupsi yang makin menggurita. Penegakan hukum kadang jauh dari rasa keadilan. Masyarakat harus dihadapkan dengan ketidakjujuran para penyelenggara negara atau birokrasi yang kaku. Jauh dari semangat melayani.

Jika dengan mengurai satu per satu permasalahan, sungguh terlalu rumit dan panjang, bahkan lebih rumit dari mengurai benang yang kusut.

Baca Juga: Radikalisasi di Lembaga Pendidikan Mengancam Indonesia?

Tetapi, bagaimanapun kondisinya, kerapuhan bangsa ini bisa ditangani dan dihentikan. Kita perlu memperkuat kembali nilai-nilai yang menjadi dasar berdirinya bangsa ini.

Melihat dari rapuhnya etika dan moral bangsa ini, memperkuat fondasi nilai bangsa ini tentu tidaklah mudah.

Dewasa ini, agamalah yang disebut sebagai alat yang ampuh, akan tetapi dalam kondisi saat ini, menjadikan agama sebagai satu-satunya alat kendali bukanlah sebuah solusi karna banyak memiliki perbedaan.

Nah, dengan ini diperlukan interpretasi nilai-nilai agama kedalam sebuah kondisi nilai-nilai dasar yang dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa adanya paksaan.

Semua nilai-nilai yang ada saat ini, tentunya sudah ada dalam ideologi negara, yaitu Pancasila. Maka saat ini sangat penting menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai cara hidup setiap orang.

Tidak harus meminta semua orang mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Cukup dengan kesadaran masing-masing pribadi untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Di manapun kita berada.

Dengan menghargai satu sama lain dan menghilangkan perilaku tidak terpuji kita, maka yakinlah, kita pasti bisa memajukan negara kita sebagai masyarakat yang berbudi luhur. Dimulai dari pribadi kita masing-masing.

Foto: knpikotasemarang.org

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of