Virus Tidak Dapat Diajak Berdialog

Opini
Sebarkan Artikel Ini:

๐˜๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ซ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข, ย ๐˜—๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฉ, ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜บ๐˜ข, ๐˜‹๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ณ๐˜ข๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ด๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ. (Sholem Aleichem (1859-1916)

Eposdigi.com – Apa yang dapat kita bicarakan tentang pandemi? Hampir dua tahun belakangan kita hidup berdampingan dengan wabah ini, dan berbagai spekulasi pun ikut masuk dalam percakapan kita tentang wabah ini.

Sulit sekali kita menyebut berbagai bentuk yang dapat kita pastikan secara tepat selain bahwa kita menyaksikan ambulans berbunyi menciptakan ketakutan, atau menonton televisi dan menyaksikan setumpuk laporan pemerintah melalui data statistik tentang kematian akibat virus corona.

Tempo misalnya, menerbitkan berita pada 14 juli 2021; Jumlah kematian akibat covid-19 di Indonesia per 12 Juli mencapai angka 1.000 orang perhari, sedangkan pada tanggal 14 Juli 2021, jumlah kematian mencapai 991 orang.

Jumlah kasus aktif terpapar virus corona mencapai angka 99.751 orang yang masih dirawat atau isolasi.

Baca Juga:ย Bukan karena Corona, Ini Penyebab PHK Massal

Tentu Anda dan saya akan segera bertanya, atau barangkali jauh lebih buruk yaitu mencurigai, apa benar semua orang mati karena covid-19, atau justru mereka mati karena penyakit bawaan?

Atau muncul pertanyaan kedua? Model tata kelola seperti apa yang telah dihasilkan dalam melawan wabah ini?

Kita tentu tidak akan memperdebatkan mana yang jauh lebih benar; Pemerintah dengan berbagai aturannya guna melindungi masyarakat, atau masyarakat dengan berbagai kerentanannya berusaha untuk bertahan hidup di tengah wabah ini.

Kita akan coba memeriksa dua wilayah besar ini dengan berbagai pendekatan yang barangkali akan menjadi semacam alasan paling mendasar pada sebuah perpektif besar dalam bentuk pertanyaan;

“Apakah penjara-penjara itu kelebihan penduduk, atau apakah penduduknya yang terlalu banyak dipenjara?”(Foucault, 1978)

Baca Juga:ย Berhasil mengatasi Corona, Inovasi apa yang dilakukan kota di Italia ini?

Pertanyaan kunci ini akan memeriksa berbagai model kendali mulai dari tata kelola soal pandemi, peran WHO, Word Bank, IMF, media Global dan berbagai bentuk kontrol atas negara dunia ketiga, dan yang paling penting adalah; mengapa kita nyaris tak menemukan satupun nasionalisme Soekarno diwarisi oleh para pemimpin kita hari ini.

Dari PSBB ke PPKM Darurat; setelah itu lalu apa?

Sejak diumumkan Epidemik Corona menjadi bencana global pada pertengahan Februari 2020, dunia dihadapkan pada satu situasi tanggap darurat antara dilema kesehatan dan keterancaman ekonomi, negara dikunci, guncangan ekonomi serius dan kecemasan berkepanjangan.

Mulai Februari 2020, konfirmasi keberadaan virus di berbagai belahan dunia, negara-negara memberlakukan penutupan perbatasan nasional karena pengakuan risiko virus yang diimpor oleh para pelancong. (Adrian Delmas dan david Goeury, 2020)

Di India, Arundaty Roy melalui Sunday Times mengaku merasa terpukul menyaksikan ribuan masyarakat india miggrasi dari kota menuju desa dengan alasan penutupan perkantoran, lock down massal dan penguncian kota.

Baca Juga:ย Corona, Lembaga Eijkman dan Penyakit Endemik di Indonesia

Mereka harus berjalan 12-15 mil jauhnya menuju ke desa mereka masing-masing.

Di Indonesia pada tanggal 30 maret 2020, Peraturan Pemerintah terbit pertama kali dengan pesan kunci bahwa negara ini akan melawan wabah. Ternyata, tidak serta-merta peraturan itu terbit dengan alasan yang begitu masuk akal.

Selain bahwa kita menemukan beberapa poin pada Peraturan Pemerintah No. 21 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sekolah ditutup, perkantoran ditutup, pembatasan interaksi di tempat umum bahkan sampai pada rumah ibadah. Inti dari seluruh akumulasi peraturan itu adalah anda dan saya berhenti untuk sementara waktu berjumpa dengan siapapun.

