Eposdigi.com – Kesempatan berkunjung ke Komunitas Banksasuci pada 28 November lalu menjadi momen yang membuka mata saya terhadap banyak hal yang selama ini luput dari perhatian.
Sudah beberapa tahun belakangan PT Kati Kartika Murni (KKM) Karawaci menjalankan pendampingan melalui program CSR bagi masyarakat, terutama komunitas Banksasuci. Tapi baru kali ini saya benar-benar melihat sendiri wajah nyata dari komitmen itu.
Saya tahu KKM telah melakukan berbagai kegiatan sosial—mulai dari penghijauan, aksi lingkungan, hingga renovasi ruang belajar. Namun, saya baru menyadari bahwa PAUD yang selama ini didampingi KKM Karawaci ternyata adalah PAUD Banksasuci, sebuah ruang kecil yang menyimpan misi besar.
Baca Juga:
Rayakan Hari Pohon Internasional, TK Strada Bhakti Nusa Ajak Anak-Anak Tanam Pohon
Di tepi Sungai Cisadane, RT 03 RW 01 Kelurahan Panunggangan Barat, Cibodas, Kota Tangerang, saya berjumpa langsung dengan para penggiat komunitas. Pada kunjungan itu saya baru memahami bahwa Banksasuci bukan sekadar komunitas lingkungan biasa.
Mereka menyebut dirinya sebagai Bank Sampah Sungai Cisadane—sebuah keluarga yang menjadikan sungai bukan hanya halaman belakang, melainkan rumah yang harus dirawat.
Bagi mereka, Sungai Cisadane adalah denyut kehidupan. Maka, upaya konservasi, advokasi lingkungan, edukasi, hingga aksi bersih sungai menjadi rutinitas yang dilakukan tanpa pamrih.
Mereka ingin masyarakat di sepanjang DAS Cisadane berhenti memunggungi sungai, dan mulai menjadikannya halaman depan tempat kehidupan bertumbuh.
Baca Juga:
Rasa penasaran membawa saya berbincang dengan Kang Achmad Afandi, salah satu penggiat Banksasuci. Dengan secangkir teh hangat dan tape goreng buatannya, ia membuka kisah yang jarang terdengar.
“Yang paling sulit itu mengedukasi masyarakat untuk menjaga sungai,” ujarnya pelan, namun mantap. “Makanya PAUD ini jadi cara terbaik. Kalau anak-anak sudah mencintai sungai sejak kecil, mereka otomatis akan jadi garda depan penjaga Sungai Cisadane di masa depan.”
Kami kemudian diajak melihat bangunan PAUD yang dimaksud. Pak Sade Sudana, mantan Ketua RT 01, juga pegiat Banksasuci, ikut menemani sambil menunjuk sebuah bangunan semi permanen di samping kami.
Luasnya hanya sekitar 4 x 6 meter, berisi sofa bekas, dan berdinding material daur ulang. Jauh dari kata layak sebagai ruang kelas.
Baca Juga:
“Ini sebenarnya bangunan multifungsi,” jelas Pak Sade. “Awalnya galeri Banksasuci. Tapi karena butuh ruang untuk belajar, ya jadilah PAUD ini berdiri.”
Kang Achmad menambahkan, “Di tengah keterbatasan, PAUD Banksasuci sudah bertahan sampai angkatan ke-9. Semua berkat dukungan banyak pihak, termasuk KKM.”
Pak Afrizal, perwakilan PT Kati Kartika Murni yang ikut hadir hari itu, membenarkan hal tersebut.
“KKM berkomitmen untuk terus mendampingi komunitas Banksasuci, khususnya PAUD. Ini bagian dari tanggung jawab sosial kami kepada masyarakat sekitar,” katanya.
Baca Juga:
Di tengah segala kekurangan fasilitas, berdirilah sosok yang menjaga keberlangsungan PAUD dengan sepenuh hati: Bu Rizki. Ia mengajar bukan karena nominal gaji—yang memang tidak bisa diharapkan dari lingkungan RT 01 dimana sebagian besar warganya bekerja mengolah sampah—tetapi murni karena panggilan nurani.
Melalui pesan WhatsApp, Bu Rizki menyampaikan harapan sederhana namun sangat tulus.

“Semoga KKM sering berkunjung ke PAUD. Anak-anak selalu senang kalau ada kegiatan bersama.” tulisnya.
Satu pesan singkat, namun terasa seperti doa yang dipanjatkan dari ruang kecil penuh keterbatasan. Di akhir obrolan daring, ia menutup dengan tulisan: “Semoga KKM selalu sukses.”
Baca Juga:
Silahturahmi Komunitas Bengkel Las Indoensia: Membangun Kolaborasi Sinergis dengan Banyak Pihak
Doa itu bukan hanya mewakili dirinya, tetapi juga mewakili masyarakat yang selama ini merasakan langsung kehadiran PT Kati Kartika Murni Karawaci melalui kegiatan CSR mereka.
Di tepian Sungai Cisadane, saya belajar bahwa komitmen tidak tumbuh dari kemewahan, tetapi dari hati yang bersedia merawat.
Dan hari itu, saya melihat sendiri bagaimana perusahaan, komunitas, dan seorang guru sederhana bekerja bersama membangun masa depan—walau dimulai dari sebuah ruang seadanya berukuran 4 x 6 meter.
Foto: Team PT Kati Kartika Murni – Karawaci saat mengunjungi anak-anak PAUD Banksasuci, dan komunitas Banksasuci belum lama ini.
Leave a Reply