Eposdigi.com – Jakarta, seakan memiliki magnet bagi masyarakat Indonesia. Saat ini Jakarta jadi pusat politik pemerintah, ekonomi dan juga multikulturalnya hidup sosial budaya. Jakarta seperti “miniaturnya” Indonesia.
Ada sesuatu yang istimewa dari kota yang memiliki sejarah panjang. Menarik untuk di garis ke belakang tentang Jakarta. Masa kolonial, terkenal dengan kota Batavia dalam sejarah Indonesia.
Orang – orang Belanda menyebut suku Batavier – nenek moyang bangsa Belanda yang berasal dari suku Jermanik yang pernah mendiami daerah sekitar Sungai Rhein – untuk kota dagang Batavia
Baca Juga:
Kongsi dagang Belanda “Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC).” Batavia sudah menjadi sebuah kota dagang dan administrasi, politik. Tempat strategis secara geopolitik dan ekonomi terutama dlm mendukung usaha monopoli dagang Belanda di kawasan Asia , khususnya Asia Tenggara.
Batavia bukan sekedar kota dagang saja tetapi mulai tercipta proses multikultural secara sosial budaya. Dengan berbagai latar belakang asal, beda pekerjaan, agama dan keyakinan, mereka hidup bersama di pusat kota serta pinggiran Batavia.
VOC dibubarkan karena berbagai permasalahan, Batavia tetap berkembang ikuti zaman bahkan semakin maju dan kompleks Sebagai pusat aktivitas, pemerintah kolonial Belanda mendatangkan banyak tenaga kerja dari luar Batavia.
Baca Juga:
Batavia yang didukung Sunda Kelapa sebagai pelabuhan dagang utama, demikian pun sekitar Batavia yangg banyak hasil bumi sangat menguntungkan bagi kolonial Belanda .ni lah yg mendukung terjadinya multi etnis dan kultural.
Tak heran sampai sekarang banyak ditemui beberapa nama tempat berdasarkan asal masyarakatnya. Pun demikian kebiasaan, perilaku maupun karakter manusia sekarang merupakan bentukan dari proses panjang yang sudah ada masa kolonial.
Batavia sebagai kota yang eksklusif karena tidak semua yang datang ke Batavia bisa tinggal di dalam benteng. Sebagian besar pendatang yang merupakan pedagang tinggal di pemukiman luar benteng.
Baca Juga:
Upaya Luhut mengatasi Buruknya Kualitas Udara Jakarta: Jauh Panggang Dari Api?
Sangat strategis, kota yang secara geografis ada laut di utara kota dan menjadi pelabuhan perdagangan. Dari dulu Sunda Kelapa menjadi yang utama dan masa sekarang Tanjung Priok merupakan aktivitas baik skala nasional maupun internasional.
Pertumbuhan di daratan juga cukup pesat, Tanah Abang menjadi pasar besar dari zaman VOC sampai sekarang..
Menilik Jauh sebelum Kolonial Belanda, ketika Fatahillah berhasil menaklukkan Sunda Kelapa, yang dikuasai Portugis, dan disebut Jayakarta, 22 Juni 1527. Keberhasilan mengusir Portugis ini merupakan suatu peristiwa besar, bukti kerajaan lokal mampu mengalahkan kekuatan Asing.
Kesuksesan pasukan Fatahillah inilah dijadikan sebagai hari jadi kota Jakarta. Walau sering masing ada kontroversi di masyarakat, DPRD DKI menetapkan 22 Juni sebagai hari jadi DKI Jakarta.
Baca Juga:
Indeks Kualitas Hidup Kota Jakarta Rendah. Peringkat 12 dari Bawah, dari Berapa Kota di Dunia?
Masa Fatahillah, kongsi dagang VOC, pemerintah Kolonial Belanda sudah menjadi kota penting pada masanya. Menjadi metropolitan, kota besar pusat aktivitas politik, ekonomi, serta kehidupan sosial ekonomi.
Pun demikian masa Jepang, 8 Agustus 1942, pasukan Jepang menguasai wilayah Batavia dan merubahnya Jakarta Tokubetsu Shi. Batavia tetap menjadi pusat politik pendudukan Jepang di Indonesia.
Simbol pusat politik bagi yang menguasai wilayah Indonesia. Jepang mengendalikan seluruh wilayah Indonesia dari Jakarta. Jepang mengambil kebijakan menghapus segala sesuatu yang berbau Eropa, khususnya Belanda di Indonesia. Secara politis Jepang menunjukkan dominasi dalam Perang Dunia II. Juga propaganda Jepang menarik simpati rakyat Indonesia.
Baca Juga:
Forum Wartawan Jakarta Indonesia Tangsel Peringati Hari Pahlawaan Dalam Kebersamaan Membangun Bangsa
Bagi rakyat Indonesia, Jakarta jadi roh perjuangan mencapai kemerdekaan, banyak tokoh – tokoh perjuangan dari masa pergerakan nasional sampai proklamasi kemerdekaan.
Perumusan dan proklamasi kemerdekaan dilaksanakan di Jakarta dan pusat Pemerintahan Indonesia. Jakarta berkembang menjadi pusat politik, ekonomi sampai sekarang, keberagaman masyarakat yang tinggal di Jakarta pun semakin kompleks.
Salah satunya karena semakin meningkatnya urbanisasi. Pembangunan – pembangunan mega proyek, industrialisasi, pusat perbelanjaan adalah magnet masyarakat daerah untuk ke Jakarta.
Baca Juga:
Tiga Cara Menanggulangi Penurunan Permukaan Tanah di Jakarta
Usia 498 tahun, perjalanan panjang dalam catatan sejarah Indonesia menjadi pusat kegiatan seluruh aspek kehidupan. Berkembang, berbenah bukan sekedar metropolitan, Jakarta kota “global” tetap berpegang teguh pada dasar nilai – nilai budaya sendiri.
Punya jati diri. Tentunya semakin kompleks, semakin besar tantangan yang dihadapi, urbanisasi yang dari sejak dulu ada, transportasi, polusi serta banjir. Gambar dinamika perkembangan kota yang kompleks.
Penulis adalah Guru Sejarah SMA Tarakanita 2 Jakarta
Leave a Reply