Baca Juga:ย Selain Pandemi Corona, Juga ada Banyak Penyakit Endemik lain di Indonesia

Sementara di sisi lain, ketika pemerintah Indonesia berusaha senormal mungkin menjalankan proses perlawanan terhadap virus ini, tekanan dari internasional muncul melalui sejumlah media karena Indonesia tidak melaporkan sedikitpun data tentang masyarakat yang terpapar virus corona.

Sejumlah tekanan dari media internasional seperti, The New York Times, The Guardian, SBS News dan The Sidney Morning Herald.

Inti dari kritik media internasional yang umumnya beraviliasi dengan sejumlah tentakel media global ini hanya punya satu tujuan penting yaitu; โ€œDimana data terpapar virus dari negaramu? Kami ingin melihatnya!โ€(CNN Indonesia, 20/08/2020)

Selain media internasional, tidak ketinggalan pula badan organisasi dunia seperti Word Bank, IMF dan WHO memainkan peranan mereka melalui setiap jaringan internasional ke berbagai negara di Eropa, Afrika dan Asia, khususnya Indonesia.

Baca Juga:ย Corona dan Kemanusiaan Kita

Kontrol global melalui kerja media dan pola-pola peminjaman keuangan telah menciptakan kemelut serius bagi Indonesia. Posisi utang pemerintah hingga April 2021 sudah tembus Rp6.527,29 triliun. Rasio utang tercatat sudah mencapai 41,18 persen terhadap PDB.

Jika dirinci, mayoritas utang berasal dari penerbitan surat berharga negara (SBN) yang mencapai 86,74 persen atau Rp5.661,54 triliun. SBN berdenominasi rupiah sebesar Rp4.392,96 triliun dan dalam bentuk valas sebesar Rp1.268,58 triliun.

ย Lalu, utang juga berasal dari pinjaman. Porsinya sebesar 13,26 persen atau Rp865,74 triliun.

Lebih detail, pinjaman yang berasal dari dalam negeri sebesar Rp12,32 triliun dan pinjaman luar negeri sebesar Rp853,42 triliun. Pinjaman luar negeri ini dilakukan dalam berbagai skema. (CNN Indonesia, 23/6/2021)

Kemelut utang, dilema ekonomi dan dilema kesehatan membuat kemudian kontrol global pada negara-negara dunia ketiga seperti Indonesia merekayasa bangsa ini menjadi semakin tak berdaya tepat ketika ia dihadapkan pada kontrol itu.

Baca Juga:ย Cahaya Menyeruak di tengah Kelam Corona

Rapuhnya intitusi negara dalam setiap pengambilan sikap dapat kita lihat dari bagaimana kemudian mereka hanya menganti-ganti nama pada setiap peraturan.

PSBB, PSBB Transisi, PPKM, PPKM Mikro, Penebalan PPKM Mikro, PPKM Darurat, atau PPKM Darurat dengan ejaan yang disempurnakan.

Selama tidak ada jaminan hidup sebagaimana yang dimaksud dalam Undang-Undang Karantina Kesehatan, semua istilah itu seperti hanya memberikan satu pesan kunci; Carilah keselamatan sendiri-sendiri. ย (Dandhy Laksono, 2021)

Akibatnya, hal paling nyata yang dapat kita temukan di sekitar kita dari kerja-kerja kontrol global ini adalah 60% rakyat kelas pekerja yang rentan berjuang bagaimana bisa hidup setiap hari, sementara 4% kelas menengah berjuang bagaimana tidak tertular covid-19. (Frans Jalong, 2021)

Tekanan media internasional ternyata tidak hanya mengancam posisi ekonomi indonesia. Tekanan ini kemudian memunculkan dilema paling serius yaitu posisi demokrasi Indonesia.

Baca Juga:ย Coronavirus Yang Menginfeksi Akal Sehat

Satu sisi, penggunaan metafor perang ternyata tidak serta-merta memberikan dampak serius bagi bangsa, di sisi lain, ruang demokrasi dibungkam melalui kontrol langsung pada berbagai media sosial seperti Youtube, Facebook, Instagram, Twitter dan media arus utama sebagai rujukan informasi.

Kita tidak ingin mengajukan pertanyaan berikut guna memberikan penegasan selanjutnya, apakah bencana nonalam ini merupakan jalan lain kontrol total globalis melalui badan amal, peminjaman utang dan menciptakan krisis di berbagai negara?

Atau justru menciptakan arus balik perputaran uang kembali ke sarang dimana pertama kali ia diciptakan?

Lantas, berapa harga data statistik kematian manusia Indonesia seperti yang telah dikabarkan oleh berbagai media di tanah air?ย Bersambungโ€ฆย 

Foto: tangkapan layar dari akun instagram @art_information

Sebarkan Artikel Ini:

1
Leave a Reply

avatar
1 Discussion threads
0 Thread replies
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] Baca Juga:ย Virus Tidak Dapat Diajak Berdialog […]