Upaya Pemerintah Mencegah Ekonomi Luluh Lantak Akibat Corona

Nasional
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Pemerintah tengah berjuang keras untuk melawan Corona. Tidak hanya mencegah penyebaran dengan berbagai kebijakan yang sudah dibuat, tantangan lain yang juga maha berat adalah mencegah ekonomi Indonesia ikut luluh lantak akibat Corona.

Hingga hari ini, jumlah kasus positif Corona di Indonesia sudah menyentuh 686 kasus. Mengakibatkan 55 orang diantaranya meninggal dunia (infeksiemerging.kemkes.go.id – 25 Maret 2020, Pkl 10:00).

Begitu juga dengan akibatnya terhadap perekonomian negeri ini. Sejak awal tahun ini, Corona sudah memuluh-lantakan ekonomi dunia. Imbasnya terasa hingga ke Indonesia.  Salah satu indikatornya adalah melemahnya Rupiah terhadap Dolar Amerika.

Awal bulan ini rupiah tercatat masih di kirasar 14.000-an per satu Dolar Amerika. Sementara hari ini, rupiah melemah hingga menyentuh angka 16.149 per satu Dolar Amerika. Bukan hanya mengenai nilai tukar dan pasar saham. Ekonomi real juga ikut terdampak.

Baca Juga: Uang Kertas turut diduga jadi perantara Corona

Untuk mencegah semakin terpuruknya perekonomian Indonesia, pemerintah mengeluarkan 9 kebijakan baru, seperti yang diumumkan Presiden Joko Widodo. Antara lain seperti yang kami rangkum dari detik.com (24/03/2020).

Pertama; Lembaga-lembaga pemerintah; kementerian, gubernur, wali kota, bupati untuk memotong rencana belanja tidak prioritas. Anggaran perjalanan dinas, rapat-rapat dinas, belanja-belanja yang tidak langsung diterima oleh masyarakat, dalam APBN ataupun APBD, harus dipangkas.

Kedua; Kementerian dan lembaga-lembaga pemerintahan di tingkat pusat, hingga pemerintahan di tingkat kabupaten harus menyusun ulang fokus kegiatan dan priorotas anggaran direlokasikan untuk menangani Corona.

Baik itu menyangkut isu-isu ekonomi, terutama yang menyangkut isu kesehatan.

Ketiga; Jajaran Pemerintahan dari tingkat pusat hingga daerah harus menjamin ketersediaan bahan pokok dan mempertahankan daya beli masyarakat. Terutama masyarakat lapisan bawah; para buruh, pekerja harian, petani, nelayan dan pelaku UMKM.

Keempat; Program-program padat karya tunai diperbanyak, dengan tetap mengikuti protocol kesehatan, menjaga jarak yang aman saat bekerja, untuk mencegah penularan COVID-19.

Baca Juga: Menangkal Mitos tentang Corona

Dana Desa dan program-program pemerintahan, dari kementerian pusat, propinsi hingga kabupaten/kota agar memprioritaskan cara-cara padat karya.

Kelima; pemegang Kartu Sembako diberi tambahan manfaat dari Rp50.000,00 menjadi Rp200.000,00 per keluarga selama 6 bulan.

Keenam; Untuk mengantisipasi para pekerja yang terkena PHK, para pekerja harian yang kehilangan pekerjaan, para pengusaha mikro yang kehilangan pasar dan omset; agar dapat meningkatkan kompenensi dan kualitas SDMnya, maka pemerintah mempercepat implementasi Kartu Pra Kerja.

Ketujuh; Pemerintah menalangi pembayaran PPh 21 yang selama ini dibayar pekerja. Upaya ini untuk meningkatkan penghasilan kepada pekerja  di industri pengolahan.

Kedelapan; Nasabah dibebaskan dari pembayaran cicilan dan bunga pinjaman mereka selama 1 tahun, melalui program relaksasi kredit UMKM untuk kredit dibawah Rp10 Milyar, untuk tujuan usaha.

Bank maupun perusahaan pembiayaan dilarang menagih angsuran kredit kendaraan para pengojek online dan supir taksi selama 1 tahun.

Kesembilan; Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) diberikan 2 stimulus dalam kredit kepemilikian rumah bersubsidi. Mereka diberi subsidi bunga oleh pemerintah selama 10 tahun dan subsidi uang muka bagi yang mengambil kredit rumah bersubsidi.

Baca Juga: Corona dan Kemanusiaan Kita

Kebijakan-kebijakan ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat, mempertahankan produktivitas ekonomi masyarakat, mengurangi resiko PHK, yang pada gilirannya mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi.

Upaya yang dilakukan oleh pemerintah baik itu yang berkaitan dengan isu kesehatan dan isu ekonomi, terkait corona harus didukung oleh segenap lapisan masyarakat.

Salah satunya adalah dengan mencegah semakin menularnya penyebaran virus dengan me-lockdown diri dan keluarga di rumah masing-masing. Membatasi belanja berlebihan, tidak memborong dan menimbun sembako.

Sebab bagaimanapun Corona adalah musuh bersama; pemerintah dan segenap masyarakat. Mengatasinya adalah tanggungjawab bersama, segenap anak bangsa.

(Foto: Presiden Joko Widodo saat meninjau Wisma Atlet Kemayoran- Jakarta, yang dipersiapkan menjadi Rumah Sakit Darurat penanganan COVID-19. / repoblika.co.id)

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of