Karakteristik Ini Sebagai Pengantar Menuju Sukses

Hobi
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Sukses itu relatif. Setiap orang punya ukuran suksesnya masing-masing. Walaupun ukurannya berbeda-beda namun sukses adalah keinginan setiap orang. Sekalipun gambaran mental mengenai sukses pasti berbeda antara orang yang satu dengan lainnya.

Salah satu  gambaran mengenai sukses adalah keberanian untuk mengoptimalisasikan dan memberi ruang untuk semua potensi yang ada dalam diri setiap orang. Karena itu sukses adalah sesuatu yang khas, yang berbeda pada masing-masing orang.

Walaupun demikian, latar belakang dan karakteristik budaya, latar belakang pendidikan, pilihan profesi, pekerjaan, keluarga besar, kadang mendikte kriteria dan ukuran sukses masing-masing orang.

Ibarat cakrawala, toh, dalam setiap hidup, generasi demi generasi, kehidupan menyediakan peluang yang tanpa batas agar masing-masing orang mencapai sukses menurut ukurannya, sama seperti horison jarak pandang.

Baca Juga:

Orang-orang Sukses Ini Tidak Sepenuhnya Lahir dari Sistem Persekolahan Kita?

Ketika memandang langit, Pandangan mata semua orang memiliki masing-masing. Itu batas cakrawala penglihatannya. Seperti halnya sukses, kehidupan menyediakan berbagai peluang tanpa batas, hanya saja, setiap potensi dalam diri harus meniti tangga demi tangga, langit-langit lantai demi lantai.

Tom Butler-Bowdon dalam bukunya “50 Success Classics” memberi kriteria karakteristik orang-orang yang disebut sukses, yang barangkali – sama seperti niatan buku dimaksud – sebagai batu asah untuk mengasah minat Digiers menemukan prinsip sukses Digiers sendiri.

Optimisme.

Optimisme digambarkan sebagai hasrat, gairah yang menyala-nyala, api semangat yang tak pernah padam pada apapun yang sedang Anda perjuangkan, sedang Anda lakukan.

Optimisme adalah kekuatan yang menggerakan langkah-langkah kecil, pertama dan selanjutnya, agar dapat menyeberangi maha luas padang gurun usaha Anda. Kekuatan bukan berarti kehilangan kerapuhan. Keberanian bukan berarti kehilangan rasa takut.

Baca Juga:

VUCA vs VUCA; di tengah tingginya gelombang dan derasnya arus perubahan

Optimisme adalah keyakinan kuat untuk menerima kerapuhan dan melewatinya, untuk setia pada rasa takut namun berupaya untuk mengatasinya. Optimisme bukan sekedar pada hasil. Optimisme adalah kata lain dari proses.

Visi, Tujuan yang Terdefinisikan dengan Pasti.

Perubahan saat ini digambarkan sebagai bergejolak, Tidak terdefinisikan, tidak jelas arah perubahan itu, sangat kompleks, menyangkut begitu banyak dimensi kehidupan sekaligus sehingga membuat semua orang bingung (VUCA)

Visi dan tujuan yang kuat itu ibarat mercusuar. Jika perahu kehidupan kita dihantam gelombang kehidupan yang tinggi, tidak terduga arah turunnya, diterpa badai angin kencang dari berbagai arah selama fokus kita tetap pada mercusuar visi kita bisa pelan-pelan mendayung dan menyesuaikan kemudi menuju titik mercusuar visi tadi.

Kesediaan Untuk Bekerja.

Sukses tidak bakalan jatuh dari langit. Visi dan tujuan hidup bahkan hanya sejengkal jaraknya dari batang hidung pun harus ada upaya untuk meraihnya.

Sehebat apapun rumusan visi dan tujuan hidup, atau bahkan hasrat optimisme yang menyala-nyala sekalipun harus ada tindakan nyata untuk mencapainya.

Baca Juga:

Ini Lima Kebiasaan Positif yang Menjadikan Jepang Bisa Maju

Usaha yang nyata, bekerja, adalah jalan paling cepat untuk memahami potensi diri kita sendiri. Dengan demikian lewat pekerjaan semua potensi dalam diri kita bisa menemukan ruang aktualisasi sekaligus potensialisasi yang tak terbatas itu.

Disiplin.

Ibarat membangun sebuah gedung, ada sebuah rancang bangun yang harus diikuti. Bukan semata-mata sebagai petunjuk, melainkan sebagai tahapan demi tahapan yang jika diabaikan membuat bangunan tersebut tidak dapat diselesaikan.

Untuk membangun gedung kita pasti mulai dari memperkuat struktur tanah, membangun pondasi, mendirikan tiang, menyusun dinding, pintu dan jendela, memasang rangka atap kemudian baru atapnya.

