Pendampingan Asesmen Pembelajaran dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta di Kolese Santo Yusup Malang

Daerah
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Universitas Sanata Dharma Yogyakarta adalah Perguruan Tinggi yang pada awal berdirinya tahun 1955 dengan nama Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) Sanata Dharma. Selanjutnya pada tahun 1958 berkembang menjadi Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Sanata Dharma.

Pada tahun 1965 Perguruan Tinggi ini semakin berkembang menjadi IKIP Sanata Dharma. Selanjutnya tahun 1993 berubah dan berkembang lagi menjadi  Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta yang kita kenal hingga saat ini.

Sedangkan berdirinya Kolese Santo Yusup Malang diawali pada tahun 1951 dengan menempati gedung rusak bekas “Neutrale School” di jalan Dr. Soetomo yang dijadikan sekolah dengan nama SM-RK Hua-Ind.

Baca Juga:

Jalan Panjang Menuju Sanata Dharma

Tahun 1954 dibuka satu kelas SMA dengan nama Sekolah Katolik Kolese Santo Yusup Malang. Tahun 1974 sekolah ini terus berkembang dan menempati gedung baru di wilayah Blimbing hingga saat ini.

Yayasan Kolese Santo Yusup sebagai penaung sekolah ini adalah karya pendidikan milik para Imam CDD. (Congregatio Discipulorum Domini) atau Kongregasi Murid-Murid Tuhan yang mengelola sekolah di wilayah Malang dan Bali.

Untuk Wilayah Malang terdiri dari KB & TKK Kolese Santo Yusup III, Saint Joseph Montessori School (Toddler – Kindergarten), SDK Santo Yusup II, SDK Santo Yusup III, Saint Joseph Montessori School (Elementary Division), SMPK Kolese Santo Yusup 1, SMPK Kolese Santo Yusup 2, dan SMAK Kolese Santo Yusup.

Baca Juga:

Alumni Jadi Ukuran Keberhasilan Sebuah Universitas?

Perlu Asesmen dari Universitas Sanata Dharma

Kolese Santo Yusup (Kosayu) senantiasa berbenah menjawab kebutuhan belajar para murid dan perkembangan teknologi dengan misi mewujudkan pendidikan kaum muda Indonesia seutuhnya melalui keunggulan akademik, kecakapan hidup, dan keterbukaan.

Oleh karena itu, supervisi dan asesmen pembelajaran terus dilakukan secara rutin di internal Komunitas Belajar (Kombel) Kosayu. Akan tetapi pada bulan Oktober 2025, secara khusus Kosayu meminta pendampingan dari Universitas Sanata Dharma untuk melakukan Asesmen Pembelajaran di semua unit sekolah wilayah Malang.

Mewakili Tim dari Universitas Sanata Dharma, Bapak Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.D. menyampaikan, “Saya sangat bersyukur bisa berkunjung ke  Sekolah yang sangat terkenal, SMAK Kolese Santo Yusup, bertemu dengan Yayasan, pimpinan Sekolah, para guru dan para murid.” 

Baca Juga:

Lima Universitas Swasta Termahal di Indonesia dan Aneka Fasilitas yang Disediakan

“Kesan pertama ketika melihat para murid Kosayu, saya melihat bahwa para remaja ini sungguh anak-anak muda yang belajar, mengembangkan diri untuk masa depan”.

Pada sesi pembukaan Bapak Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.D. sempat mengikuti upacara bendera dan menyampaikan pesan kepada para murid, pergunakan waktu di SMA dengan sebaik-baiknya untuk mengembangkan berbagai karakter positif dan kemampuan akademik.

“Karena karakter dan kemampuan akademik tersebut akan menjadi bekal yang sangat berharga untuk hidup dan pendidikan berikutnya,” lanjut Sarkim. 

Baca Juga:

Mengapresiasi Tugas Berat Para Guru TK

Beliau juga menambahkan bahwa sebagian besar guru di sekolah ini adalah lulusan dari USD, maka beliau juga memperkenalkan kepada para murid untuk melanjutkan kuliah di USD yang saat ini memiliki banyak pilihan, bukan hanya bidang keguruan tetapi juga tersedia berbagai fakultas dan program studi yang sangat luas.

Agenda kegiatan asesmen dimulai pada tanggal 13 Oktober 2025 dengan penggalian data berupa wawancara, observasi pembelajaran di kelas, dan pengumpulan data kuesioner dari murid, Guru, dan Orang Tua Murid yang masih terus berlangsung dengan tindak lanjut dalam beberapa bulan ke depan.

Kegiatan wawancara diawali oleh Ibu Eny Winarti, M.Hum., Ph.D. kepada Kepala SMAK Kolese Santo Yusup Petrus Harjanto, M.Pd yang didampingi oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum A.M.M. Lindayanti, S.Pd., dan Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan Kornelius Kristian Wardana Putra, S.Pd..

Baca Juga:

Belajar Dari SMAK Kosayu Malang Menciptakan Loyal Customer

Sesi wawancara berlangsung sangat menarik, dengan menggali banyak hal yang telah dilakukan serta berbagai upaya yang akan menjadi prioritas untuk pengembangan sekolah ini.

Observasi Pembelajaran didampingi oleh Bapak Dr. Setya Tri Nugraha, M.Pd. pada kelas Bahasa Indonesia, Ibu Carla Sih Prabandari, M.Hum., Ph.D. pada kelas Bahasa Inggris, dan Bapak Dr. Hendra Kurniawan pada kelas PPKn.

