Menuju Kedaulatan Vaksin Corona

Nasional
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Vaksinasi menjadi metode yang dianggap paling efektif untuk mencegah penularan virus corona, saat ini. Karenanya di seluruh dunia saat ini sedang digalakan vaksinasi corona. Tak terkecuali Indonesia.

Sejak 13 Januari lalu, vaksin corona kini telah diberikan kepada ratusan ribu orang. Tenaga kesehatan jadi prioritas. Merekalah garda terdepan, dalam perang besar melawan corona.

Vaksin Corona yang telah diberikan, berasal dari luar negeri. Diketahui, Indonesia memesan vaksin dari banyak produsen. Mulai dari AstraZeneca-Oxford, Sinopharm, Moderna hingga Novavax. Juga ada Pfizer-BioNTech dan Sinovac.

Baca Juga: Wabup Agus Boli; 1.900-an Tenaga Kesehatan Flotim Divaksin Corona Bulan Februari 2021

Sinovac sedikit berbaik hati. Menyuplai bahan baku untuk Bio Farma, agar dapat diproduksi di dalam negeri.

Di tengah upaya vaksinasi itu, kita patut berbangga. Jalan menuju kedaulatan vaksin telah dirintis. Lebih lagi, ada dua sekaligus, dengan dua metode pengembangan vaksin yang berbeda. Vaksin JogloSemar yang kini mengganti nama jadi VAksin Nusantara. Juga ada Vaksin Merah Putih.

Vaksin Merah Putih

Vaksin ini, bukan oleh satu pengembang. Ia adalah nama dari sekelompok kandidat vaksin. Tepatnya 7 vaksin yang dikembangkan oleh 7 lembaga berbeda. Mulai dari bibit hingga pengembangannya dilakukan di Indonesia.

Lembaga-lembaga ini di bawah naungan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN).

Baca Juga: Selain Sinovac, Ini deretan Vaksin yang juga dipesan Pemerintah

Vaksin Merah Putih dikembangkan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) lewat Platform Vector Adenovirus. Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI); ketiganya menggunakan platform : Protein recombinant.

Universitas Indonesia (UI) menggunakan platform DNA, mRNA dan Virus-like-particles. Universitas Airlangga (Unair) menggunakan Adenoverius dan Adeno-Associated Virus – Based. Sedangkan Lembaga Biologi dan Molekuler Eijikman menggunakan platform Sub-unit protein rekombinan (mamalia) dan Sub-unit rekombinann (yeast).

Untuk bisa digunakan, Vaksin Merah Putih masih butuh jalan panjang. Minimal haruis melewati berbulan bulan fase Uji Klinis. Jika sudah siap nanti Vaksin Merah Putih akan digunakan untuk program vaksinasi ulang.

Karena dikembangkan lokal, tentunya akan jauh lebih murah. Namun lebih dari itu vaksin Merah Putih  dan vaksin Nusantara adalah jalan menuju kedaulatan vaksin.

Baca Juga: Harapan Baru Pengobatan Corona

“Harapannya, vaksin Merah Putih akan memberikan kemandirian vaksin kedepannya, tanpa impor” kata Menristek Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro seperti dikutip deti.com (19/02/2021).

Vaksin Nusantara.

Jika Vaksin Merah Putih dikembangkan oleh konsorsium di bawah Kemenristek/BRIN, maka Vaksin Nusantara dikembangkan oleh Universitas Diponogoro (Undip) – Semarang bersama PT Rama Emerald Multi Sukses (Rama Pharma), dan atas kerjasama dengan AIVITA Biomedical Inc dari Amerika Serikat.

Vaksin Nusantara digagas pada akhir tahun lalu, oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto saat masih menjabat, dengan dukungan dana dari Litbangkes – Kementerian Kesehatan.

Vaksin Nusantara dikembangkan dari sel dendritic. Sel dendritic adalah sel-sel yang mengandung antibody. Vaksin kebanyakan berasal dari virus yang dilemahkan kemudian disuntikan kedalam tubuh. Di dalam tubuh vaksin bertemu dengan sel dendritic kemudian membentuk antibody.

Antibodi yang telah terbentuk diharapkan dapat secara spesifik menangkal virus yang menyerang seseorang.

Baca Juga: Siapa Yang Diprioritaskan Untuk Mendapat Vaksin Corona?

Sementara, vaksin Nusantara mengambil sel dendritic dalam darah dari dalam tubuh seseorang, kemudian diberi antigen virus corona, dibiakan untuk mendapatkan antibody kemudian disuntikan kembali ke orang tersebut.

Vaksin Nusantara bersifat individualis. Artinya hanya darah orang yang telah diambil dan dikembang-biakan antibody yang menerima vaksin itu. Antibody orang A tidak bisa diberikan kepada orang lain. Ini menjadi kelemahan Vaksin Nusantara. Ia tidak dapat diproduksi masal kemudian diberikan masal pula.

Namun Vaksin Nusantara juga memiliki keunggulan lain karena bisa diberikan kepada orang yang memiliki penyakit bawaan atau penyakit penyerta (komorbid). Ini berarti Vaksin Nusantara bisa menjadi pelengkap bagi vaksin lain.

Baca Juga:  Jika Punya Kondisi Ini, Anda tidak Mungkin Divaksin Corona

Jika Vaksin lain tidak aman diberikan kepada mereka yang memiliki penyakit berat maka vaksin Nusantara bisa. Vaksin Nusantara juga diyakini bisa memberi kekebalan pada seseorang seumur hidupnya.

Terlepas dari berbagai kelemahan, pada akhirnya keduanya harus melewati tahapan panjang uji klinis, hingga dinyatakan aman digunakan oleh otoritas terkait, baik dalam negeri maupun otoritas kesehatan internasional.

Lebih dari itu vaksin Merah Putih dan vaksin Nusantara adalah sama-sama produksi dalam negeri. Maka keduanya adalah bentuk kedaulatan negara dan bangsa ini atas vaksin corona.

Foto: disway.id

Sebarkan Artikel Ini:

4
Leave a Reply

avatar
4 Discussion threads
0 Thread replies
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] Ayo Baca: Menuju Kedaulatan Vaksin Corona […]

trackback

[…] Baca Juga: Menuju Kedaulatan Vaksin Corona […]

trackback

[…] Baca Juga: Menuju Kedaulatan Vaksin Corona […]

trackback

[…] Baca Juga: Menuju Kedaulatan Vaksin Corona […]