Memiliki Lima Skills ini Membuat Pekerjaanmu Tidak dapat diambil Alih oleh Robot

Bisnis
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Perkembangan teknologi ternyata tidak hanya membuat hidup manusia menjadi lebih mudah, tetapi juga mempersulit hidup manusia, terutama bagi mereka yang memiliki skill rendah.

Karena pekerjaan yang dilakukan dengan mengandalkan skill mereka, telah dapat diambil alih oleh robot. Ini menyebabkan ada 85 juta pekerjaan akan hilang dalam 5 tahun ke depan.

Pekerjaan yang hilang tersebut misalnya pekerja manufaktur seperti mereka yang terlibat perakitan, petugas pengepakan, operator pintu tol, operator tempat parkir, operator telpon, telemarketer, dan resepsionis.

Baca Juga: VUCA vs VUCA; di tengah tingginya gelombang dan derasnya arus perubahan

Selain itu, pekerjaan lain yang mulai terancam hilang misalnya kasir, pegawai bank, pekerja farmasi, bartender bahkan sopir (bus, taksi, truk), dan pilot mulai terancam hilang, dan akan segera digantikan oleh robot.

Meskipun sangat banyak pekerjaan akan hilang dari khasanah profesi manusia, namun diperkirakan akan hadir 97 juta pekerjaan baru bagi umat manusia, di mana pekerjaan tersebut hanya dapat  menjadi peluang bagi mereka yang memiliki skill tingkat tinggi.

Masalahnya adalah, skill tingkat tinggi seperti apakah yang perlu dikuasai sehingga dapat merebut peluang yang dijanjikan oleh perubahan? Berikut ini skills yang diperlukan:

  1. Skill Desainer Kurikulum

Dengan perkembangan digitalisasi di segala bidang kehidupan, sangat diperlukan orang-orang yang memiliki keterampilan teknologi untuk peningkatan keterampilan digital.

Baca Juga: Era Sinergi Manusia Dengan Robot, Siapkah Anda?

Oleh karena itu sangat diperlukan proses digital upskilling. Kecenderungan ini sudah mulai terjadi pada industri berbasis digital. Amazone, misalnya, baru-baru ini mengumumkan inisiatif senilai US$ 700 juta untuk peningkatan keterampilan digital para pekerjanya.

Selain Amazone, PwC dan IBM juga meluncurkan program upskilling dengan biaya yang lebih besar lagi yakni US$ 3 milyar, untuk tujuan yang sama.

Keberhasilan program seperti ini sangat bergantung pada orang-orang yang memiliki skill mendesain kurikulum, agar upskilling mencapai tujuan.

Orang dengan keahlian desain, pelaksanaan dan evaluasi kurikulum ini jika memiliki wawasan teknologi, sehingga dapat meramalkan arah perkembangan teknologi, agar desain proses dapat memenuhi kebutuhan industri upskilling yang diperlukan.

Baca Juga: Digitalisasi Administrasi Bisnis dan Tantangan Lembaga Pendidikan

Skill disain kurikulum sangat diperlukan dalam industri upskilling ke depan.

  1. Skill Teknologi Digital

Lulusan perguruan tinggi dengan skill teknologi digital saat ini sangat dibutuhkan. Ini terbukti dari survey global digital IQ PwC, sekitar 86 persen perusahaan dengan kinerja terbaik melaporkan kebutuhan skill teknologi digital.

Selain itu, data dari situs pencarian karir Linkedln juga melaporkan bahwa skill yang dicari para pengguna tenaga kerja di urutan paling atas  adalah mereka yang memiliki skill teknologi digital.

Baca Juga: Bukan karena Corona, Ini Penyebab PHK Massal

Dengan spesifikasi skill teknologi digital yang dicari adalah data science, teknologi penyimpanan data, pengembangan software, digital marketing, dan analisis data.

  1. Skill Pengambil Keputusan dan Komunikasi

Jika dua skills sebelumnya adalah hard skills, maka skill pengambilan keputusan dan skill komunikasi adalah soft skill yang penting.

Mereka bukan seorang spesialis terkait dua skills ini, namun mereka adalah orang yang memiliki spesialisasi, sekaligus memiliki skill pengambil keputusan dan komunikasi.

Orang dengan penguasaan dua skills ini akan sangat dibutuhkan dalam ekonomi data, artificial intelligence, cloud computing, dan pengembangan produk.

  1. Skill Analytical Thinking dan Kreativitas

Ini adalah dua soft skills berikutnya yang sangat penting. Dua skills ini juga bukan skill speasialis. Jika semua spesialis menguasai skills ini, mereka tidak hanya akan sangat efektif dalam sebuah kerangka kerja tim.

Baca Juga: Mutu Tenaga Kerja Indonesia, Revolusi Industri 4.0, Dan Antisipasi Lembaga Pendidikan

Mereka juga sangat dibutuhkan, apalagi skill spesialisasi mereka adalah data dan artificial intelligence dan cloud computing. Orang dengan skill spesialisasi ini, dengan penguasaan analytical thinking dan kreativitas sangat dibutuhkan pada industri apapun.

  1. Skill Adaptif dan Fleksibel

Perkembangan teknologi dan informasi yang sangat cepat, memicu perubahan yang sangat cepat pula dalam berbagai bidang kehidupan. Perubahan ini mengubah hampir semua aspek dalam hidup manusia.

Baca Juga : Belajar Dari Robot; Kenapa Tidak?

Perubahan ini pada gilirannya menuntut perubahan pada cara manusia bekerja. Ini menuntut fleksibilitas dan kemampuan adaptasi manusia yang terus menerus.

Oleh karena itu diperlukan keterampilan belajar yang terus menerus, yang membuat manusia memiliki skill adaptasi yang terus menerus pula.

Lulusan sekolah dengan skill adaptasi sangat diperlukan dalam semua profesi. Dan orang yang memiliki kemampuan adaptasi sangat diperlukan dalam semua industri.

Perkembangan ini memberi pesan bagi dunia pendidikan agar segera mencermati tren perkembangan baru tersebut dan melakukan penyesuaian agar lulusan sekolah selain memiliki kemampuan adaptasi, juga menguasai skill tingkat tinggi sehingga pekerjaannya tidak dapat diambil alih oleh robot.

Baca Juga: Mempersiapkan Generasi Bijak Digital

Oleh karena itu dalam proses belajar mengajar, guru harus mengurangi pengunaan pendekatan transfer pengetahuan dan memperbanyak pengajaran dengan mengunakan pendekatan konstrusi. Karena melaui pendekatan konstruksi, selain melatih kreatifitas, analitikal thingking murid juga dilatih soft skill.

Tulisan ini sebelumnya tayang di depoedu.com, kami tayangkan kembali dengan izin dari penulis / Foto ilustrasi : cnbcindonesia.com

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of