Eposdigi.com – Awalnya, akhir-akhir ini saya berpikir bahwa polemic mengenai Business Development Services atau BDS di tengah masyarakat SUARA FLOTIM sudah bukan lagi polemik. Nyatanya BDS masih menjadi topik hangat yang menghiasi ruang-ruang diskusi virtual di Flores Timur.
Tim Percepatan Pembangunan menjadi polemik oleh sementara kalangangan. Dipahami bahwa tim yang dikukuhkan dengan SK tersebut, sejatinya menjadi perpanjangan tangan pemerintah untuk mengakselerasi kecepatan pembangunan di Flores Timur.
Sementara masyarakat Flores Timur memandang bahwa team tersebut seharusnya tidak mengambil alih tugas dan tanggung jawab perangkat pemerintah daerah. Mereka menilai team ini adalah semacam tanda bahwa ‘ada yang salah’ dengan OPD kita di Flores Timur.
Baca Juga:
Saya memahami kegelisahan tersebut. Apalagi para anggota team ini adalah orang-orang partai. Sementara yang dilupakan adalah bahwa para anggota team adalah mereka yang benar-benar memahami semangat “Lompatan Jauh” nya pemerintah Flores Timur saat ini.
Kenyataan memang pahit. Namun saya harus belajar menerima kenyataan bahwa belum banyak perubahan berarti yang terjadi di Flores Timur dalam 10 tahun belakangan ini. Padahal ada dana bernama Dana Desa yang beredar cukup banyak di desa-desa di Flores Timur.
Jika kita mau, maka tanpa DBS atau Team Percepatan Pembangunan itu, kita sudah memiliki sumber daya dan sumber dana yang cukup untuk menggerakan ekonomi Flores Timur dari Desa. Flores Timur memiliki banyak potensi ekonomi. Alokasi Dana APBN ke desa-desa di Flores Timur harusnya cukup. Sayangnya kita masih memilih untuk tidak melakukan apapun.
Baca Juga:
Karena itu kita berharap bahwa team percepatan pembangunan yang ada saat ini benar-benar mampu mengambil jalan lain, mendata, memetakan, kemudian merancang bangun usaha-usaha produktif di desa-desa di Flores Timur, yang nantinya benar-benar menjadi entitas bisnis yang menggerakan ekonomi di Flores Timur.
Saya kemudian berbesar hati, untuk memahami bahwa penolakan terhadap apapun niatan pemerintah Flores Timur saat ini adalah semata-mata ‘persoalan politik’. Jauh di kedalaman hati siapapun anak Lewotanah Flores Timur tersimpan niatan tulus untuk benar-benar membangun Flores Timur.
Karena itu kita tinggalkan sementara polemic tentang DBS. Bahkan mungkin kita harus mulai dampak yang lebih besar dari semangat membangun ekonomi Flores Timur dari desa-desa.
Baca Juga:
SDM dan Menyemai Asa Sinergi BUMDes dengan Koperasi Merah Putih
Kita memang harus memimpikan bahwa potensi-potensi ekonomi kita di desa harus ditingkatkan sedemikian rupa. Melalui unit-unit usaha semisal BUMDes atau Koperasi Desa Merah Putih harus bisa bertumbuh dan menghasilkan keuntungan yang besar.
Namun output dalam ukuran bisnis demikian harus bisa memberi dampak pada kesejahteraan masyarakat dalam jangka Panjang – outcome. Karena itu, apapun usaha yang akan dikembangkan di desa-desa kita di Flores Timur harus melibatkan banyak kalangan sekaligus.
Mulai dari perencanaan bisnis kemudian dalam operasionalnya hingga nanti diharapkan setiap pertumbuhan dan keuntungan yang dihasilkan dari entitas ekonomi tersebut dapat terdistribusikan secara berkeadilan kepada masyarakat banyak.
Social Business Development adalah segala upaya untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan dengan melibatkan semua pihak yang berkepentingan, langsung maupun tidak langsung dalam proses bisnis agar dapat mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan dari usaha-usaha produktif tersebut dalam jangka panjang.
Baca Juga:
Sebagai syarat untuk mengelola sebuah unit usaha ekonomi produktif di desa, dan memastikannya tumbuh dalam berkelanjutan maka syarat mutlak yang harus dipenuhi adalah kolaborasi sinergis antara berbagai bidang dalam seluruh proses bisnis tersebut.
Mengukur kesejahteraan masyarakat desa tidak boleh hanya sebatas pertumbuhan ekonominya semata. Seluruh dimensi kehidupan harus terus tumbuh semata-mata untuk menciptakan kualitas hidup terbaik dari semua aspek yang dapat diukur.
Maka kita akan berbicara mengenai, tidak hanya pertumbuhan ekonomi, tapi aspek Pembangunan manusianya, pengelolaan pendidikan, peningkatan taraf kesehatan masyarakat, hubungan sosial, pewarisan budaya, termasuk pemaknaan hidup spiritual masyarakat.
Baca Juga:
Membaca Peluang Flores Timur, Pasca MOU Kemendes PDT – TNI – BGN
Social Business Development adalah pembangunan seluruh aspek kualitas hidup masyarakat. Maka Collaborative Business Development – CBD – adalah jalan paling mungkin yang bisa ditempuh untuk mencapai tujuan pembangunan manusia secara utuh dan berkelanjutan.
Collaborative Business Development tidak hanya mengenai keterlibatan banyak pihak, banyak latar belakang, banyak keahlian, banyak bidang kehidupan sekaligus, namun harus bisa menukik tajam hingga ke bagaimana memanfaatkan semua potensi ekonomi di desa untuk diangkat sekaligus.
Potensi-potensi di desa yang bisa saja beragam, harus bisa diintegrasikan mulai dari awal proses, menjadi satu kesatuan yang terintegrasi, saling menopang, saling mendukung untuk meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan, hingga sampai pada distribusi kesejahteraan kepada segenap masyarakat desa.
Baca Juga:
Menggali Esensi “Tanam Apa yang Kita Makan – Makan Apa Yang Kita Tanam”.
Kemudian pada akhirnya, collaborative sinergis dari semua dimensi kehidupan ini, semata-mata untuk mewujudkan dan meningkatkan kualitas kehidupan – kesejahteraan lahir dan batin, masyarakat di desa secara berkelanjutan.
Foto ilustrasi dari dealls.com
Leave a Reply