Pramuka dan Pembentukan Karakter

Nasional
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com-Pramuka merupakan salah satu ekstrakulikuler yang tidak asing lagi bagi kita semua. Pramuka kini sudah menjadi ekstrakurikuler di setiap sekolah, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). 

Hal ini dikukuhkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 63 Tahun 2014 Tentang Pendidikan kepramukaan Sebagai Ekstrakurikuler Wajib Pada Pendidikan Dasar dan Menengah. 

Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka. 

Baca juga: Pelecehan Seksual VS Pembentukan Karakter

Kegiatan tersebut dilakukan berdasarkan Prinsip Dasar Kepramukaan (PDK) dan Metode Kepramukaan (MK), yang sasarannya adalah membentuk watak, akhlak dan budi pekerti luhur. 

Bicara soal pramuka, terdapat banyak kegiatan yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah berkema. Melalui kegiatan kema ini, setiap anggota dapat belajar melawan rasa takut melalui jurit malam, lebih disiplin dan bertanggung jawab atas setiap waktu yang diberikan, belajar mandiri melalui proses memasak, piket kebersihan  dan tentunya menumbuhkan jiwa korsa atau kebersamaan. 

Prinsip Dasar Kepramukaan sebagai norma hidup seorang anggota Gerakan Pramuka, ditanamkan dan ditumbuhkembangkan melalui proses penghayatan oleh dan untuk diri pribadinya dengan dibantu oleh pembina, sehingga pelaksanaan dan pengamalannya dilakukan dengan penuh kesadaran, kemandirian, kepedulian, tanggung jawab serta keterikatan moral, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat.

Baca juga: Empat Cara Membentuk Karakter Anak Sejak Dini

Ada 4 dasar prinsip kepramukaan yang menjadi ciri khas Gerakan Pramuka dan wajib diterapkan setiap proses kegiatannya, yaitu iman dan taqwa kepada Tuhan YME, peduli kepada bangsa, negara, lingkungan, peduli kepada diri sendiri dan komitmen kepada Kode Kehormatan  Pramuka untuk menjadi patriot Bangsa Indonesia (NKRI).

Metode kepramukaan tidak dapat dilepaskan dari Prinsip Dasar Kepramukaan yang harus diterapkan pada pelaksanaan kode kehormatan pramuka. 

Metode Kepramukaan merupakan prosedur dan cara untuk pelaksanaan/penerapan nilai dan Prinsip Dasar Kepramukaan. Setiap unsur dalam Metode Kepramukaan memiliki fungsi pendidikan spesifik, yang secara bersama-sama dan keseluruhan saling memperkuat dan menunjang tercapainya tujuan pendidikan kepramukaan.

Dari Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan ini, kita dapat menjadikannya sebagai pedomaan dalam berbuat dan bertindak.

Ada banyak hal yang dapat dilakukan sebagai bentuk pengamalan kita terhadap Prinsip Dasar dan  Metode Kepramukaan di masa pandemic ini.

Baca juga: Mengenal Kecerdasan Dan Karakter Anak

Contohnya: Selalu menaati protokol kesehatan 3M (pengamalan kedisiplinan dan kepedulian), sebelum memulai pembelajaran dalam virtual kita menyanyikan lagu Nasional dan berdoa (pengamalan trisatya), menolong orang-orang yang terkena covid-19 dalam bentuk sumbangan makanan, uang, obat-obatan maupun tenaga, dan sebagainya.

Dalam masa pandemic ini kita sering temukan banyak orang mengabaikan protokol kesehatan yang diterapkan oleh pemerinta seperti tidak memakai masker di luar rumah, mengadakan kerumunan melebihi kuota yang ditentukan. 

Sebagai anak pramuka, tentu harus berani untuk menegur dan memberikan arahan yang baik agar hal-hal seperti itu tidak terjadi lagi. Karena di dalam kepramukaan, selalu diajarkan untuk berani membela kebenaran.

Foto: kompas.com

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of