Eposdigi.com – Secara keseluruhan, mata kuliah Service Program Design (SPD) ini dirancancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan berwirausaha yang terkait dengan layanan pembelajaran bahasa Inggris serta mengembangkan soft skills, karakter, sikap, dan profesionalisme sebagai persiapan memasuki dunia kerja.
Mahasiswa akan bekerja sama dalam kelompok yang terdiri dari tujuh sampai delapan mahasiswa untuk mengembangkan proposal layanan pembelajaran bahasa Inggris menggunakan kerangka kerja Design Thinking. Selanjutnya, mahasiswa yang mengambil mata kuliah ini juga diharuskan untuk mengambil mata kuliah English for Specific Purposes secara bersamaan. Prasyarat untuk mata kuliah ini adalah Microteaching menurut website PBI.
Selogan khas di kelas ini sering membuat mahasiswa menjadi semangat, dan juga menjadi tidak ngantuk lagi. Selogan itu adalah:
“Promise”
“My best, my best, my very best, nothing by my very very VERY BEST!!!”
Selogan khas ini akan secara tiba-tiba diteriakan oleh seorang dosen pengampuh mata kuliah ini dan disambut dengan balasan dari mahasiswa satu angkatan prodi Pendidikan Bahasa Inggris Sanata Dharma. Beliau biasa kami panggil Ms. Lanny yang mana beliau ini adalah seorang dosen sekaligus sebagai guru yang berdomisili di Klaten, Jawa Tengah.
Baca juga:
Untuk lebih lanjut, Service Program Design atau dikenal dengan SPD, adalah mata kuliah wajib bagi mahasiswa semester 6 di PBI USD. Beberapa mahasiswa berusaha untuk menghindari kelas ini dengan mengambil program MBKM atau MSIB. Hal tersebut dikarenakan dengan adanya aturan disiplin yang sangat ketat.
Yang mana kelas ini diselenggarakan pada tiap hari senin dan dimulai pada jam 5.50-9.45 am. Aturan lain adalah mahasiswa tidak diperbolehkan untuk mengakses lift gedung untuk sampai ke lantai 4 yang mana kelasnya akan berlangsung. Mahasiswa diwajibkan untuk menaiki tangga dari lantai 1 sampai lantai 4.
Berpakaian layaknya para pekerja kantor dengan menggunakan jas atau batik. Aturan ini diikuti dengan konsekuensi yang sangat berat, yang mana ketika mahasiswa terlambat 1 menit untuk datang ke kelas ini, mahasiswa tersebut akan di “kick out” atau dikeluarkan dari kelas dan akan mengulang kelas ini tahun depan.
Sama halnya dengan menggunakan lift. Beberapa mahasiswa atau teman saya sendiri dikeluarkan dari kelas ini dikarenakan terlambat. Mahasiswa juga tidak diperbolehkan untuk tidur ataupun hanya sekedar menguap dikelas. Ketika itu terjadi, mahasiswa itu akan di suruh maju kedepan dan melakukan “push-up” dihadapan seluruh mahasiswa satu angkatan.
Baca Juga:
Tak hanya aturan disiplinnya, tugas-tugasnya pun membuat mahasiswa geleng-geleng kepala. Tugas pertama, mahasiswa disuruh untuk meringkas buku berjudul “The 21st Century Enterpreneur: How to Start a Service Business” dan disalin ke dalam folio bergaris dengan aturan-aturan khusus.
Ketika meringkas dan menyalin ke kertas folio bergaris, mahasiswa diwajibkan menggunakan alat tulis bertinta biru, dan memiliki margins 5cm kiri kertas dan 3cm kanan kertas (berubah-ubah), dan juga mahasiswa tidak diperbolehkan untuk membuat kesalahan dalam menulis dalam hal ini grammar atau coretan lebih dari tiga. Jika ditemukan kesalahan lebih dari tiga, maka mahasiswa tersebut harus meringkas ulang.
