Penyebab Munculnya Insecure

Opini
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com–  Insecure atau rasa rendah diri pasti pernah dirasakan oleh semua orang. Bahkan orang yang paling percaya diripun, mungkin pernah akrab dengan keadaan yang tidak menyenangkan tersebut.

Akibat yang lebih luas dari insecure adalah keraguan untuk melakukan aksi, krisis kepercayaan diri dan ketakutan untuk menunjukkan jati diri yang sesungguhnya.

Selain itu, krisis kepercayaan diri secara berlebihan akibat insecure juga  dapat mempengaruhi setiap aspek kehidupan kita, mulai dari kesehatan fisik, emosional hingga pekerjaan pun terganggu.

Cikal bakal munculnya insecure bisa sebabkan oleh berbagai hal. Beberapa di antaranya disebabkan dari cara kita dalam memandang tubuh, pengalaman diabaikan, serta kekeliruan dalam proses memaknai diri. 

Cara memandang tubuh atau proses membandingkan diri dengan sesuatu yang ada di luar (diri yang lain) akan cenderung mengakibatkan munculnya perasaan insecure.

Yakni ketika yang dibandingkan tidak sesuai dengan diri yang real. Keadaan tubuh ini sangat lekat dengan tampilan fisik. 

Keinginan untuk bisa memenuhi harapan-harapan akan fisik yang ideal ( cantik dan ganteng) akan sangat memunculkan krisis kepercayaan diri bagi siapapun yang tidak memenuhi standar tersebut.

Yakni standar cantik dan ganteng (ramping, berkulit putih, berambut lurus bagi perempuan dan sispek tinggi berisi bagi laki-laki) 

Selain itu, takut akan kegagalan dan penolakan juga menjadi salah satu penyebab munculnya perasaan insecure. Dalam hidup, terkadang kita sangat lekat dengan risiko tersebut. Risiko akan ditolak dan gagal dalam melakukan sesuatu.

Baca juga: Benarkah Menjadi Dewasa Adalah Pilihan?

Hal ini adalah kenyataan yang tidak bisa kita hindari. Jika kita memilih untuk terjebak dengan rasa sakit hati akibat penolakan dan kegagalan, kita tidak akan pernah bertransformasi pada situasi perubahan.

Hal ini mungkin juga dipengaruhi oleh kepribadian yang selalu menuntut kesempurnaan dalam setiap aksi yang biasa dikenal dengan sebutan perfeksionis.

Terkadang tanpa kita sadari, kita memiliki standar yang sangat tinggi untuk semua hal yang kita inginkan. Mungkin seperti menginginkan pekerjaan terbaik, rumah mewah atau hal-hal lainnya yang menurut kita sempurna. 

Sayangnya, hidup tidak selalu menjadi seperti yang kita inginkan. Bahkan jika kita bekerja ekstra keras sekalipun. 

Ketika kita terus menerus terjebak dalam  perasaan kecewa dan menyalahkan diri sendiri akibat ketidakpenuhan akan harapan, maka kita akan selalu dibayangi perasaan insecure.

Akibat yang lebih kompleks adalah stress bahkan depresi, hingga bermuara pada keterasingan diri atau terisolasi.

Banyak dari kita mungkin pernah mengalami  kurangnya  kepercayaan diri dalam situasi sosial, seperti ke pesta, pertemuan keluarga, kencan, dan ke tempat yang baru kita datangi. 

Perasaan kurang percaya diri ini biasanya muncul ketika kita tidak siap atau takut untuk dikritik, dinilai kurang baik, ataupun ditertawai.

Hal-hal seperti ini bisa mengakibatkan kita menjadi merasa minder dan menghindari situasi sosial. Selain itu, peran dalam keluarga juga sangat menentukan akan sebab musabab munculnya perasaan insecure.

Insecure bisa muncul akibat respons keluarga terhadap diri kita. Kondisi dimana orang tua yang terlalu kritis dan lalai. Pemikiran yang tidak searah antara anak dan orang tua sering kita jumpai.

Ketidakcocokan pemikiran atau keputusan antara anak dan orang tua atau bahkan ketidakpercayaan orang tua terhadap keputusan anaknya dapat menimbulkan rasa insecure dalam diri anak.

Oleh karena itu, orang tua perlu mengarahkan anak keliru serta mendukung setiap pemikiran anaknya.  Selain itu, bentuk-bentuk penolakan dari lingkungan yang berujung pada perilaku bullying juga merupakan sumber dari perasaan insecure.

Baca juga: Keterjajahan Fisik Sudah Ada Sejak Dalam Pikiran Bahkan Lintas Generasi (Bagian Pertama)

Orang yang biasa menjadi korban bullying akan mudah merasa takut. Hal ini dapat menimbulkan kesenjangan relasi, yakni  ketidakpercayaan diri dalam  menjalin sebuah hubungan dengan orang lain.

Hal  Ini dapat membuat orang yang menjadi korban bullying merasa bahwa diri mereka sangat tidak pantas untuk membangun sebuah relasi.

Sekeren apapun seseorang, sepintar apapun dia, dia tetap tidak kebal dari perasaan insecure. Ingatlah bahwa kesempurnaan bukanlah milik kita.

Jadi, mari mengatasi insecure dan tetaplah percaya diri dengan apa yang akan dan sedang kita lakukan.    

Sumber foto: idntimes.com

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of