Pekerja Seni dan Pandemi

Nasional
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Salah satu bidang atau sektor yang terdampak pandemi Covid-19 adalah pekerja seni. Data dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyatakan bahwa sebanyak 44.295 pekerja seni terkena imbas dari wabah tersebut (okezon.com – 26/05/2020).

Pelarangan pertemuan tatap muka dan berkerumun yang diterapkan oleh pemerintah mennyebabkan pertunjukan seni, seperti konser, dan panggung hiburan berskala besar maupun kecil tidak bisa dilakukan.

Untuk dapat bertahan hidup, para pekerja seni melakukan berbagai cara agar dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Berbagai cara dilakukan oleh para pekerja seni, salah satu usaha yang dapat dilakukan oleh para pekerja seni adalah dengan membuat beberpa event menjadi virtual atau live streaming.

Pementasan seni dengan cara live streaming, membuat para pekerja seni mengalami penurunan pendapatan. Penurunan pendapatan dikarenakan tidak ada bonus dari penonton seperti saweran yang biasa diberikan pada saat live perform dengan penonton.

Baca Juga: Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Sistem Pendidikan di Indonesia

Selain itu terkadang para pekerja seni harus membuat sendiri acara virtual dan dengan modal sendiri untuk mengumpulkan donasi dari para penonton live virtual.

Namun terkadang live virtual membuat penonton kurang berminat untuk menonton, apalagi untuk memberikan donasi.

Dari banyaknya keluhan dari para pekerja seni, seperti diwartakan mediaindonesia.com (27.01.2021) akhirnya pada hari Rabu
Aliansi Sound System Organizer dan Pekerja Seni Indonesia menyuarakan pendapat kepada Komisi X DPR RI tentang pendapatannya kini yang semakin hari semakin menurun, akibat adanya kebijakan pemerintah tentang pelarangan pentas di masa pendemi.

“Pada dasarnya kami menyuarakan tentang nasib kami sebagai pekerja seni tidak bisa berkerja bahkan tidak dapat penghasilan. Selama pandemi ini juga tidak ada solusi yang terbaik bagi kami,” kata Iwan Sulistiawan.

Para pekerja seni juga meminta solusi terbaik kepada anggota DPR RI, karena menurut para pekerja seni, saat ini peraturan yang dibuat oleh pemerintah mempunyai persepsi yang berbeda-beda dari beberapa institusi penegak hukum, perbedaan seperti istilah new normal atau definisi mengena kerumunan.

Menurut Deden Sulaeman dari forum seniman Brebes, dalam istilah new normal pemerintah mengatakan adanya kebiasaan baru namun tetap mematuhi peraturan, mematuhi protokol kesehatan, dalam hal ini para pekerja seni sudah melakukannya.

Baca Juga: Di Tengah Pandemi Covid-19, Mengapa Wisata di Gunungkidul Berbeda Dari Tempat Lain?

Namun mereka dibatasi oleh istilah kerumunan. Tafsiran yang berbeda antara para penegak hukum dan seniman membuat mereka  merasa kesulitan dalam melakukan kegiatan seni.

Dalam penerapan protokol kesehatan dalam konteks new normal, para pekerja seni menganggap bahwa itu diperbolehkan.

Namun para pekerja seni justru dilarang karena dinilai mengumpulkan massa di masa pandemi.  Ini membuat pentas-pentas seni yang sudah direncanakan terpaksa dibatalkan untuk mematuhi hukum yang berlaku.

Pada beberapa daerah juga terdapat aturan yang dinilai memberatkan para pekerja seni ini sebgaimana yang disampaikan oleh Aji Abdurahim dari Tegal.

Dalam kesempatan didepan Komisi X DPR RI,  Aji bercerita bahwa, terdapat surat ketentuan yang mana hajatan tidak boleh pasang tenda, tidak ada kerumunan, juga tidak menggunakan sound sistem.

Padahal menurut Aji, keadaan di lapangan terbuka belum tentu dapat lebih baik.  Justru jika menggunakan tenda, kemungkinan besar lebih bisa nebtaati protokol kesehatan.

Aji juga mengatakan bahwa ruangan tamu yang lazimnya 3 x 6 meter menjadi pilihan untuk menerima tamu undangan. Ini tentu dapat membuat kerumunan orang.

Aji juga mempermasalahkan larangan untuk menggunakan sound sistem.  Menurutnya tidak ada hubungan antara suara sound sistem dengan penambahan klaster Covid-19 baru di suatu wilayah.

Baca Juga: Mengapa Masker Scuba dan Buff dilarang di KRL?

Menyikapi keluhan ini, Rano Karno, artis sekaligus anggota Komisi X DPR RI, juga turut merasakan apa yang sedang dirasakan para pekerja seni ini sehingga dirinya akan mengusahakan mencari solusi yang terbaik.

“Ya kita nanti coba telusuri ini karena memang bersebrangan dengan mitra kerja seperti kepolisian. Sekekal lagi saya situasi ini paham dan mudah-mudahan walaupun tidak kita akan carikan solusinya,” pungkasnya pemeran Si Doel itu..

Dalam kesempatan lain seperti dikutip dari kompas.com (10/03/2021) vaksinasi kepada 517 pekerja seni yang berada di Yogyakarta tepatnya di Dusun Kembaran, Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul.

Beberapa seniman dari berbagai bidang seni seperti musik, tari, seni rupa, pelukis, pelaku seni tradisional hingga modern.

 “Semua tadi divaksinasi dan Alhamdulillah semua berjalan lancar,” ujar Jokowi dipantau dari tayangan siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden.

Dengan adanya vaksinasi tersebut, presiden Jokowi berharap agar semua pekerja seni dapat terlindungi dari Covid-19.

Baca Juga: Jalan Keluar UMKM di tengah Pandemi Covid-19: Branding di Media Sosial

Walaupun dalam pandemi banyak membuat para pekerja seni kekurangan pendapatan, namun Jokowi tetap mengingatkan agar terus menjaga semangat dalam berkarya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana mengatakan, bahwa pihaknya belum merealisasikan anggaran bagi para pelaku seni pada masa pandemi Covid-19 (dprd-dkijakartaprov.go.id – 21/04/2021).

Namun Iwan mengatakan, pihaknya sudah berupaya memfasilitasi kebutuhan para pelaku seni dengan berbagai macam alternatif solusi pementasan.

Dinas Kebudayaan DKI juga memastikan bahwa dalam hal ini pihaknya berusaha untuk bersikap secara proaktif terhadap pemulihan ekonomi para pelaku seni tanpa terkecuali.

Termasuk, alternatif yang dapat dilakukan agar menghidupkan kembali eksistensi kegiatan seni kedepan.

Dinas Kebudayaan juga berharap akan banyak kegiatan pada tahun 2022 mendatang.  Menurut Iwan tahun 2022 merupakan pemulihan bagi pekerja seni dan budaya, dengan harapan pandemi dapat selesai pada tahun 2022.

Penulis adalah Mahasiswa S1 Program Studi Manajemen Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa / Foto : antara.com

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of