Dalam meringkas buku ini, minimal kata yang ditulis adalah 200 kata. Namun untuk mahasiswa yang memiliki kata yang dia tulis lebih tinggi dari mahasiswa lain, dia akan diberikan sejumlah uang berdasarkan jumlah kata yang dia tulis. Dengan banyaknya aturan dalam meringkas, mahasiswa juga dibuat tertantang dikarenakan tugas ini merupakan tugas individu, yang mana awal mula kelas tersebut, sudah ada kelompok yang terbentuk.
Tugas kedua adalah “Art Work.” Tugas ini terdiri dari 2x pembuatan karya seni. Di tahap ini, kita akan di uji untuk memilih 10 karya seni yang terbaik dan 10 karya seni yang terburuk. Tantangan kita adalah, kita harus tega untuk memilih karya seni teman kita sendiri yang menurut kita itu buruk. Jika mahasiswa yang terpilih dan masuk dalam 10 terburuk, dia akan membuat ulang karya seninya. Dari 10 terburuk tersebut, akan dipilih lagi menjadi 5 terbaik dan 5 terburuk. Tugas ini pun merupakan tugas individu.
Baca Juga:
Empat Kualitas Dasar Untuk Membangun Personal Brand Mahasiswa
Tugas selanjutnya adalah menulis kegiatan harian setiap 30 menit setiap hari selama 1 bulan. Untuk tugas ini tidak terlalu berat dikarenakan tidak memiliki aturan-aturan yang menyiksa.
Selama diberikan tugas-tugas ini, Mahasiswa ditugaskan untuk mencari klien yang ingin belajar bahasa Inggris. Ini adalah pengalaman nyata yang memperkenalkan para mahasiswa pada dunia kerja. Tugas ini adalah tugas terberat selama kelas SPD. Kita diwajibkan untuk memiliki personal branding yang bagus agar kita bisa diterima, kita juga harus bisa menunjuka value kita sebagai pengajarm, dan tentunya kita harus menyiapkan mental untuk ditolak.
Pengalaman saya sendiri, kelompok saya mengalami penolakan sebanyak 36 kali di tempat-tempat yang kami datangi, dan pada akhirnya, salah satu sekolah menerima kami untuk mengajari para guru.
Setelah diterima, tuntutan masih ada, kita harus mengetahui apa saja kebutuhan dan kekurangan yang dibutuhkan oleh siswa kita. Setelah itu, kita kembali lagi menjadi guru, yang mana kita harus membuat RPP, media pembelajaran, dan lain-lain. Tak sampai disitu, kita harus membuat laporan terkait klien kita, apa saja yang kita lakukan, dan berapa tarif yang kita terima.
Baca Juga:
Apa Yang Harus Dilakukan Agar Mahasiswa Tidak Menyontek Artificial Intelligence?
Namun, dengan semua kejenuhan yang didapat mahasiswa, ada salah satu tugas lagi yang membuat mahasiswa setidaknya melupakan sejenak beban berat yang diemban. Tugas tersebut adalah membuat yel-yel. Tugas ini bertujuan untuk mendorong kreativitas mahasiswa dengan berbagai macam variasi. Disini, kekompakan dan profesionalisme di tunjukan sesama anggota kelompok. Selama kelas ini, tugas bagian ini yang membuat saya senang.
Semua hal yang terjadi dikelas ini, baik dan buruk tergantung pandangan mahasiswa itu sendiri. Bagi saya, saya mendapatkan banyak sekali hal-hal positif dari kelas ini. Soal kedisiplinan, manner/sopan santun, pendewasaan, profesionali, kekompakan, bagaimana menjadi seseorang yang jujur, bertanggung jawab, menunjukan siapa kita sebenarnya, menghargai diri sendiri dan orang lain, kerasnya kehidupan, dan satu hal lagi, yaitu kenapa seorang insan itu hidup.
Ipii Tokan adalah nama Pena dari Siprianus Senuken Medhon, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris – FKIP – Universitas Sanata Dharma – Yogyakarta
Leave a Reply