Humanis di tengah Wabah COVID-19

Budaya
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Mata adalah salah satu  sumber untuk menghubungkan pikiran dan hati nurani atas apa yang telah dilihat atau dialami. Mata adalah pintu untuk keluar sekaligus untuk masuk dalam dunia.

Bersama alat indra yang lain, mata menghubungkan kita dengan setiap rangsangan kejadian dari lingkungan.  Kebanyakan tindakan kita adalah  bagaimana kita bereaksi terhadap rangsangan yang kita alami dari lingkungan kita.

Pernahkah Anda melihat ada orang yang pingsan? Ya… kebanyakan mungkin pernah. Lalu apa yang Anda lakukan? Apa yang akan Anda lakukan jika melihat ada orang yang pingsan di tengah virus corona yang meresahkan masyarakat dunia saat ini?

Baca Juga: Cahaya Menyeruak di tengah Kelam Corona

Apakah Anda akan membantu? Atau Anda  akan mengabaikannya? Menolong atau tidak, dalam situasi seperti ini kelihatannya menjadi perang antara pikiran dan hati nurani.  Berada pada situasi sekarang di tengah virus  yang meresahkan masyarakat dunia, tentunya membuat kita lebih berhati-hati.

Banyak juga yang tentunya menolong dan banyak juga yang tidak menolong karena ada sesuatu yang lain sehingga belum cukup kesempatan.

Faktanya bahwa kita perlu stay at home, jaga jarak satu sama lain, selalu mencuci tangan, mengurangi aktivitas jika melibatkan banyak orang, menggunakan masker dan hindari berjabat tangan. Semua itu dilakukan tentunya untuk alasan keselamatan karena virus ini sangat mengerikan.

Saat itu, saya bisa saja mengabaikannya. Sama seperti kebanyakan orang di sekitar situ. Begitu ia terjatuh dari motor semua lantas reflex melihat. Apalagi itu bukan akibat kecelakaan.

Baca Juga: Corona dan Mahasiswa Perantau Yang Terjebak Rindu Kampung Halaman

Faktanya bahwa ia pingsan. Pada waktu menjelang buka puasa, belum lama ini, tidak jauh dari kampus kami di Paingan – Yogyakarta. Orang-orang, apalagi lokasinya tepat di depan sebuah minimarket, banyak berada di sekitarnya.

Kebanyakan dari mereka mengabaikan. Ini jelas  terlihat saat mereka memalingkan mata, seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Lantas apakah mereka salah? Belum tentu! Belum tentu mereka salah! Tidak lain adalah alasan realistis, bahwa keselamatan pribadi tentunya sangat penting.

Bagaimana kalau ia terjatuh karena corona atau bagaimana kalau ia positif corona? Mungkin saja iya, tapi mungkin saja tidak. Lantas apakah semua mengabaikan? Tentu tidak! Namun apakah pasti akan ada orang yang menolong?

Lalu, apakah orang yang menolong ini salah? Tentu juga tidak, tapi proses menolong, prosedur menangani, seperti apa, itulah yang terpenting.

Ketakutanku akan corona,apalagi  tanpa pengetahuan memadai bagaimana menolong orang yang jatuh, tiba-tiba mencuat muncul di kepala. Apakah harus dibiarkan saja ia tergeletak? Ataukah menolongnya?

Mengabaikan orang pada kejadian seperti ini  jika diteruskan, bukankah akan sangat mengerikan bagi kemanusiaan ke depannya? Benar bahwa tidak mudah bertindak menolong seorang yang sakit di tengah wabah corona. Ada resiko tertular jika ia positif.

Baca Juga: Berhasil mengatasi Corona, Inovasi apa yang dilakukan kota di Italia ini?

Pada situasi seperti ini dorongan kemanusiaan kitalah yang menjadi pembeda bagaimana kita bereaksi terhadap rangsangan yang kita terima dari lingkungan.

Banyak orang tentunya akan menjadi kurang bahkan kehilangan kepekaannya hanya karena mengedepankan ego kemudian menjadikan corona sebagai alasan. Jangan sampai kita kehilangan sisi humanis kita.

Solusi yang tepat adalah tentu menolong orang tersebut yakni dengan segera menghubungi pihak terkait dalam hal ini petugas kesehatan untuk datang membantu.

Akan tetapi jika dorongan hati nurani untuk menolong secara langsung tentu baik adanya. Namun gunakanlah alat pelindung diri, minimal masker. Kemudian sekembalinya setelah menolong, bersegeralah untuk mandi, cucilah pakaian yang dikenakan tadi dan jaga kondisi kesehatan dengan  mengkonsumsi vitamin. ( Penulis adalah Mahasiswa Prodi Bimbingan Konseling – FKIP – Universitas Sanata Dharma Yogyakarta)

(Tulisan ini sebelumnya tayang di depoedu.com, kami tayangkan kembali dengan izin dari penulis.  Foto Ilustrasi Orang Pingsan di Jalan – Okezon.com)

Sebarkan Artikel Ini:

2
Leave a Reply

avatar
2 Discussion threads
0 Thread replies
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] Baca Juga : Humanis di tengah Wabah COVID-19 […]

trackback

[…] Baca Juga: Humanis di tengah Wabah COVID-19 […]