Eposdigi.com – Masyarakat Madura Asli Nusantara (Ormas Madas Nusantara) mensinyalir ada agenda besar oligarki koruptor untuk melengserkan Presiden Prabowo. Ormas Madas Nusantara menduga ada kekuatan asing yang ingin menguasai Indonesia di balik oligarki koruptor ini.
Ketua Umum Ormas Madas Nusantara Kanjeng Raden Haryo (KRH), HM.Jusuf Rizal, SH memberikan sinyal ini saat menjawab pertanyaan media menanggapi kerusuhan yang terjadi di beberapa kota besar di Indonesia belakangan ini.
Baca Juga:
LSM LIRA dan Relawan Prabowo Buka Kotak Pos Prabowo: Jadi Solusi Tampung Info Korupsi Pejabat Negara
Pegiat antikorupsi berdarah Madura-Batak, Relawan Prabowo itu, mengatakan bahwa saat ini ada gerakan operasi senyap yang menggunakan tiga strategi yaitu strategi Mao Tse Tung (Desa Mengepung Kota), Strategi Perang Sun Tzu (The Art of War/Menusuk ke Jantung Pertahanan Lawan) dan Strategi Aflin Toffler (Penguasaan Media/Informasi/Buzzer) guna menghantam pemerintahan Prabowo.
Menurut analisa wartawan senior itu, Pertama: dibuat kerusuhan di berbagai daerah, diprovokasi dan dimodali kelompok strategis termasuk oligarki koruptor yang bisnis maupun eksistensinya terganggu dengan gerakan perang melawan koruptor yang diat dilakukan oleh Presiden Prabowo.
Baca Juga:
Dukung Prabowo Berantas Korupsi dan Hukum Mati Koruptor Kakap, LSM LIRA Sampaikan Lima Maklumat
Kedua, orang-orang sengkuni dan penjilat di lingkaran kekuasaan Prabowo, bermain dua kaki. Mereka diam-diam berkontribusi mau menumbangkan Prabowo dari dalam, karena banyak Menteri, Pejabat BUMN dan institusi Kejaksaan, Kepolisian dan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) tidak bersih. Masih warisan lama.
Ketiga, kelompok kepentingan memanfaatkan buzzer, media sosial maupun media mainstream untuk mengekpose berbagai kelemahan Pemerintahan Prabowo.
Logistik tersedia tanpa batas, karena ini dirangkai dengan agenda besar 2029. Pokoknya bagaimana masyarakat benci kepada Presiden Prabowo dan dianggap tidak mampu mengamankan negara.
Baca Juga:
“Jadi menurut saya, peristiwa kerusuhan sudah di grand design kelompok strategis dan didukung pihak luar. Pemerintahan Prabowo mau dikunci agar mau jadi boneka,” tegas Jusuf Rizal
Menurut Jusuf Rizal, kerusuhan yang terjadi saat ini baru uji coba. Dan kedepan masih akan banyak serangan-serangan jika Prabowo tidak segera menstrerilkan pemerintahannya, seperti di BIN (Badan Intelijen Negara), TNI, Kepolisian, Kejaksaan, KPK, Kementerian dan BUMN. Karena para sengkuni ini, gerakannya saling terkait dan strategis.
Selain itu, Jusuf Rizal juga mengingatkan bahwa tim pembela Prabowo saat ini masih lemah. Tidak memiliki pasukan counter attack. Mereka yang sudah diberi posisi, sudah duduk manis dan masa bodoh.
Baca Juga:
Begitu juga partai politik pendukung Prabowo tidak solid. Bahkan ada yang sudah ancang-ancang buat sekoci untuk persiapan Pilpres 2029.
“Jika Prabowo tidak cepat mengkonsolidasikan diri. Tidak mustahil, tak lama kepercayaan publik akan turun dan dia dilengserkan,” tegas Jusuf Rizal yang dibesarkan dari keluarga intelijen itu
Untuk itu Madas Nusantara mendesak Prabowo untuk bersih-bersih – cuci gudang dengan membuang para sengkuni. Mereka itu kanker bagi pemerintahan Prabowo. Jangan sampai misi mereka mau merusak citra dan wibawa kabinet merah putih berhasil.
Baca Juga:
Korupsi dan Sistem yang Korup : Cara Sederhana Membedah Anatomi Korupsi
Jusuf Rizal yang juga Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) mengungkapkan bahwa saat ini beban Prabowo sangat berat, karena harus menanggung banyak beban yang diwarisi pemerintahan sebelumnya.
Mulai dari beban hutang, korupsi yang merajalela hingga kepercayaan publik yang mencapai pada titik nadir. Rakyat sudah kecewa dan marah.
Tetapi meski memahami kekecewaan rakyat, Madas Nusantara mengecam keras tindakan anarkis dan penjarahan. Hal seperti ini akan dapat memicu konflik horizontal.
Baca Juga:
Ormas Madas Nusantara Usulkan Prabowo Sita Triliunan Rupiah Uang Judol Di Bank-Bank Pemerintah
“Madas Nusantara juga memberi apresiasi kepada TNI dan Polri yang berusaha mencegah amuk massa,” tutup Jusuf Rizal yang prihatin aksi demo yang menimbulkan korban Affan Kurniawan, pengemudi ojol.
Leave a Reply