Perempuan (Ina Wae) Adonara Adalah Berkat

Kearifan Lokal
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – “Jika ada rejeki dalam pekerjaan, sisihkan sedikit untuk mamamu, saudarimu atau saudari bapakmu”. Karena ina (ibu) dan bine (saudari) adalah kekuatanmu. Jangan lupakan mereka agar dalam bekerjapun engkau tidak mudah putus asa dan selalu ada jalan baik, jalan keluar di setiap persoalan yang dihadapi”.

Demikian sepenggal pesan bijak dari orang tua untuk setiap laki-laki (ama lake) Adonara yang berangkat kerja ke tempat atau daerah lain. Pesan ini mengandung makna bahwa ina wae (perempuan) Adonara adalah berkat bagi kehidupan.

Karena Ina Wae (perempuan) Adonara adalah Berkat, maka Ina Wae Adonara Ina Wae yang bewelin (mahal), mulia, sakral (keramat) dan utuh.

Advertorial : Pendaftaran Online  melalui link berikutSMA Surya Mandala dan SMK Surya Mandala  – Untuk Informasi lengkap klik : Sekolah Surya Mandala

Bahwa perempuan Adonara adalah perempuan “mahal” karena mahar atau belisnya yang tiada tandingnya yaitu gading gajah, karena ia adalah berkat yang mengandung, melahirkan dan merawat kehidupan.

Bahwa perempuan Adonara adalah perempuan yang mulia, “sakral” mulai dari ujung rambut hingga ujung kakinya dia adalah berkat yang “menyucikan” setiap tutur kata dan tindak tanduk setiap orang terutama kaum Adam (laki-laki=ama lake).

Baca Juga: Jejak Peradaban Perempuan Adonara Dulu dan Sekarang

Dan ini bisa dilihat dari sanski atau kadang ada pertumpahan darah ketika ada laki-laki yang memaki, membuat ekor rambut atau sarung perempuan Adonara terlepas.

Mengapa ina wae Adonara menjadi sedemikian “sakral”, mahal dan utuh? Karena dia diberkati dan menjadi berkat yang memberikan kehidupan dan sekaligus menjadi peneguh dan penguat cinta.

Saya bisa menganalogikan kedudukan martabat seorang ina wae dengan barang-barang suci di dalam Gereja yang menjadi kudus dan sakral karena diberkati dan mengalirkan berkat.

Seorang yang dengan sengaja dan sadar merusak atau melecehkan barang-barang kudus, melakukan dosa yang disebut sebagai dosa skrilegi dan salah satu sanksinya adalah ekskomunikasi (dikucilkan hak-haknya sebagai anggota Gereja).

Dalam konteks ina wae Adonara, barangsiapa melecehkan ina wae Adonara juga mengalami sanksi atau denda berupa gading atau juga pengucilan.

Baca Juga: Mahar Gading Gajah lambang “Harga Diri” Perempuan Lamaholot?

Maka dalam hal ini tindakan melecehkan ina wae Adonara juga merupakan sebuah tindakan “sakrilegi” terhadap ina wae Adonara yang adalah “sakral” karena diberkati dan menjadi berkat yang melahirkan kehidupan.

Ina Ata Wai Matan (Ibu Adalah Mata Air)

Saya berani mengatakan bahwa ina wae Adonara adalah berkat yang mengalirkan kehidupan tidak terlepas dari satu sapaan “sakral” yang sudah menjadi keyakinan dalam diri masyarakat Adonara bahwa peran ina wae Adonara dalam setiap aspek kehidupan sangat penting dan memiliki nilai “keselamatan” dalam peradaban masyarakat Adonara baik bagi yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia.

Ina wae Adonara menjadi mata air berkat yang mengalirkan kehidupan dan memberikan kehidupan. Ina wae Adonara yang adalah mata air berkat menjadi susu kehidupan.

Maka belis yang diberikan bukan sekedar sebagai bayaran atas air susu seorang ina wae lebih dari itu adalah sebuah penghargaan atas pengorbanan dan cintanya.

Ina wae Adonara adalah wai matan karena rahimnya yang adalah simbol tanah melahirkan kehidupan baru bagi setiap insan Adonara.

Sebagai Ina ata Wai Matan, Ina wae Adonara juga menjadi berkat keselamatan menurut paham dan kepercayaan adat masyarakat Adonara bagi yang mereka yang sudah meninggal dunia.

Baca Juga: Virginitas Jadi Ukuran Kehormatan Perempuan?

Hal ini nampak dalam ritual bailake ketika ada peristiwa kematian. Seorang ina, duduk tepat di kepala jenasah, memberikan “berkat” (ohon hebo) kepada jenasah dan “mendadani” agar perjalanan sang arwah menuju ke alam abadi tidak ada satu halangan apapun dan dengan wajah yang segar (aen bewela).

Ina wae Adonara sebagai Ina ata wai matan yang mengalirkan berkat juga nampak dalam setiap ritual adat apapun yang dilakukan oleh paman (opu), dimana seorang ina atau bine weruin yang berhaak duduk di rie hikun (altar adat) dan menjadi orang pertama yang membagikan nasi dan memberi makan kepada lelulur di “altar” adat tersebut.

Kelimpahan makanan baik itu nasi maupun daging dan nasi serta daging tidak rusak dalam upacara yang dilaksanakan sangat bergantung dari peran ina atau bine yang duduk di sana.

Ina atau bine yang duduk di sana menjadi berkat agar “watam di noon raine, ewanem akene kuran” (nasi berlimpah dan tidak kekurangan daging) atau “watam akene heman, ewanem akene waun” (nasi tidak rusak dan daging tidak membusuk).

Ina wae Adonara adalah Berkat merupakan bagian terpenting dari peradaban perempuan Adonara yang tidak pernah akan hilang dan lenyap sampai kapanpun.

Peradaban perempuan Adonara tetap bernilai sebagai berkat ketika kita semua tetap menyadari bahwa keberadaan kita semua di dunia ini berasal dari satu berkat yaitu rahim ina wae.

Oleh karena itu sebagai seorang imam Katolik asal Adonara, mengusulkan kepada Gereja Lokal Keuskupan Larantuka untuk juga memasukan nilai, spiritualitas dan peradaban perempuan Lamaholot dalam hal ini Adonara dalam setiap kursus persiapan hidup berkeluarga ata kursus persiapan perkawinan agar martabat perempuan Adonara sebagai berkat selalu dijaga, dirawat dan dijunjung tinggi oleh laki-laki sebagai pasangannya. (Saksikan juga lewat akun youtube Ata Adonara : diskusi Epu Orin menyoal Jejak Peradaban Perempuan Adonara Dulu dan Sekarang

(Foto: Memperkenalkan Peradaban Perempuan Adonara sebagai Berkat melalui tenun (neket tane) kepada wisatawan dari Philipina di Desa Keluwain – Klubagolit)

Manila: 23 Juni 2020

Sebarkan Artikel Ini:

2
Leave a Reply

avatar
2 Discussion threads
0 Thread replies
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] Baca Juga: Perempuan (Ina Wae) Adonara Adalah Berkat […]

trackback

[…] Baca Juga: Perempuan (Ina Wae) Adonara Adalah Berkat […]