Pemilik “Anggur Merah” Kini Kembali Ke Kebun Anggur Surgawi

Tokoh
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com  – Mengawali karirnya sebagai guru, kemudian penggiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ini  pun, kemudian terjun menjadi politisi. Setelah reformasi 1998, ia bergabung dengan PDI Perjuangan seiring dengan semakin menguatnya figur Megawati Soekarno Putri.

Banyak kalangan beranggapan bahwa ia merupakan “anak emas” Megawati Soekarno Putri. Kedekatan keduanya bisa dilihat dari tampilnya ia beberapa kali direstui menjadi pimpinan sidang pada konggeres PDI. Termasuk ketika sidang untuk memilih ketua umum.

Sebagai kader partai, kedekatnnya dengan ketua umum ia buktikan lewat karir politiknya. Setahun setelah reformasi, ia terpilih menjadi salah seorang anggota DPRD Provinsi NTT.

Baca Juga: Menerjemahkan Wacana Gubernur NTT soal Calon Sarjana Peternakan Harus Punya 25 ekor Sapi

Jabatannya di DPRD pun luar biasa benderang. Oleh partainya ia didapuk menjadi wakil ketua DPRD Provinsi NTT tahun 1999 hingga 2003.

Tahun 2003, partainya merestui ia mendampingi Piet A Talo sebagai wakil gubernur NTT periode 2003 hingga 2008. Lima tahun sebagai wakil gubernur, ia kemudian terpilih sebagai gubernur NTT pada dua pemilu berturut-turut.

Tahun 2008, berpasangan dengan Eston L Foenay mereka kemudian terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur NTT periode 2008-2013,  kemudian terpilih lagi menjadi gubernur NTT berdampingan dengan  Benny Litelnoni untuk periode 2013 – 2018.

Baca Juga: NTT Masuk 5 Besar Provinsi dengan Penduduk Miskin Terbanyak, namun Nomor 1 dalam Persentase

Tahun 2010, bertepatan dengan HUT Provinsi NTT ke 53 tanggal 20 Desember 2010, ia meluncurkan sebuah program untuk rakyat NTT.

Sesuai dengan namanya, program  Anggaran Untuk Rakyat Menuju Sejahtera (Anggur Merah), bertujuan untuk memberdayakan masyarakat NTT menuju kesejahteraan keluarga dari sisi ekonomi.

Lima tahun kemudian, dengan bertambahnya 589 desa dari 21 kabupaten kota, pada tahun 2015 total dana Anggur Merah telah diterima oleh 2.069 dari 3.270 desa di NTT. Program Anggur Merah sedikit banyak telah memberi kotribusi positif membangun ekonomi masyarakat NTT dari desa.

Sebagai provinsi kepulauan , NTT tidak hanya majemuk dari sisi keberagaman budaya. NTT juga merupakan profinsi yang sangat majemuk dalam agama dan aliran kepercayaan.

Baca Juga: NTT : Nusa Toleransi Tinggi

Ketika memimpin NTT, yang sering diplesetkan sebagai “Nusa Toleransi Tinggi”, pada akhit tahun 2015, ia mendapat penghargaan dari Kementerian Agama berkat perannya memperkuat semangat toleransi di NTT.

Pada momen malam Anugerah Kerukunan Umat Beragama, akhir tahun 2015, ia dinobatkan sebagai gubernur pertama yang mendapatkan penghargaan serupa.

Ia beranggapan bahwa Provinsi NTT bisa menjadi harapan baru bagi kerukunan antar umat beragama di tengah berbagai persoalan intoleransi baik di Indonesia maupun di dunia.

Sebelumnya, pada bulan Agustus di tahun yang sama, ia menerima  tanda kehormatan “Bintang Tanda Jasa Utama”untuk bidang koperasi dari Presiden Joko Widodo.

Baca Juga: “ketjilbergerak” dan Eposdigi ‘Dorong’ Komunitas Orang Muda Bangun NTT

Hari ini, pemilik Anggur Merah itu, telah kembali menuju Kebun Anggur Abadi di Surga. Dan dari alam keabadiannya, kita berharap ia terus mendoakan kita agar Turbin Listrik Arus Laut Selat Gonsalu, yang ia inisiasi, segera terwujud.

Selamat Jalan Ama Frans Lebu Raya.

Foto dari Facebook

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of