Efek Nosebo; Presepsi Negatif Tentang Diri Adalah Sumber Penyakit

Budaya
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Dalam sebuah penelitian, seorang pemuda atletis yang sangat aktif bergerak sehingga sangat bugar dikondisikan pada suatu keadaan sebaliknya yang dia tidak sadari. Saat pagi datang dan menemui temannya di kampus, temannya menanyakan kenapa wajahnya terlihat sangat pucat? Apakah dia semalam keluyuran sehingga kurang tidur? Pemuda bugar ini bingung. Dia tidur jam sembilan malam sama seperti malam-malam sebelumnya. Dia berolah raga pagi seperti biasa dan berangkat setelah sarapan sehingga merasa sangat sehat hari itu.

Ketika masuk ke kelas, dosennya juga menyapa dan menanyakan kenapa dia terlihat sangat pucat seolah lagi sakit? Begitu juga dengan petugas jaga di kantin kampus saat makan siang. Petugas kantin itu menegurnya bahwa dia terlihat sangat pucat dan menyarankan pemuda itu mendatangi klinik kampus untuk memeriksakan kesehataanya. Padahal sang pemuda merasa sehat – sehat saja.

Ketika masuk ke klinik kesehatan, dokter mendatangi pemuda itu dan juga bertanya kenapa dia terlihat sangat pucat dan seperti kesakitan? Dokter kemudian memeriksa tensi darah dan juga mengukur suhu tubuh pemuda itu. Dokter mengatakan bahwa tekanan darah nya terlalu rendah dan suhu tubuhnya terlalu panas dan menyarankan dirinya untuk pulang sebelum jam kampus usai untuk beristirahat. Padahal hasil pemeriksaan dokter tersebut sebenarnya normal. Tensi darah dan juga suhu tubuh pemuda ini normal seperti orang sehat kebanyakan.

Sampai di rumah, pemuda ini mendapati dirinya bersin-bersin terserang flu dan demam panas. Ia merasa sakit.

Ilustrasi di atas adalah salah satu akibat presepsi negatif terhadap diri. Dalam bidang kesehatan dikenal sebagai Efek Nosebo. Apa itu Efek Nosebo? Efek Nosebo adalah kebalikan dari Efek Plasebo. Suatu kondisi psikologis dimana pasien percaya sebuah obat (yang sebenarnya palsu) memberi efek menyehatkan dikenal sebagai Efek Plasebo. Maka Efek Nosebo adalah kondisi dimana pasien merasakan efek samping dari obat yang mereka konsumsi ketika secara sengaja disampaikan informasi mengenai efek-efek samping tersebut walaupun diberi obat palsu.

Dr. Adi W Gunawan, CCH dalam buku The Miracle of Mindbody Medicine (2012), menulis bahwa Efek Nosebo pertama kali dikenalkan pada tahun 1961 yang merujuk pada pengaruh negatif yang timbul karena pemikiran dan ekspetasi negatif. Penelitian mengenai hubungan antara emosi, pikiran dan tubuh menemukan bahwa pikiran dan tubuh saling berhubungan dan mempengaruhi. Emosi tertentu mengakibatkan tubuh melepas hormon tertentu yang mengakibatkan berbagai macam penyakit terutama penyakit autoimun. Emosi seperti rasa takut mengakibatkan detak jantung tidak teratur dan Irritebel Bowel Syndrome / IBS. Gangguan umum pada usus besar ini ditandai dengan nyeri pada perut yang bisa mengakibatkan kejang, perut kembung dan diare.

Andrew Newberg dan Mark Robert Waldman dalam buku Words Can Change Your Brain (2012) juga menulis bahwa presepsi negatif terhadap diri memicu meningkatnya aktifitas di amygdale – pusat emosi pada otak-. Presepsi negatif memicu amygdale mengirim pesan pada kelenjar endokrin untuk melepaskan hormon stress terutama kartisol. Kortisol memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peradangan dan sistem kekebalan tubuh. Kortisol akan menghambat pembentukan asam arachidonic yang berperan dalam menghasilkan leukosit dan sistem kekebalan tubuh. Kortisol juga menghambat produksi tromboksana dan prostaglandin saat terjadi inflamasi sehingga sistem kekebalan tubuh akan menurun. Maka ketika kekebalan tubuh menurun, berbagai macam penyakit akan lebih mudah menyerang.

Pada kondisi normal kortisol bukanlah hormon yang ‘jahat’, karena tubuh membutuhkan hormon ini untuk berfungsi normal. Hanya saja ketika sedang setres – salah satu akibat dari presepsi negatif terhadap diri – hormon kortisol menjadi lebih banyak diproduksi oleh kelenjar endokrin. Kelebihan kortisol inilah yang berakibat buruk untuk kesehatan.

Untuk itu, sangat penting bagi kita untuk mengembangkan presepsi positif terhadap diri sendiri. (Tulisan ini pernah tayang di depoedu.com. kami tayangkan kembali dengan izin dari penulis. Foto ilustrasi : tipspengembangandiri.com)

Sebarkan Artikel Ini:

1
Leave a Reply

avatar
1 Discussion threads
0 Thread replies
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] Baca Juga :Efek Nosebo; Presepsi Negatif Tentang Diri Adalah Sumber Penyakit […]