Eposdigi.com – Flores Timur memiliki kondisi geografis dan iklim tropis yang cocok untuk pertumbuhan pohon kelapa. Bagi masyarakat setempat, pohon kelapa bukan hanya sumber ekonomi semata, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari baik sebagai bahan pangan, kerajinan dan lain-lain.
Tidak hanya untuk konsumsi harian dan untuk dijual, kelapa bagi sebagian masyarakat Flores Timur adalah bagian dari tradisi sakral. Kelapa menjadi bagian penting dari banyak ritual adat. \
Belakangan ini, Flores Timur dihebohkan dengan banyaknya exportir kelapa bulat untuk dikirim ke luar daerah yang kemudian diekspor ke luar negeri. Dalam sebulan kelapa bulat yang keluar dari Flores Timur bisa mencapai ratusan ribu buah, yang menuju ke luar daerah kemudian dikirim luar negeri seperti China.
Baca Juga:
Tingginya permintaan dari luar daerah seperti dari Pulau Jawa serta dari berbagai negara, salah satunya adalah dari China, telah mendorong peningkatan dalam kegiatan ekspor kelapa dari Flores timur.
Para eksportir baik perorangan maupun perusahaan besar, mulai aktif membeli kelapa langsung dari petani, kemudian dilanjutkan dengan pengiriman di Jakarta yang dilakukan dalam jumlah besar melalui jalur laut.
Salah satu alasan utama mengapa kelapa di Flores Timur diminati adalah, kualitas daging kelapa yang tebal dan kadar minyak yang tinggi serta proses budidaya yang masih alami atau masih tradisional. Hal ini menjadikan kelapa dari Flores Timur dan Pulau Flores umumnya sebagai bahan baku unggulan dan laku di pasaran.
Kelapa dari berbagai negara, oleh China digunakan untuk membuat produk olahan terutama coconut milk yang bahan dasarnya sebagian besar berasal dari Indonesia. Produk ini digunakan sebagai bahan makanan.
Baca Juga:
Coconut milk juga menjadi bahan dasar berbagai produk minuman kesehatan seperti susu, nabati, dan kosmetik organik. Perusahan industri besar dari China, mengimpor kelapa dari Indonesia untuk kemudian diolah dalam skala besar dengan menggunakan teknologi modern.
Permintaan yang stabil dan harga yang kompetitif, membuat banyak eksportir berlomba-lomba mengakses sumber kelapa dari daerah seperti Flores timur
Meski memberikan keuntungan jangka pendek, ekspor kelapa yang tidak terkontrol juga dapat menimbulkan berbagai dampak negatif. Karena sebagian besar kelapa telah dijual ke luar daerah atau ke luar negeri sehingga pasokan untuk konsumsi lokal menjadi terbatas.
Akibatnya harga kelapa di pasar lokal naik drastis dan para petani lebih memilih menjual hasil panennya dalam bentuk mentah ke parah eksportir dari pada mengolahnya menjadi produk bernilai tambah seperti minyak kelapa dan lainya.
Baca Juga:
Kapas di Flores Timur: Berdamai Dengan Kapitalisme Demi Kearifan Lokal?
Hal ini menyebabkan industri hilir budaya olahan kelapa secara tradisional mulai ditinggalkan. Masyarakat Flores Timur bisa saja akan kehilangan minyak kelapa olahan sendiri secara tradisional untuk konsumsi sendiri.
Saat ini, sudah menjadi rahasia umum jika banyak masyarakat menjual kelapa miliknya dengan harga tinggi, kemudian uang penjualan kelapa itu digunakan untuk membeli minyak sawit untuk konsumsi hariannya.
Harga kelapa yang tinggi bisa jadi adalah berkah bagi banyak petani kelapa di Flores Timur. Selama ini komoditi yang memenuhi sebagian besar tanah di Flores Timur ini tidak lagi menjadi primadona, karena anjloknya harga kopra.
