Melihat Seberapa Dalam UMKM Flores Timur Masuk Era Industri 4.0

Bisnis
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Ladang Bayolewun rasa-rasanya adalah sebuah entitas yang tidak boleh diabaikan ketika kita menyebut inovasi di Flores Timur. Ketika seorang Kamilus Tupen Jumat, menjadikan kebun sebagai halaman depan dari apa yang suka ia sebut “Tanam apa yang kita Makan – Makan apa yang kita Tanam”.

Di tangan Ama Kamilus, kebun menjelma menjadi sebuah ide tentang ladang usaha produktif. Tidak hanya sebagai sebuah tempat, suatu kebun milik petani, Ladang Bayolewun adalah mall yang menjajakan berbagai produk makanan. Yang tentu saja hasil dari apa yang ditanam dan tumbuh dari atas tanah ladang tersebut.

Ladang Bayolewun juga menjelma sebagai sebuah tempat wisata pertanian. Orang datang berkunjung dan menikmati memetik langsung berbagai hasil kebun. Inovasinya tidak berhenti di agrowisata, Ladang Bayolewun juga adalah sebuah oase wisata kuliner bagi siapa saja yang ingin memanjakan lidahnya dengan berbagai rasa otentik makanan khas kebun.

Baca Juga:

Lompatan Jauh Flores Timur di Era Industri 4.0 dan Kesiapan Memasuki Gig Economy

Ladang Bayolewun menjadi seperti hari ini, tentu ditopang dan tumbuh perlahan, dirawat sebagai sebuah gagasan yang diwujudnyatakan oleh pemiliknya. Hasilnya, Ladang Bayolewun bukan hanya tentang berbagai hasil pertanian, tapi juga buah bibir yang menjadi oleh-oleh dan kebanggaan banyak orang yang mengunjunginya. Disebarkan daring maupun luring.

Berbagai narasi, tentu dengan bukti foto dan video, disebar secara daring oleh siapa saja yang mengunjungi Ladang Bayolewun. Yang Tentu saja, itu menjadi sebuah kebanggaan bagi mereka yang “mengkonsumsi” sebuah produk unggulan.

Tentu saja, ditangan pemiliknya, akun FB Kamilus Tupen Jumat, menjadi corong paling depan yang mengantar Ladang Bayolewun melalang buana hingga menembus hingga ke tingkat nasional, diliput berbagai media mainstream.

Kamilus Tupen Jumat mempromosikan – melalui Akun FB miliknya – Menu Pangan Lokal yang Dihasilan dan Disediakan di Ladang Bayolewun

Lain Ladang Bayolewun, lain pula Fonara. Di tangan Rahman Tukan Hanafi kelapa tidak lagi hanya menjadi sekedar kopra atau minyak goreng. Produk-produk Fonara tentu saja menjadi sebuah harapan baik, bahwa inovasi bisa membawa produk yang biasa kita kenal sehari-hari berubah levelnya menjadi sederet produk dengan sententuhan modern.

Baca Juga:

Petani dalam Pusaran Era Industri 4.0, Di Mana posisi Kaum Milenial?

Sebut saja minyak kelapa yang dikemas seperti minyak sawit yang tersebar di pasaran. Begitu juga dengan VCO, dan berbagai varian sabun cair. Produk Fonara Brand akan mudah ditemukan ketika dengan sengaja mengintip akun FB Fonara Brand atau akun pemiliknya Rahman Tukan Hanafi.

Ketika menyebut Ladang Bayolewun dan Fonara Brand, tidak lengkap rasanya jika kita tidak menyertakan Putri Pak Tani dengan hasil tenun dan Kopi Adonara-nya Oktavianus Bali dengan KISING – kripik singkong , Ello Lamanepa dan Irma Tokan dengan berbagai produk  Dapur Elma25, Kopi Leworook, SepatQ, MasDewa Coffee dan sederet brand lokal Flores Timur lainnya.

