Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan kemarin…
Eposdigi.com – Ancaman ke Lima: Hilangnya Keanekaragaman Hayati. Kebutuhan akan pangan dan energy global bisa menjadi ancaman yang serius bagi keanekaragaman hayati global.
Banyak hutan dengan berbagai keanekaragaman hayati di dalamnya, rela digusur untuk tanaman produksi yang monokultur.
Kebutuhan akan bibit unggul, daya tahan kuat dan semua hal baik yang distandarkan oleh perusahaan mendorong munculnya benih-benih rekayasa yang kemudian dipromosikan sebagai “unggul” lantas menggeser berbagai benih lokal yang beraneka ragam.
Para petani yang oleh karena kebutuhan skala industri akhirnya memilih melepaskan benih lokal dan beralih pada benih hasil rekayasa. Pada akhirnya keanekaragaman benih akan hilang dan digantikan oleh benih “unggul” hasil rekayasa.
Baca Juga:
10 Ancaman Global Dalam 10 Tahun Kedepan, Nomor 3 Sudah Terjadi
Belum lagi kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh berbagai kegiatan komersial lain. Eksploitasi sumber daya alam untuk energy, ternyata berkontribusi secara signifikan pada kerusakan keanekaragaman hayati hutan.
Enam; Migrasi Secara Paksa. Perang, bencana alam, konflik politik, mengakibatkan banyak masyarakat di dunia meninggalkan kampung halamannya untuk mencari rasa aman di tempat lain.
Badan Pengungsi PBB, UNHCR pada Oktober 2023 lalu mencatat bahwa jumlah pengungsi di dunia telah mencapai batas rekor sebanyak 114 juta jiwa.
Tujuh: Polusi. Tidak bisa dipungkiri bahwa berbagai aktivitas manusia saat ini, menghasilkan cukup banyak bahan – bahan pencemar, yang mencemari tanah, mencemari air dan mencemari udara.
Baca Juga:
Cnnindonesia.com, mencatat bahwa pada Februari dua tahun lalu, polusi udara mengakibatkan ekonomi global tekor Rp112 triliun setiap hari. Kompas.id (10.01.2024) melaporkan bahwa ekonomi dunia mengalami kerugian Rp544 triliun rupia akibat perubahan iklim.
Delapan: Kelangkaan Sumber Daya Alam. Dunia tengah berlombah menemukan dan menghadirkan sumber-sumber daya baru yang lebih mudah diperbaharui sebab sumber daya alam mulai habis dieksploitasi.
Namun dalam upaya untuk menemukan dan mengembangkan sumber energy baru dan terbarukan ini, pasti memiliki resiko biaya yang tidak sedikit yang tentu saja membebani ekonomi global.
Sembilan: Kerawanan Siber. Kerawanan siber berhubungan erat dengan berbagai perkembangan teknologi informasi. Termasuk di dalamnya kemajuan kecerdasan buatan atau artificial intelligence ternyata dimanfaatkan sebagian orang untuk melakukan berbagai macam tindakan kejahatan.
Semakin maju teknologi informasi, bisa saja pada saat yang sama membuat para penjahat cyber menemukan cara-cara baru untuk melakukan kejahatan.
Baca Juga:
Media Sosial Bukan Untuk Anak, Orang Tua Perlu Tahu Dampaknya
Sepuluh; Disinformasi dan Misinformasi. Tantangan yang paling mengerikan yang akan dihadapi kedepan adalah informasi. Ditangan orang-orang baik informasi adalah anugerah. Sebaliknya informasi bisa saja digunakan oleh sebagian orang jahat untuk melakukan niat jahat mereka.
Misinformasi dan disinformasi sama-sama tindakan tercela. Misinformasi muncul dari ketidaktahuan. Entah sengaja maupun tidak, informasi yang keliru disebarkan karena penyebar tidak tahu bahwa informasi tersebut keliru.
Pelaku misinformasi percaya pada kebenaran dari informasi yang sebenarnya keliru tersebut, kemudian menyebarkannya.
Sedangkan disinformasi datang dari niat jahat. Penyebar tahu persis bahwa informasi yang ada di tangannya adalah salah namun dengan sengaja menyebarkannya untuk menyakiti orang lain.
Baik misinformasi maupun disinformasi merupakan tantangan terbesar saat ini. Ditengah berbagai perkembangan teknologi informasi yang berkembang sedemikian pesat, informasi menjadi faktor kunci yang bisa dimanfaatkan orang untuk berbagai tujuan.
Baca Juga:
Sekali menyebar akan sangat sulit untuk ditahan atau ditarik kembali. Jika bisa ditarik pun, niat jahat pada disinformasi telah melukai mereka yang dituju.
Siapa saja secara individu bisa menciptakan, menyebarkan informasi kapan saja, ke setiap belahan dunia tanpa ada halangan yang berarti.
Karena sifatnya yang personal namun bisa berdampak secara global dalam waktu yang cepat inilah maka disinformasi maupun misinformasi menjadi tantangan paling menakutkan dalam kehidupan global saat ini hingga 10 tahun mendatang.
Leave a Reply