Eposdigi.com – Metode Hutan Bambu Lestari di Ngada terbukti bisa membawa tanaman bambu memasuki level yang berbeda, minimal bila kita bandingkan dengan tanaman bambu di kebanyakan tempat lain di Pulau Flores, termasuk di Flores Timur.
Di Ngada, empat proses utama, yaitu Survey, Pemberian Kode, Penimbunan dan Pemanenan Lestari tanaman bambu terbukti membawa bambu memasuki industri manufacturing yang menghasilkan produk laminasi berkualitas tinggi.
Metode ini bisa diadopsi oleh banyak tempat lain di NTT, termasuk di Flores Timur. Namun dari Nagada pula, kita bisa belajar banyak hal lain mengenai Hutan Bambu Lestari (HBL). Bahwasanya HBL bisa menjadi pilihan untuk lebih mensejahterakan petani bambu secara langsung. Tentu dengan penyesuaian-penyesuaian yang perlu.
Baca Juga:
Flores Timur, Bisakah Mencontoh Hutan Bambu Lestari di Ngada?
Dalam ulasannya Budiyanto Dwi Prasetyo yang mengamati praktik HBL di Ngada menemukan bahwa sebenarnya HBL bisa lebih mensejahterakan para petani bambu secara langsung. Melalui Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) petani bambu di Ngada tidak dilibatkan dalam keseluruhan rantai ekonomi bambu.
YBLL mempunyai karyawan yang “mengelola” kebun atau tanaman bambu milik warga masyarakat. Mulai dari penyemaian bibit hingga proses manufacturing.
Menurut Budiyanto Dwi Prasetyo seharusnya petani bambu berpotensi mendapatkan penghasilan yang lebih banyak jika mereka terlibat langsung dalam proses bisnis HBL.
Jika petani bambu menjadi bagian langsung dari HBL maka potensi penghasilan mereka bisa meningkat dari Rp20 ribu menjadi Rp50 ribu per batang bambu. Peningkatan penghasilan ini merupakan komponen upah buruh HBL.
Baca Juga:
Jika upah buruh HBL dialihkan langsung kepada petani bambu maka komponen upah buruh ini menjadi penghasilan tambahan secara langsung kepada pemilik tanaman bambu.
Penghasilan ini tentu besar sebab dalam satu kali panen dari satu lokasi hutan bambu, petani bisa memanen dari 500 hingga 800 batang.
Tidak hanya potensi pendapatan dari komponen upah buruh, keuntungan lain juga bisa didapatkan petani secara langsung adalah kepemilikan data yang mendetail berupa luasan area HBL, jumlah rumpun, jumlah batang dalam rumpun, umur bambu dan data lainnya.
Data-data tersebut tentu sangat berguna untuk menentukan dan menyiapkan perencanaan keuangan ke depan, misalnya berupa estimasi biaya perawatan dan pemeliharaan bambu, penimbunan, termasuk memperkirakan jumlah batang yang di panen setiap periode.
Baca Juga:
Selama ini data-data penting ini ada ditangan buruh HBL, bukan ada ditangan para petani langsung. Jika para petani bambu terlibat secara langsung dalam rantai produksi HBL maka mereka tentu memperoleh manfaat-manfaat ini secara langsung.
Namun ini tentu bukan hal yang mudah dilakukan. Sebaran pengetahuan dan keterampilan serta kualitas SDM yang tidak merata di antara para pemilik bambu bisa menjadi tantangan yang serius.
Karena itu, dibutuhkan pelatihan dan pendampingan yang memadai hingga memastikan para petani, masing-masing dari mereka sudah memiliki standar minimal keterampilan yang dibutuhkan oleh YBLL dalam sistem HBL mereka.
Intinya adalah pendampingan. Jangan sampai para petani semakin dijauhkan dari tanaman miliknya. Siapapun pengelolanya, apapun perusahaannya, yang paling penting adalah memastikan agar para petani mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya dari seluruh proses bisnis yang mengolah hasil tanaman mereka.
Baca Juga:
Menjaga keberlangsungan bambu sebagai entitas ekonomi yang berkelanjutan, selain memperoleh manfaat ekonomi, sebab ada begitu banyak manfaat lain yang bisa didapatkan oleh komunitas pemilik bambu dan masyarakat lainnya sekitaran kebun bambu.
Kelestarian hutan bambu merupakan jaminan dari keberlangsungan dan keberlanjutannya industri hijau. Menjaga dan melestarikan hutan bambu langsung oleh para petani, yang mana dari aktivitas ini mereka mendapatkan manfaat ekonomi secara langsung, sekaligus mendatangkan manfaat ekologis bagi masyarakat sekitar.
Begitu juga dengan rumpun-rumpun bambu di Flores Timur. Insentif ekonomi secara langsung yang didapatkan oleh para petani, mendorong para petani lainnya untuk melestarikan bambu. Upaya pelestarian bambu ini jelas menjadi jawaban yang hampir pasti baik bagi tersedianya air baku di mata air – mata air di Flores Timur.
Baca Juga:
Ngada sudah mulai. Kita tinggal belajar dari mereka untuk mengupayakan manfaat-manfaat besar lainnya di masa yang akan datang.
Foto dari mongabay.co.id
Leave a Reply