Benarkah Menjadi Dewasa adalah Pilihan?

Budaya
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Banyak orang beranggapan bahwa, seseorang yang sudah memasuki usia setelah remaja, atau sudah bisa bertanggungjawab; itu dewasa. Bahwa orang itu sudah berkeluarga, punya pekerjaan, mandiri, maka orang itu dikatakan sudah dewasa.

Namun pandangan seperti itu belum menyatakan bahwa seseorang sudah dewasa. Hanya karena orang yang usianya sudah memasuki fase dewasa.

Orang yang sudah berusia dewasa, cerdas, sukses namun belum bisa mengendalikan emosinya,  pemarah, tidak konsisten, apakah itu sudah menujukkan sikap dewasa?

Marc dan Agel, seperti dikutip brandapsikologi.blogspot.com (28/10/2011) mengemukakan bahwa kedewasaan seseorang bukanlah terletak pada ukuran usianya, tetapi justru pada sejauh mana tingkat kematangan emosional yang dimilikinya.

Baca Juga: Dunia Maya vs Dunia Nyata

Para ahli psikologi dan psikiater sepakat, bahwa kesuksesan seseorang ditandai dengan berkembangnya prestasi  kematangan emosinya.

Berbicara soal dewasa, ada  banyak pengertian atau pandangan tentang  masa dewasa. Swararahima.com mengungkapkan bahwa dewasa dapat ditinjau dari berbagai segi.

Antara lain:  Sisi biologis: adalah sebagai suatu periode dalam kehidupan individu yang ditandai dengan pencapaian kematangan tubuh secara optimal dan kesiapan untuk berproduksi (berketurunan).

Sisi psikologis; diartikan sebagai periode dalam kehidupan individu yang ditandai oleh kestabilan emosi (emotional stability), mampu mengendalikan perasaan, tidak mudah marah, sedih, cemas, gugup, frustasi, atau tidak mudah tersinggung.

Baca Juga: Media sosial; so sial?

Memiliki sense of reality (kesadaran realitasnya) cukup tinggi dan mau menerima kenyataan, tidak mudah menyerah apabila mengalami kesulitan, dan tidak menyalahkan orang lain atau keadaan apabila menghadapi kegagalan.

Bersikap toleran terhadap pendapat orang lain yang berbeda. Dan bersikap optimis dalam menghadapi kehidupan.

Sisi pedagogis (mendidik). Masa dewasa ditandai dengan: rasa tanggung jawab (senese of responsibility) terhadap semua perbuatannya, dan juga terhadap kepeduliannya melihat kesejahteraan hidup dirinya sendiri dan orang lain.

Berperilaku sesuai dengan norma atau nilai-nilai agama, dan memiliki pekerjaan yang dapat meghidupi diri dan keluarganya. Dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan masyarakat.

Dari faktor-faktor ini, kedewasaan atau dewasanya diri seseorang adalah ditentukan oleh orang itu sendiri bukan berdasarkan pandangan orang lain atau hal-hal lainnya.

Karena yang menjalaninya adalah kita sendiri, jadi jika Anda ingin dikatakan sebagai orang yang dewasa maka harus bisa mendewasakan diri terlebih dahulu.  Artinya bahwa bisa mengendalikan diri anda sendiri.

Baca Juga: Keterjajahan Fisik Sudah Ada Sejak dalam Pikiran Bahkan Lintas Generasi (Bagian Akhir)

Jika belum bisa mengendalikan dirimu sendiri atau menjadi dirimu sendiri maka belum bisa dikatakan dewasa.

Kedewasaan seseorang bukan dilihat dari prestasi atau kemampuan bisa melakukan segala hal akan tetapi dilihat dari seberapa jauh orang itu bisa mengendalikan emosinya.

Orang yang sudah merasa dewasa, akan memandang setiap kesulitan atau masalah dalam hidupnya sebagai tantangan bukan sebagai malapetaka.

Kedewasaan atau pendewasaan diri yaitu proses menjadi diri sendiri (a process of becoming my self). Ketika ia bisa menerima dirinya sendiri, menghargai orang lain, dia menerima tanggung jawab, percaya pada dirinya sendiri.

Dia sabar, tidak menyelesaikan masalah dengan kekerasan, menjadikan kesalahan sebagai pembelajaran, dia dapat mengambil keputusan sendiri. Ia teguh pada prinsip hidupnya.

Baca Juga: Efek Nosebo; Presepsi Negatif Tentang Diri Adalah Sumber Penyakit

Tidak hanya itu. Dewasa juga ditandai dengan penerimaan diri terhadap kritikan orang.

Jadi benarkah menjadi dewasa adalah pilihan? Apakah saya bisa menerima kritikan orang? Apakah saya sanggup menghadapi persoalan hidup tanpa mengeluh? Apakah saya tidak mudah marah dan apakah saya bisa menanamkan sikap tidak dendam dalam diri?

Tentu hanya Andalah yang paling tepat menjawab.

Foto ilustrasi : dailymotion.com

Sebarkan Artikel Ini:

2
Leave a Reply

avatar
2 Discussion threads
0 Thread replies
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] Baca juga: Benarkah Menjadi Dewasa Adalah Pilihan? […]

trackback

[…] Baca Juga: Benarkah Menjadi Dewasa adalah Pilihan? […]