Selain Sinovac, Ini deretan Vaksin yang juga dipesan Pemerintah

Nasional
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Berdasarkan hasil survey, seperti dilansir kontan.co.id (06.01.2021) bahwa ada indikasi penurunan motivasi untuk mematuhi protocol kesehatan. Masyarakat tidak lagi disiplin menerapkan 3M. Memakai masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan.

Jika kelalaian menerapkan protokol kesehatan ini menjadi penyebab semakin banyaknya jumlah kasus harian korona, maka benar saja. Dalam tiga hari ini rekor penambahan kasus corona selalu terpecahkan.

Tanggal 6 Januari, tercatat 8.864 penambahan kasus baru, menjadi 9.321 pada hari kemarin. Dan hari ini terjadi lonjakan penambahan lebih dari 1000 kasus dibandingkan kemarin. 10.617 kasus corona baru tercatat hari ini.

Jumlah kasus positif selalu bertambah setiap hari, diikuti jumlah kematian yang tidak menurun, sementara kesadaran masyarakat menerapkan protocol kesehatan semakin hari semakin minim.

Fakta ini jika tidak diantisipasi secara serius maka Covid-19 bisa saja semakin meluluhlantakan banyak dimensi kehidupan masyarakat. Rencana sekolah tatap muka bulan Januari ini sudah dibatalkan. Pembatasan Sosial kembali diterapkan. Ini tentu berdampak buruk pada ekonomi masyarakat. Beban pemerintah semakin besar.

Ayo Baca Juga: Upaya Pemerintah Mencegah Ekonomi Luluh Lantak Akibat Corona

Di tengah berbagai hal itu vaksinasi menjadi pilihan yang paling tepat dalam upaya memerangi corona saat ini. Ketersediaan vaksin dalam jumlah yang banyak, dalam berbagai varian harga adalah hal positif yang patut disukuri.

Berikut vaksin yang dipesan pemerintah dari berbagai produsen.

Pertama: Vaksin Sinovac (CoronaVac) buatan Sinovac Biotech Ltd, yang berbasis di Beijing China. Selain di Indonesia, uji klinis vaksin Sinovac atau CoronaVac sudah dilakukan di Bangladesh, Turki, dan Brasil.

Tidak hanya Indonesia, Vaksin Sinovac juga telah dipesan oleh Brasil, Bolivia dan Chile. Vaksin Sinovac digunakan juga di China dan Hongkong. Filipina, Thailand dan Singapura juga memesan vaksin ini. Begitu juga dengan Bangladesh, Turki dan Ukraina.

Dari produsen ini Indonesia telah memesan 125,5 juta dosis, secara bertahap. Saat ini Indonesia telah menerima 3 juta dosis dan telah didistribusikan ke berbagai provinsi di Indonesia.

Kedua: Vaksin Novavax. Vaksin ini adalah buatan Novavax Inc yang berbasis di Maryland – Amerika Serikat. Kompas.com(03.01.2021) menulis bahwa vaksin berbasis protein virus corona yang dikenal dengan nama  NVX-CoV2373.

Ayo Baca Juga: Siapa Yang Diprioritaskan Untuk Mendapat Vaksin Corona?

 Vaksin ini dibuat dengan menggunakan teknologi nanopartikel untuk menghasilkan antigen yang berasal dari protein lonjakan virus corona dengan bahan tambahan Matrix-M.

“Meski berasal dari urutan genetic SARS-CoV-2, NVX-CoV2373 mengandung antigen protein yang dimurnikan dan tidak dapat bereplikasi, serta tidak bisa menyebabkan infeksi Covid-19”, tulis kompas.com lebih lanjut.

Vaksin ini aman disimpan pada suhu lemari es dan dapat bertahan dalam suhu tersebut selama 3 bulan. Dari Novavax Inc Indonesia memesan 50 juta dosis. (kontan.co.id)

Ketiga: AstraZeneca. Vaksin AstraZeneca merupakan hasil kolaborasi Universitas Oxford dan AstraZeneca. AstraZeneca sendiri adalah raksasa farmasi hasil merger perusahaan Astra AB yang berbasis di Swedia dengan Zeneca Group PCL Inggris.

Seperti diberitakan kompas.com (20/11/2020) Vaksin AstraZeneca adalah modifikasi dari adenovirus simpase untuk menghasilkan protein yang sama seperti protein yang diproduksi oleh Covid-19 di dalam tubuh manusia. Artinya vaksin ini dibuat dari virus flu biasa yang menyebabkan inveksi pada simpase, dimana virus tersebut sudah dilemahkan.

Karena protein yang dihasilkan sama seperti ketika seorang terserang Covid-19 maka vaksin ini akan membuat tubuh memproduksi antibody yang sama untuk menangkal Covid-19.

Ayo Baca Juga: Corona di Tanah Air Bisa Bertahan Hingga Tahun Depan

Vaksin AstraZeneka juga aman disimpan dalam suhu kulkas sekitar -8 hingga -2 derajat celcius dan dapat bertahan selama 60 bulan lamanya. Dari perusahaan berbasis di Inggris ini Indonesia memesan 50 juta dosis (kontan.co.id/06/01/2021).

Keempat: Vaksin Pfizer/BioNTech. Vaksin ini dikembangkan menggunakan teknologi messenger RNA (mRNA) oleh dua raksasa farmasi; Pfizer-Amerika Serikat dan BioNTech milik Jerman. Cara kerjanya adalah ketika disuntikan  vaksin ini memicu sel tubuh menusia untuk melepaskan system imun.

Walaupun efektifitasnya telah diuji klinis namun karena harus disimpan dalam suhu minus 70 derajat celcius maka sulit untuk didistribusikan pada negara-negara yang tidak memiliki infrastruktur kesehatan yang memadai.

Dari perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat ini, seperti dilansir kontan.co.id (06.01.2021) Indonesia memesan 50 juta dosis.

Ayo Baca Juga: Mengapa Harus Sinovac?

Kelima: COVAX/Gavi. Selain dari empat produsen ini, Indonesia telah mengajukan 108 juta dosis vaksin ke COVAX Facility/Gavi.  Dari laman indonesiabaik.id diperoleh informasi bahwa COVAX Facility adalah program kerjasana untuk penanggulangan Covid-19 melalui colaborasi mempercepat penelitian, produksi dan akses setara atas Vaksin Covid-19.

Fasilitas ini dikelola bersama Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI), Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Koalisi Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI). Hingga 10 Oktober 2020, sudah ada 171 negara yang bergabung dalam program dengan target menyediakan 2 milyar vaksin hingga akhir tahun 2021 ini.

Semoga vaksinasi ini menjadi cara Indonesia dan dunia untuk segera pulih dari Covid-19.

Disarikan dari berbagai sumber onlie. Ilustrasi dari europeanpharmaceuticalreview.com diambil di wartakota.tribunnews.com

Sebarkan Artikel Ini:

1
Leave a Reply

avatar
1 Discussion threads
0 Thread replies
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] Baca Juga: Selain Sinovac, Ini deretan Vaksin yang juga dipesan Pemerintah […]