VUCA vs VUCA; di tengah tingginya gelombang dan derasnya arus perubahan

Bisnis
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Siapa yang menyangka televisi dengan kualitas dan segudang prestasi NET. TV bisa diisukan bangkrut? Atau perusahaan raksasa seperti Kodak, Nokia, Blackberry, Sony Ericsson, Uber, Toys’R’US bahkan Yahoo sekalipun terkena imbas gelombang perubahan?  Tidak hanya perusahaan-perusahaan besar itu, berbagai macam profesipun perlahan hilang menuju kepunahan.

Bisa jadi di masa depan kita tidak akan mengenal tukang pos pengantar surat, dosen, kasir, travel agen, teller bank, petugas gardu toll, ageng asuransi, telemarketing, pustakawan, tukang parkir dan developer. Di masa depan, akuntan dan penterjemahpun bisa jadi tinggal nama.

Segala hal berubah. Sebab salah satu hal yang tidak pernah berubah adalah perubahan itu sendiri.

Revolusi teknologi  yang ditandai dengan digitalisasi, Internet of Things (IoT), big data, could computing, artificial intelligence (AI), human-machin interface, teknologi robotik, sensor, penanda lokasi, pembaca sidik jari dan pengenal wajah, dan lainnya telah merambah berbagai media komunikasi, transportasi, ritel, travelling, perhotelan dan restoran, mainan anak, pendidikan, kesehatan dan perbankan. Revolusi ini bukan hanya merambah industry saja, namun juga akan merubah berbagai aspek kehidupan manusia.

Istilah yang paling tepat untuk menggambarkan revolusi bisnis yang terjadi saat ini adalah VUCA. VUCA ternyata telah membuat tunggang langgang dunia bisnis yang selama ini hanya tersihir oleh dua kata magis. Selama puluhan tahun variable dalam bisnis hanya tentang efisiensi dan evektivitas.

Volatility. Perubahan terjadi dengan pesat. Gejolak perubahan berlangsung dengan sangat cepat. Dengan skala yang sangat besar. Uncertain. Perubahan saat ini sangat sulit diprediksi. Apa yang menyebabkan suatu perubahan, dan apa akibat yang terjadi kedepan tidak dapat diduga dengan akurat. Complex. Begitu rumitnya perubahan dan terjadi pada banyak dimensi kehidupan sekaligus. Tantangan kedepan menjadi sangat rumit karena saling terkait antara satu factor dengan factor yang lain. Dan Ambiguous. Hal-hal, kejadian yang berubah menjadi sangat tidak jelas. Mata rantai akibat dari suatu perubahan sangat membingungkan. Apa yang bakal terjadi akibat dari suatu perubahan menjadi tidak jelas terlihat. Terjadi kebingungan besar akan bagaimana menghadapi perubahan.

Kini gejolak VUCA ini seolah sudah menjadi sesuatu yang normal. Ini seolah menegaskan  bahwa perubahan dalam kategori VUCA sudah menyentuh banyak aspek kehidupan manusia. Namun VUCA tidak bisa disikapi dengan sembarangan. Untuk menghadapinya diperlukan sikap dan tindakan yang juga terupdate.

Penulis buku Leaders Make the Future: Ten New Leadersihip Skills for Uncertain World (San Fransisco,2009) Bob Johansen membagi tips. Johansen mengingatkan bahwa VUCA perlu dihadapi juga dengan VUCA.

Pertama: Vision. Melawan volatility perubahan dibutuhkan visi yang kuat. Ibarat lampu mercusuar, visi akan menuntun anda pada tujuan, sehebat apapun badai dan gelombang perubahan menerpa Anda. Visi Anda harus dibangun di atas cadas dan  lebih tinggi dari gelombang perubahan. Semakin besar lampu mercusuar visi Anda, akan semakin jelas terlihat.