 

Pendamping berikutnya Ibu Dr. Benedecta Indah Nugraheni, S.Pd., S.I.P. pada kelas Ekonomi Akuntansi, Bapak Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.D. pada kelas Fisika, dan Ibu Veronika Fitri Rianasari, Ph.D. pada kelas Matematika.

Selesai observasi kelas dilanjutkan dengan Forum Group Discussion (FGD) oleh observer dengan guru kelas per mapel untuk memberikan tanggapan, klarifikasi, dan umpan balik selama pembelajaran.

Baca Juga:

 

FGD kelas Bahasa Indonesia diikuti oleh Bapak Antonius Joko Prasetyo, S.Pd., Ibu Agnes Sindi Margareta, S.Pd., dan Ibu Theresia Supriyanti, S.Pd.. Sedangkan kelas Bahasa Inggris oleh ibu Yohana Ika Dewanti, S.Pd., dan Ibu Ika Tyas Intani, S.Pd..

Peserta FGD kelas PPKn diikuti oleh Bapak Paulinus Wiratmaka Dewanta, S.Pd., Bapak Petrus Wisnu Wiyono Sakti, S.Pd., dan Ibu Fenny Maria, S.Pd.. Sedangkan kelas Ekonomi Akuntansi oleh Ibu Christina Ratih Ayuningtyas, S.Pd., dan Bapak Andhika Setiawan Nugroho, S.Pd..

Selanjutnya kelas Fisika diikuti oleh Ibu Dra. Djumilan Riang, dan Bapak Dwi Lejaring Pambudi, M.Pd.. Dan kelas Matematika diikuti oleh Ibu Dra. Linda Kusumajaya, Bapak Dimas Anggono, S.Pd., dan Ibu A.M.M. Lindayanti, S.Pd

Manfaat asesmen bagi guru dan pesan observer

Ibu Yohana Ika Dewanti, S.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan observasi kelas menjadi momen reflektif yang sangat berharga, di mana saya kembali diingatkan bahwa seorang guru bukan hanya penyampai ilmu, melainkan juga pembelajar sejati sepanjang hayat.

Baca Juga:

Belajar Dari SMAK Kosayu Malang Mempertahankan Tren Pertumbuhan Selama 70 Tahun

Dalam kegiatan ini saya juga yakin para murid juga bisa menangkap kesan bahwa saya siap untuk belajar, siap untuk diberi masukan, siap berubah dan memperbaiki diri. Dengan observasi ini saya berharap sedikit memberikan teladan bagi mereka untuk bersikap terbuka terhadap proses pembelajaran.

Sedangkan manfaat yang diperoleh Ibu Yohana Ika Dewanti, S.Pd. adalah terus termotivasi untuk mengembangkan diri dan mencoba mengaplikasikan pendekatan-pendekatan baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan murid masa kini.

Namun pendekatan baru yang dipilih harus tetap berpijak pada prinsip-prinsip pembelajaran dan nilai-nilai pendidikan yang relevan dan bermakna.

Kesan yang disampaikan Ibu Yohana Ika Dewanti, S.Pd. adalah Ibu Carla Sih Prabandari, M.Hum., Ph.D. sebagai observer banyak memberikan masukan tentang siklus pembelajaran yang harus diperhatikan, sehingga proses kerja otak siswa untuk menangkap dan memproduksi Bahasa dapat dilatih secara maksimal.

Baca Juga:

Retret, Meningkatkan Kehidupan Spiritual dalam Kebersamaan

Sedangkan Ibu Dra. Linda Kusumajaya menyampaikan banyak mendapat apresiasi dari observer karena sangat telaten mengajarkan konsep matematika di kelas secara rinci dan jelas. Ibu Veronika Fitri Rianasari, Ph.D. mengatakan sangat jarang menemui Guru yang telaten menyampaikan konsep Matematika di kelas.

Pesan dari Bapak Bapak Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.D. untuk para Guru, dengan konteks pendidikan yang terus berkembang, kiranya kita semua para pendidik juga tidak boleh berhenti untuk belajar agar dapat memberikan pendampingan dan pembelajaran yang tepat kepada para murid.

Secara umum observasi pembelajaran oleh Universitas Sanata Dharma di Kolese Santo Yusup bukan sekadar melihat, tetapi juga menyerap, merefleksi, dan menata ulang cara pandang dalam mengajar.

Sebuah proses yang memperkaya, menguatkan, dan mengingatkan bahwa mengajar harus selalu diiringi dengan tetap bersemangat, riang gembira untuk terus belajar.

Baca Juga:

Dunia Kerja Sedang Susah, Mahasiswa Sebaiknya Bersiap Secara Serius

Rangkaian asesmen pembelajaran ini masih akan dipadukan dengan kuesioner yang sedang dalam proses pengisian oleh murid, Guru, dan Orang Tua Murid. Sehingga diharapkan diperoleh simpulan utuh tentang hal-hal baik yang telah dikerjakan dan hal-hal yang kurang baik dari sudut pandang murid dan Orang Tua Murid untuk diperbaiki lagi.

Akhirnya Kolese Santo Yusup akan terus berupaya untuk selalu berkembang memberikan pendidikan terbaik sesuai kebutuhan murid yang senantiasa berubah dan menjadikan generasi muda Insan Kolese Santo Yusup yang Saleh dan Terpelajar.

Terima kasih Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dengan segala totalitasnya mendampingi Kolese Santo Yusup Malang. Tetap Bersemangat. 

Penulis adalah Kepala SMAK Kolese Santo Yusup, alumni Pendidikan Matematika USD tahun 1995 / Tulisan ini sebelumnya tayang di depoedu.com, kami tayangkan kembali dengan izin dari redaksi

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of