Fenomena Alam Ini Ternyata Membunuh Banyak Orang

Lingkungan Hidup
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – India menjadi salah satu negara di negara di dunia yang setiap tahunnya mengalami fenomena alam yang mematikan ini. Hingga April ini, India mencatat sudah ada 30 orang yang menjadi korban dari fenomena alam ini.

Dipicu oleh gerak semu matahari. Matahari terlihat seolah bergerak mengelilingi bumi dari timur ke barat. Namun ini adalah gerakan semu. Sebenarnya adalah rotasi bumi pada porosnya, yang mengakibatkan perubahan posisi matahari yang kita lihat.

India yang memiliki daratan yang begitu luas, mengakibatkan fenomena alam ini semakin berdampak buruk. Terutama membawa dampak yang sangat mematikan pada manusia.

Perubahan cuaca yang menjadi lebih panas akibat gerakan semu matahari ini, ditambah oleh sistem tekanan atmosfer tinggi di suatu area daratan dengan area yang luas yang besar dan berlangsung terus menerus dalam beberapa hari.

Baca Juga:

Kita Harus Hati-Hati, Sebab Dunia Lagi Memanas

Gerakan semu matahari, diperparah oleh semua hal yang mengakibatkan semakin buruknya pemanasan global, ditambah luas area daratan di India mengakibatkan gelombang panas menjadi langganan tiap tahun di India, yang merenggut banyak korban jiwa.

Dalam 30 tahun belakangan ini, in dia mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat suhu panas ekstrim ini telah mencapai 24.000 jiwa. Selain kebakaran hutan, gelombang panas juga memicu heat stroke yang menjadi pemicu banyaknya korban jiwa.

Heat Stroke sendiri adalah suatu kondisi medis yang tidak bisa dianggap sepele, ketika suhu tubuh meningkat secara signifikan dalam waktu yang singkat sehingga sistem termoregulasi tubuh tidak dapat bekerja dengan normal.

Sistem termoregulasi merupakan sebuah mekanisme biologis dalam tubuh yang berperan menjaga suhu tubuh pada tingkatan yang aman dan stabil.

Baca Juga:

Pemanasan Global sebagai Materi Pembelajaran Terpadu Kelas VII SMP Yuwati Bhakti Sukabumi

Heat stroke yang ditandai dengan meningkatnya suhu tubuh secara drastis hingga diatas 40 derajat celcius, akibat terpapar panas sinar matahari dalam waktu yang lama.

Selain meningkatnya suhu tubuh secara drastis, heat stroke juga dapat diamati dari kulit yang merah dan kering, pusing dan sakit kepala, mual hingga muntah, detak jantung cepat, pernapasan cepat dan dangkal serta terganggunya fungsi wicara dan kehilangan kemampuan berpikir jernih.

Heat Stroke adalah kondisi serius yang terbukti banyak memakan korban jiwa, karena itu harus ditangani dan mendapatkan pertolongan medis sesegera mungkin.

Tidak hanya di India, hari-hari ini di Indonesia juga sedang mengalami peningkatan suhu. Tidak sulit menemukan laporan-laporan mengenai peningkatan suhu udara di Indonesia dari berbagai media mainstream.

Baca Juga:

Impor Sampah dan Masa Depan Kita

Namun berbeda dengan India, suhu panas kita tidak menjadi gelombang panas. Namun demikian meningkatnya suhu hingga hingga diatas normal mengakibatkan indeks paparan sinar ultraviolet yang dapat berbahaya bagi manusia.

Karena itu,panas ekstrim yang sedang terjadi belakangan ini tidak boleh dilihat sebelah mata. Penanganan akan potensi bencana ini harus dilakukan dengan serius agar dapat mengurangi potensi dari fenomena alam ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Mengurangi potensi jatuhnya korban jiwa harus dimulai dari diri sendiri. Hindari terlalu lama terpapar panas sinar matahari terutama pada tengah hari, gunakan pakaian yang bersirkulasi udara baik, longgar ringan dan berwarna terang agar tidak menyerap panas dari sinar matahari.

Gunakan penutup kepala dan kacamata gelap untuk melindungi diri dari panas dan silau. Kemudian beri perhatian khusus pada para lansia dan anak-anak agar terhindar dari heat stroke.

Baca Juga:

BUMDes dan Gerakan Politik Gagasan

Minum banyak air agar dapat terus menjaga hidrasi tubuh. Jika mengalami gejala awal dehidrasi berupa rasa haus, sakit kepala, pusing dan mual hingga muntah, serta kulit terasa lembab dan dingin maka segeralah mencari fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan darurat.

Selain hal hal tersebut, yang harus dilakukan oleh setiap orang adalah menjaga dan merawat tanaman, memperlakukan sampah dengan baik, menghemat semua energy dan air, mengurangi emisi gas rumah kaca sebagai upaya sadar untuk mengurangi pemanasan global.

Terutama menjaga dan merawat tanaman adalah cara paling efektif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Menekan emisi gas rumah kaca sama artinya dengan mencegah pemanasan global.

Karena itu menjaga dan merawat tanaman bisa dikatakan menjadi bagian dari menjaga dan merawat kehidupan setiap orang.

Foto: AFP via Getty Images/SANJAY KANOJIA

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of