Eposdigi.com – Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( KLHK pada Sabtu 4 Juli 2026 pukul 08.00 WIB mencatat Kualitas udara di DKI Jakarta terburuk di Indonesia (katadata.co.id)
ISPU di Jakarta pada tanggal dan jam tersebut mencatat bahwa indeks kualitas udara di DKI Jakarta adalah sebesar 121. Angka indeks sebesar ini menunjukan bahwa kualitas udara di DKI Jakarta Sangat Tidak Sehat.
ISPU ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri LHK No 14 Tahun 2020 tentang Indeks Standar Pencemar Udara. Permen ini membagi ISPU sebagai berikut : ISPU 0 – 50 berarti kualitas udara baik. ISPU 51 – 100 dikategorikan sebagai kualitas udara sedang.
Angka ISPU 101 – 200 sudah menunjukan kualitas udara tidak sehat. Pada rentang angka ini, udara sudah sangat merugikan Kesehatan manusia, hewan dan juga tumbuh-tumbuhan. ISPU 201 – 300 menandakan bahwa udara sangat tidak sehat; berbahaya bagi Kesehatan kelompok sensitif.
Baca Juga:
Upaya Luhut mengatasi Buruknya Kualitas Udara Jakarta: Jauh Panggang Dari Api?
ISPU diatas 300 dikategorikan sebagai kualitas udara berbahaya, merugikan Kesehatan secara serius karena itu butuh ditangani dengan segera.
DKI Jakarta pada Sabtu, 4 Juli 2026 memiliki ISPU 121 menjadi kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia. Dibelakang DKI Jakarta ada Provinsi Banten. ISPU Banten pada tanggal itu sebesar 114. Riau: 107, Kota lainnya memiliki angka Indeks lebih rendah dari 100; masuk dalam kategori udara dengan kualitas sedang.
Remaja Jakarta Paling Rentan
Kualitas Udara Jakarta yang buruk, ternyata sudah memakan korban. Tentu bukan karena catatan ISPU tanggal 4 Juli itu. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) seperti dikutip CAN.id, menyebutkan bahwa lebih dari 13 % remaja DKI mengalami penurunan fungsi paru-paru akibat polusi udara.
Fakta ini bisa jadi menunjukan bahwa anak-anak remaja ini terpapar udara dengan kualitas buruk, selama bertahun tahun. IDAI menemukan bahwa penurunan fungsi paru-paru ini berbanding lurus dengan tingginya partikel halus PM2.5 pada udara Jakarta selama bertahun tahun.
Baca Juga:
Pemkot Tangerang Selatan Lakukan ini Untuk Memperbaiki Kualitas Udara
Para Remaja yang mengalami penurunan fungsi paru-paru ini disebabkan oleh inflamasi sistemik sejak dini. Remaja DKI Jakarta yang terpapar udara tidak sehat sehingga memicu peradangan dalam waktu yang lama.
Berpengaruh Bagi Perkembangan Kognitif Anak
PM2.5 merupakan partikel udara yang bersifat mikroskopik, memiliki ketebalan 1/30 ketebalan rambut manusia, sehingga sering kali masuk kedalam paru-paru bahkan hingga kedalam aliran darah.
Laman klikdokter yang mengutip UNICEF mengungkapkan bahwa udara yang tercemar oleh partikel PM2.5 berpotensi besar merusak sawar darah otak. Sawar darah otak merupakan membrane tipis namun dengan fungsi yang tebal yaitu melindungi otak dari berbagai zat beracun.
Paparan PM2.5 dalam jangka waktu yang panjang, bisa berdampak buruk pada perkembangan syaraf-syaraf otak, terutama yang terkait dengan perkembangan kognitif anak. Partikel PM2.5 banyak ditemukan pada gas buang kendaraan bermotor menegaskan kenapa Jakarta memiliki kualitas udara yang buruk.
Baca Juga:
Rawat Deretan Tanaman Berikut, Bantu Jakarta Bersihkan Udara
Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Anak-anak belum peka untuk menjaga Kesehatan mereka, terutama yang diakibatkan oleh buruknya kualitas udara. Karena itu orang tua memiliki peran yang sangat penting., minimal mengupayakan agar kualitas udara yang buruk tidak berdampak langsung pada Kesehatan anak-anak
Karena itu orang tua harus disiplin membantu anak untuk:
- Orang tua disarankan untuk memonitor informasi kualitas udara di sekitar tempat aktivitas anak; di rumah, di sekolah dan ditemapt tempat anak beraktivitas lainnya. Informasi ini tentu sangat membantu orang tua untuk menyesuaikan perilaku keseharian anak dengan resiko kualitas udara.
- Batasi waktu anak untuk berada disekitar area dengan tingkat polusi udara tinggi; daerah kemacetan lalu lintas misalnya. Aktivitas baru boleh dilakukan anak pada jam-jam tertentu dimana tingkat polusi sedang rendah dapat membantu mengurangi paparan.
- Jika tidak dapat menghindari aktifitas diluar rumah maka sebaiknya anak memakai masker yang nyaman dan aman untuk mengurangi paparan udara dengan tingkat polusi tinggi.
- Tanam dan merawat tanaman-tanaman di rumah, lebih baik jika tanaman yang dapat membantu memperbaiki tingkat kualitas udara. Gunakan AC dengan filter udara dan pakailah penyaring udara untuk menjaga kualitas udara di rumah.
- Hindari sedapat mungkin perilaku yang memberi sumbangsi secara langsung mencemari udara. Asap kendaraan bermotor, asap bakaran sampah dan lainnya. Karena itu berkendaraan secara bijak. Tentu sangat membantu mencegah semakin buruknya kualitas udara disekitar kita.
Baca Juga:
Bagaimana Negara Kecil Seperti Singapura Mengelola Sampahnya dengan Efektif?
Kita semua berpotensi sebagai pencemar udara. Aktifitas yang kita lakukan bisa saja membuat kualitas udara di lingkungan sekitar kita menjadi lebih buruk. Sayangnya pada saat yang sama kita semua juga menjadi korban atas kualitas udara yang buruk.
Karena itu, yang paling penting adalah mendorong diri sedemikian rupa dan aktif bergerak sebagai individu sekaligus menjadi bagian dari masyarakat untuk mempromosikan cara hidup baru bebas sampah. Termasuk sampah-sampah yang menjadi polutan yang memperburuk kualitas udara di sekitar kita.
Foto ilustrasi dibuat dengan bantuan AI
Leave a Reply