Antara Rendahnya Gaji Guru, Buruknya Kesejahteraan Guru dan Kemauan Politik Penguasa

Nasional
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Hingga saat ini, negara di dunia yang berani memberi gaji guru tinggi adalah negara-negara di Eropa Barat dan Nordik.

Menurut data World Population Review seperti dilansir kompas.com, Luksemburg adalah negara yang paling tinggi menggaji gurunya. Di sana, gaji awal guru Sekolah Dasar mencapai 70.000 dollar AS atau sekitar 1,1 miliar rupiah per tahun. 

Angka ini akan terus meningkat seiring masa kerja dan capaian jenjang pendidikan baru, hingga mencapai 120.000 dollar AS atau sekitar 2 miliar rupiah per tahun bagi guru senior.

Baca Juga : 

Perbaikan Kesejahteraan Guru Hanya Menunggu Kemauan Politik Dari Para Politisi

Sementara Jerman menerapkan skema kenaikan gaji bertahap. Guru berpengalaman di Jerman per bulan bisa mendapatkan 4.000 dolar AS, atau sekitar 67 juta rupiah.

Tiga negara lain yang masuk daftar lima besar gaji tertinggi adalah Denmark, Austria, dan Belanda. Di tiga negara ini, gaji guru Sekolah Dasar berkisar antara 48.000 dollar AS hingga 53.000 dollar AS.

Atau sekitar 807 juta hingga 891 juta rupiah per tahun. Di luar negara negara itu, ada lagi lima negara lain yang juga menggaji gurunya tinggi.

Negara tersebut adalah Australia sekitar 46.333 dollar AS setara dengan 807 juta rupiah setahun. Berikutnya adalah Turki sekitar 46.333 dollar AS setara dengan 779 juta rupiah per tahun.

Baca Juga : 

Kesejahteraan Guru Hendak Diupayakan Melalui Revisi UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003

Tiga negara berikutnya adalah Amerika Serikat, Spanyol, dan pada urutan kesepuluh adalah Norwegia. 

Gaji guru di Amerika Serikat adalah 44,992 dolar AS, setara dengan 757 juta rupiah per tahun. Urutan berikutnya adalah Spanyol sebesar 44.650 dollar AS atau setara dengan 751 juta rupiah per tahun.

Pada urutan ke-10 adalah Norwegia sebesar 43.108 dollar AS atau setara dengan 725 juta rupiah per tahun. 

Angka besaran gaji guru di atas adalah gaji guru SD. Gaji guru SMP dan SMA cenderung lebih tinggi dari jumlah yang tertera di atas. Setiap tahun, kenaikan gaji guru di negara-negara tersebut dipengaruhi oleh prestasi kerja, kualifikasi akademik, dan masa kerja.

Baca Juga : 

Meneropong Kesejahteraan DPR versus Honor Guru

Umumnya negara negara ini memiliki anggaran pendidikan besar dan pengakuan tinggi akan profesi guru.  Di samping itu, mereka memposisikan pendidikan sebagai investasi jangka panjang, sehingga pemerintahnya berani mengalokasikan anggaran besar untuk sektor pendidikan, termasuk untuk gaji guru. 

Ini merupakan salah satu faktor yang membuat mutu pendidikan di negara-negara ini tinggi, sehingga dapat menopang kemajuan dan pertumbuhan negara-negara ini menjadi negara maju dan makmur. Sektor pendidikan bagi mereka dijadikan landasan untuk mengupayakan pertumbuhan dan kemajuan yang berkesinambungan. 

Baca Juga : 

Syarat Menjadi Guru Semakin Berat, Harus Lulus Pasca Sarjana. Bagaimana Kesejahteraannya?

Bagaimana dengan Indonesia? 

Hingga kini kesejahteraan guru di Indonesia masih memprihatinkan. Guru baru di sekolah negeri dengan status sebagai pegawai negeri digaji 4.5 juta rupiah perbulan. Sementara guru honorer di sekolah negeri digaji sangat rendah, bahkan hanya ratusan ribu sebulan.

Sementara guru di sekolah swasta masih jauh di bawah angka yang diterima oleh guru baru di sekolah negeri, tetapi tergantung sekolah swastanya.

Ada swasta yang bisa mengaji gurunya lebih baik dari sekolah negeri, namun banyak pula sekolah swasta yang belum memberikan gaji yang layak bagi gurunya. 

Oleh karena itu, untuk bertahan hidup, banyak guru harus melakukan pekerjaan lain setelah mengajar, mulai dengan memberikan les tambahan, hingga ojek online.

Baca Juga : 

Integritas atau Gaji? Dilema Profesi Guru di Indonesia dalam Bayang-Bayang Pinjaman Online

Sehingga fokus mereka tidak sepenuhnya pada profesi mereka. Situasi ini berdampak pada mutu pengajaran mereka, dan pada mutu pendidikan secara umum. 

Lebih dari itu, profesi guru menjadi profesi yang tidak menarik. Guru menjadi figur yang kurang dihargai baik oleh murid maupun oleh orang tua mereka. Kasus guru dipukul murid di Jambi beberapa waktu lalu, guru dilaporkan oleh orang tua murid, adalah dampak langsung dari situasi. 

Semua ini membuat profesi guru tidak menarik bagi anak muda berbakat dan cerdas untuk memilih profesi guru sebagai profesi yang mereka tekuni. Dalam jangka panjang, situasi ini akan berdampak buruk bagi perkembangan Indonesia sebagai bangsa. Oleh karena itu pemerintah harus serius mencari solusi masalah ini. 

Baca Juga : 

Suharso Monoarfa; Tahun Depan Gaji ASN Naik, Guru dan Nakes Akan Diutamakan

Dibutuhkan Kemauan Politik

Menurut hemat saya, guru digaji rendah di negeri ini bukan masalah negara ini tidak memiliki anggaran yang cukup untuk menggaji guru, melainkan masalah kemauan politik. Kalau masalah anggaran, kenapa presiden Prabowo baru menaikkan gaji hakim 2 kali lipat dari gaji mereka sebelumnya?

Kalau masalah anggaran, kenapa DPR bisa digaji sangat tinggi? Kalau masalah anggaran kenapa gaji pegawai pajak sangat tinggi?

Kalau masalah anggaran kenapa Presiden ke-7 Joko widodo dapat membangun infrastruktur secara masif di Indonesia selama masa pemerintahannya?    

Baca Juga : 

Usul Perbaikan Undang-Undang Guru dan Dosen; Distribusi Guru Dikelola oleh Pusat

Ini semua bisa terjadi karena ada kemauan politik dari para penguasa. Jika gaji guru masih memprihatinkan juga karena belum ada kemauan politik tersebut.

Mungkin karena belum ada politisi yang memiliki visi kebangsaan. Para politisi masih sibuk memikirkan kepentingan pribadi dan kelompok sehingga  kesejahteraan guru belum jadi perhatian  mereka. 

Tulisan ini sebelumnya tayang di depoedu.com, kami tayangkan kembali dengan izin dari penulis / Foto ilustrasi di digenerate oleh AI

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of