Harga yang sedemikian rendah, dengan proses yang panjang dan melelahkan, membuat kelapa kalah pamor jika dibandingkan dengan komoditi lain, sebut saja jambu mede, kopi, dan atau kakao.
Baca Juga:
Membaca Peluang Flores Timur, Pasca MOU Kemendes PDT – TNI – BGN
Kita tentu tidak bisa melarang para petani kelapa menjual hasil kebunnya itu pada saat harga sedang tinggi-tingginya seperti saat ini. Itu tidak adil. Namun kita juga tidak bisa tutup mata akan potensi produk turunan kelapa yang begitu banyak variannya, serta manfaatnya bagi kesehatan.
Produk-produk olahan kelapa biasanya dijual dengan harga premium. Contoh sederhana, minyak goreng kelapa selalu lebih mahal dibandingkan dengan minyak goreng sawit. Atau misalnya produk-produk kecantikan berbahan dasar kelapa selalu dijual dengan harga premium.
Kelapa harus menjadi komoditi yang bernilai prioritas oleh pemerintah daerah. Bukan untuk dijual gelondongan ke luar daerah. Melainkan harus di beri nilai tambah. Kelapa harus diolah untuk mendapatkan harga terbaik. Harga yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan ketika dijual utuh.
Baca Juga:
Jika tidak, bisa jadi di masa depan, kita menjual kelapa utuh, kemudian membeli coconut milk buatan China yang bahan dasarnya dari kelapa Flores Timur.
Karena itu, pemerintah, terutama Pemerintah Flores Timur, bisa mengambil langkah-langkah alternatif untuk menjadikan kelapa Flores Timur primadona di tanahnya sendiri, antara lain, misalnya :
Pertama: Pemerintah daerah perlu mengatur batasan ekspor kelapa bulat, atau buah kelapa utuh, namun pada saat yang sama harus memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi petani kelapa dari sisi harga. Karena itu :
Kedua: Pemerintah daerah harus membangun pabrik pengolahan kelapa menjadi berbagai produk bernilai. Minyak kelapa, arang tempurung, serat dan serbuk sabut kelapa, serta berbagai produk turunan lain untuk kebutuhan masyarakat lokal maupun dijual dengan nilai jual lebih tinggi bagi industri pengolahan lebih lanjut.
Baca Juga:
Dari Enam hal ini, yang manakah Musuh Petani di Flores Timur?
Selain pemerintah, komunitas masyarakat juga perlu pendampingan serius dan akses modal yang memadai untuk mulai mengolah kelapa menjadi berbagai produk turunan. Menetapkan standar-standar kualitas terbaik selama proses pengolahan dan terutama standar produk, untuk meningkatkan nilai jual produk mereka.
Ketiga, langkah berikutnya adalah mendorong peremajaan pohon-pohon kelapa yang saat ini sudah berusia puluhan tahun. Peremajaan ini tentu saja untuk meningkatkan produktivitas kelapa. Sementara kelapa-kelapa tua bisa dimanfaatkan batangnya untuk berbagai produk kayu berkualitas tinggi.
Program peremajaan ini haru dilakukan secara bertahap, agar ketersediaan buah kelapa tidak serta merta putus. Kelapa yang berumur tua bisa dipilih dan ditebang, sementara bibit kelapa terbaik mulai ditanam untuk meregenerasi kebun-kebun kelapa milik petani.
Baca Juga:
Tingginya harga kelapa gelondongan atau buah kelapa utuh adalah anugerah bagi petani. Namun kita tidak boleh terlena dalam pragmatism instan mendapatkan uang banyak. Kelapa adalah bahan baku bagi banyak produk turunannya lain yang bernilai jual tinggi.
Karena itu kita harus bisa memanfaatkan momentum saat ini untuk melihat secara lebih jernih kelapa. Bukan untuk dijual buahnya, seberapapun tinggi harga saat ini.
Momen ini harus digunakan untuk melihat kelapa sebagai bahan baku berbagai produk olahan premium. Dan Flores Timur harus menjadi bagian dari proses bisnis kelapa ini.
Foto dari pos-kupang.com
Leave a Reply