Tahapan-tahapan ini jika dibalik maka bangunan tersebut pasti tidak normal, tidak fungsional, tidak aman. Disiplin adalah bingkai yang didalamnya berisi optimisme, visis dan tujuan sekaligus kesediaan bekerja keras.  

Baca Juga:

Koda dan Integritas Ata Lamaholot

Disiplin adalah upaya untuk mencambuk diri sendiri dengan perintah agar terus bergerak maju menjalankan perintah tersebut. Ibarat naik sepeda, disiplin mengayuh membuat Anda tetap seimbang dan bergerak maju.

Pikiran Yang terintegrasi.

Segala sesuatu dimulai dari alam pikiran, entah pikiran sadar maupun tidak sadar. Pikiran sadar menyimpan berbagai alternatif, kemungkinan-kemungkinan solusi yang berasal dari pengalaman-pengalaman alam sadar.

Intuisi alam bawah sadar bisa saja mendorong kita melakukan banyak hal diluar nalar, namun kadang intuisi adalah panduan terbaik bagi mereka yang tidak lagi mempertimbangkan banyak alternatif.

Salah satu karakter sukses berikutnya adalah ketika Intuisi yang saling terintegrasi dengan pikiran sadar yang keduanya bisa berkolaborasi sinergis sebagai pengambil keputusan.

Baca Juga:

Jing Si : Mudik Ke “Kampung Halaman Batin”

Mengambil Risiko.

Risiko berbanding lurus dengan potensi sukses.  Ada yang bilang, untuk menilai Risiko kita bisa menggunakan dua kata; Nekad dan/atau Tekad. Tekad adalah keberanian mengambil risiko dengan membawa pikiran yang terintegrasi. Sedangkan nekad adalah keberanian kosong tanpa memperhitungkan apapun.

Menyadari Kekuatan Harapan

Menyadari kekuatan harapan semata-mata bukan karena percaya begitu saja bahwa semua orang akan sukses, melainkan karakter yang memberi harapan tanpa padam bahwa sukses bisa diraih setiap orang sehingga memotivasi mereka untuk bekerja lebih keras, lebih giat.

Berpengharapan yang teguh adalah memberi reaksi positif pada energi yang Anda sebarkan. Seperti hukum daya tarik, energi positif yang disebar akan mengambil energi positif dari semesta yang nantinya akan kembali kepada kita.

Penguasaan Diri.

Kita adalah tuan bagi diri sendiri. Apapun yang terjadi pada diri kita hanya terjadi ketika kita mengizinkannya terjadi. Demikian juga sukses. Jika Kita mengizinkan sukses menjadi bagian dari diri kita maka demikianlah yang terjadi.

Baca Juga:

Nasihat Bernas dari Elon Musk bagi Pelajar dan Mahasiswa Jika Ingin Sukses

Apapun situasi negatif yang kita alami, jika mengizinkannya tinggal maka situasi sulit itu akan bertahan, pun sebaliknya, sebab kita adalah tuan atas kehendak diri sendiri maka jika tidak diizinkan, situasi negatif akan berubah menjadi kesan positif yang menguatkan.

Kegemaran Membaca.

Keingintahuan dan Kemampuan untuk belajar adalah jantung sekaligus urat nadi melejitkan potensi. Membaca akan memperluas cakrawala berpikir sekaligus memperluas cakrawala peluang-peluang yang semesta sediakan untuk mengoptimalisasi potensi kita.

Sama seperti kehidupan menyimpan semua energi, demikian juga para orang sukses pasti meninggalkan petunjuk. Rekam-rekam petunjuk dalam buku-buku, bukan bermaksud agar kita didikte oleh ukuran kesuksesan mereka, melainkan hanya sekedar menunjukkan jalan.

Pilihan petunjuk jalan dalam setiap buku memberi kita kebebasan dan keluasan untuk diambil ataubahkan diabaikan sebagai bekal perjalanan. Toh pada gilirannya siapapun pasti tidak dapat menolak bahwa “Para Pemimpin adalah Para Pembaca.”

Baca Juga:

Membaca itu Piknik. Kok Bisa?

Karakter-karakter tidak bermaksud sebagai satu-satunya kompas yang mendikte ukuran kesuksesan. Karakter di atas hanyalah petunjuk. Pilihan arah jalan terutama ukuran dan definisi tentang sukses ada ditangan kita masing-masing.

Jangan pakai sepatu orang lain. Mungkin ukurannya tidak sama.  Jangan mengukur sukses kita dengan ukuran orang lain. 

Inspirasi utama tulisan ini adalah dari Buku “50 Success Classics ” karya Tom Butler – Bowdon, Terbitan BIP tahun 2005

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of