Eposdigi.com – Rayakan Hari Pohon Internasional (World Tree Day) yang jatuh pada 21 November, TK Strada Bhakti Nusa mengadakan kegiatan edukatif berupa penanaman pohon yang melibatkan seluruh siswa.
Jumat (21/11) pagi ini, suasana di sekolah TK Strada Bhakti Nusa – Villa Melati Mas – Serpong Utara – Tengerang Selatan tampak berbeda. Anak-anak tidak hanya membawa tas sekolah. Mereka masing-masing terlihat menenteng tas kresek berisi tanaman.
Anak-anak tampak antusias. Apalagi, setelah mengumpulkan tanaman di tempat yang disediakan, tanaman yang mereka bawa kemudian ditandai dengan foto masing-masing anak.
Baca Juga:
Karena penasaran, saya kemudian mendekati salah seorang guru kemudian menanyakan, dalam rangka kegiatan apa, anak-anak membawa tanaman ke sekolah. Ibu Anna, salah seorang guru, kemudian menjelaskan kegiatan tersebut.
“Dalam rangka memperingati Hari Pohon Internasional, yang jatuh hari ini” kata Ibu Anna.
“Kegiatan yang bertujuan menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar sejak usia dini,” terang Ibu Anna.
Anak-anak terlibat secara langsung dalam kegiatan ini. Tidak hanya membawa tanaman, mereka kemudian diajak menanam tanaman yang dibawa.
“Dengan menanam tanaman, anak-anak belajar mengenai pertumbuhan tanaman, mereka merawat, dan menjaga pertumbuhan tanaman,” lanjut Ibu Anna.
Baca Juga:
Sebagai orang tua, kegiatan seperti ini tentu sangat menarik bagi kami. Sebab bagaimanapun, mencintai tanaman adalah cara mencintai kehidupan itu sendiri. Apalagi, data deforestasi di Indonesia sungguh mengejutkan.
Tahun 2024 lalu, ada 175,4 ribu hektar hutan Indonesia hilang. Walaupun angka ini turun dari tahun dari tahun 2023. Tahun 2023 laju deforestasi menunjukan angka yang lebih tinggi yaitu 257.384 hektar, menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Menanam kepedulian terhadap lingkungan hidup sekitar kepada anak-anak usia dini adalah cara untuk mencegah dampak kerusakan lingkungan secara keseluruhan. Cara untuk menjaga keutuhan ciptaan.
Baca Juga:
Hilangnya hutan berdampak langsung pada perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, gangguan siklus air, banjir, tanah longsor, dan terlebih memberi dampak negatif terhadap kehidupan sosial bagi masyarakat lokal setempat.
Hutan yang hilang, meningkatkan emisi gas rumah kaca meningkat, menyebabkan bumi semakin panas, merusak habitat satwa hingga menyebabkan kepunahan.
Dampak buruk deforestasi yang luar biasa bagi lingkungan, ini harus secara sengaja dihentikan. Maka kegiatan yang bertujuan untuk mempromosikan perlindungan dan kelestarian hutan harus semakin diperluas.
Dan mengenalkan kecintaan terhadap lingkungan, dengan menanam, menjaga dan merawat tanaman sejak usia dini kepada anak-anak, adalah cara yang sangat efektif.
Baca Juga:
TK Strada Bhakti Nusa telah memulainya dari lingkungan terkecil di sekolah dengan melibatkan anak-anak dan orang tua secara langsung.
Melalui kegiatan peringatan Hari Pohon ini, seperti yang dilakukan TK Strada Bhakti Nusa kita berharap dapat menumbuhkan kesadaran lingkungan yang terus dibawa anak-anak hingga mereka dewasa kelak.
Leave a Reply