Visi yang besar akan lebih mudah menuntun Anda. Visi harus bisa menegaskan nilai utama dalam kehidupan. Sesuatu yang akan diperjuangkan tanpa kenal lelah. Mercusuar visi ini yang menegaskan tujuan kehidupan kita di dunia.

Kedua: Understanding. Ketika berada di puncak gelombang atau ditengah arus perubahan, kadang kita tidak tahu pasti (uncertain) akan kemana. Dengan memahami (understanding) bahwa saat ini sedang di puncak gelombang atau di tengah arus perubahan membuat kita lebih siap. Pemahaman yang baik dan benar akan mendorong setiap orang bersiap sedia menghadapi gelombang yang tinggi, mengantisipasi arus yang akan menghempas ke arah mana.

Pemahaman yang menyeluruh dan kuat, mendatang kan keyakinan bahwa dibalik gelombang dan derasnya arus perubahan ada maha luas lautan peluang yang dapat diarungi. Pemahaman ini membantu untuk menjawab; apakah gelombang dan arus perubahan akan menghantar anda ketepi pantai visi atau mendamparkan Anda ke pulau antah berantah.

Pemahaman datang dari pembelajaran tiada henti. Maka mengupgrade diri dengan belajar banyak hal baru menjadi syarat utama menghadapi ketidak pastian perubahan.

Berikutnya: Clarity. Tingginya gelombang dan derasnya arus, bisa mengaburkan pandangan Anda dari mercusuar visi. Kejelasan dalam memilih metode, strategi dan taktik memungkinkan Anda menyesuaikan diri dengan tinggi gelombang dan derasnya arus perubahan.

Meminjam Jakob Utama, “pasti dalam prinsip, lentur dalam cara”. Jangan memindahkan mercusuar visi Anda ditengah tingginya gelombang dan derasnya arus perubahan. Jangan kompromi dengan visi Anda apapun perubahan yang terjadi. Tapi bersikaplah luwes dan fleksibel dalam cara untuk menyiasatinya.

Perubahan saat ini memang kompleks dan rumit. Ketajaman dan kejelasan dalam menemukan kusutnya berbagai dimensi perubahan memungkinkan kerumitan itu bisa runtut diurai satu demi satu.

Terakhir; Agility. Perubahan yang terjadi saat ini memang membingungkan (ambiguous). Karenanya sikap luwes dan fleksibel tidak cukup untuk membawa kita keluar dari kepungan gelombang dan arus perubahan. Kelincahan dalam akselerasi ditengah gelombang perubahan sangat dibutuhkan untuk merespon situasi ambigu dari perubahan. Akselerasi ini membuat tidak ketinggalan, minimal menyelaraskan kecepatan Anda dengan arus perubahan. Mungkin arah perlu diubah jika gelombang terlalu tinggi atau arus perubahan yang terlalu deras.

Barangkali juga mesti menyesuaikan percepatan Anda. Melambat atau menjadi lebih cepat sangat tergantng pada pemahaman (Understanding) dan kejelasan (Clarity) terhadap perubahan dengan tetap focus pada mercusuar visi Anda.

Pada akhirnya, meminjam pengide evolusi Charles Darwin. Bahwa “it is not the strongest of the species that survives, nor the most intelligent, but the one most responsive to change”. Tidak peduli berapa besar asset perusahan Anda, atau sebanyak apa pakar dalam team kerja Anda, selama tidak tanggap terhadap perubahan, gelombang itu akan menggulung dan menenggelamkan Anda kedalam palung paling dalam perubahan. Menghapus dari peradaban. (Disarikan dari berbagai sumber).

Sebarkan Artikel Ini:

2
Leave a Reply

avatar
2 Discussion threads
0 Thread replies
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] Baca Juga: VUCA vs VUCA; di tengah tingginya gelombang dan derasnya arus perubahan […]

trackback

[…] Baca Juga: VUCA vs VUCA; di tengah tingginya gelombang dan derasnya arus perubahan […]