Mereka- mereka yang kita sebut ini tentu dengan mudah dapat kita kenali dalam pencarian daring. Tentu saja mereka mudah ditemukan karena memanfaatkan berbagai platform media social untuk menceritakan kepada dunia apa yang mereka miliki, apa yang mereka produksi, apa yang mereka pasarkan.

Secara sederhana Era Revolusi Industri atau Era Industri 4.0 dikenal sebagai sebuah era dimana teknologi siber bersinergi dengan teknologi otomatisasi. Industri 4.0 mulai ramai dibicarakan orang sejak Hannover Fair tanggal 4-8 April 2011.

Baca Juga:

Mengapa “Komunitas Baca Masdewa” Harus Dimiliki Oleh Semua Desa di Flores Timur?

Saat itu, pemerintah Jerman menggunakan istilah Revolusi Industri 4.0 untuk menggambarkan berbagai kemajuan industri mereka dengan bantuan teknologi.

Revolusi Industri 4.0 atau Industri 4.0 ditopang oleh lima tiang utama. Pertama:  IoT atau Internet of Things, termasuk didalamnya istilah baru yang kita kenal dengan IoH (Internet of Human). IoT menggambarkan bahwa semua benda mati dan setiap manusia (IoH) terkoneksi dan dapat bertukar informasi melalui jaringan Internet.

Kedua: Kecerdasan Artifisial atau Artificial Intelligence yang merupakan sebuah ilmu untuk merancang, membangun, mengkonstruksi suatu mesin komputer atau program computer sehingga memiliki kecerdasan layaknya manusia.

Tiga : Human Machine Interface (HMI) merupakan sebuah rancang bangun yang menghubungkan manusia dengan mesin yang memungkinkan interaksi antara seorang operator dan mesin melalui tampilan di layar monitor.

Baca Juga:

Tantangan Indonesia 4.0 di Bidang Pertanian

Empat : Teknologi Robotik dan Sensor Otomatis. Robot merupakan manipulator yang dikendalikan, multifungsi dan mampu diprogram untuk bergerak secara otomatis sehingga dapat digunakan dalam berbagai keperluan.

Semntara Sensor Otomatis adalah bagian dari robot yang berfungsi untuk mengenali dan mendeteksi lingkungan secara otomatis sesuai dengan program yang diperintahkan kepadanya, dan

Lima: Tiga Dimensi Printing merupakan teknologi printer terbaru yang mampu mencetak objek tiga dimensi yang bisa dipegang dan atau bisa digunakan untuk berbagai keperluan.

Melihat dari lima tiang yang menopang Industri 4.0 dan berkaca dari berbagai interaksi semua orang menggunakan internet rasanya kita dapat mengidentifikasi dengan jelas bahwa kita, termasuk di Flores Timur telah hidup di tengah Revolusi Industri 4.0.

Baca Juga:

Dari Enam hal ini, yang manakah Musuh Petani di Flores Timur?

Walaupun bahwa dalam banyak dimensi lain kita mungkin masih jauh, namun pengalaman terhubung dengan dunia luar melalui Internet telah merubah begitu banyak dimensi kehidupan setiap kita. Berbagai kebutuhan hidup menjadi jauh lebih mudah berkat bantuan internet.

Berbagai usaha produktif yang kita sebutkan di atas tentu menjadi lebih mudah kita kenali dari berbagai platform media sosial. Orang-orang dibalik usaha tersebut tentu tahu persis bagaimana kemajuan teknologi internet hari ini membantu mereka membawa setiap usaha produktif yang mereka jalani berada pada level yang berbeda.

Namun anugerah Revolusi Industri 4.0 juga memiliki banyak konsekuensi lain yang harus secara terus menerus kita sesuaikan dengan kebutuhan kita setiap saat. Dan tentu saja penyesuaian ini membutuhkan usaha dan kerja yang tidak ringan.

Foto berbagai produk UMKM Flores Timur, diambil dari Facebook

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of