Rumah Guru Witihama, Menyemai Asa Pemberdayaan Guru

Daerah
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdig.com- Beberapa orang tampak sibuk mengecat dinding. Lainnya berkutat dengan dokumen yang masih berserakan di atas meja. Wajah-wajah serius menekuni lembar demi lembar dokumen itu. 

Sambil bercanda mengusir penat. Walau hanya beberapa yang datang namun keramain terdengar dari dari sela-sela suara Wakil Ketua Cabang PGRI Withama, Albertus Inguliman S.Pd, yang kami hubungi sore ini (19/05/2021).

Meminjam rumah penduduk setempat, di Jalan Jati One, RT 4 RW 7, Desa Lamabelawa, Kecamatan Witihama, Flores Timur, di tempat ini, para guru se Kecamatan Witihama menyemai asa saling memberdayakan.

Emanuel Lamawuran, S.Pd. merangkap jadi tukang cat

Secara swadaya, asap dapur organisasi Cabang PGRI Witihama, tempat di mana ide-ide pemberdayaan mulai dikobarkan. Harapannya api semangat itu membakar relung-relung pengabdian para guru. 

Asa yang mereka semai, tidak dibiarkan meranggas mati. Dari tanah Papua, Jambia Wadan Sao ikut urun membantu. Beberapa buah kursi dan meja, serta sebuah lemari menjadi penghuni rumah asa itu.

Pun kebutuhan akan cat dan thinner, sekedar mewarnai dinding-dinding  rumah harapan itu, datang dari kehendak baik seorang. Mereka menyebutnya “Es Lilin Kurman”. Selebihnya swadaya anggota.

Baca juga: Masih Banyak Pemerintah Daerah Belum Mengajukan Formasi Guru PPPK

Ibnu Hamzah, S.Pd., seorang guru di SMKN Witihama, seperti diceritakan Ustad Agusalim Bebe Kewa, S.Pd., – Azam Lewokeda –  guru  MTSN 4 Flores Timur;  menyumbang sebuah kompor minyak tanah, peralatan makan dan satu meja belajar kecil.

Penanda waktu yang menghiasi dinding, dengan logo PGRI melatarinya, datang dari Karolus Kopong Bura, S.Pd., guru di SDK Witihama.  Sementara plakat Burung Garuda adalah pemberian ikhlas Anatolius Pugel, S.Pd., Kepala SDI Oringbele yang juga Sekretaris Bidang Organisasi dan Kaderisasi Cabag PGRI Witihama

Obrolan kami yang singkat durasinya, namun padat isi. Pekerjaan sore ini terasa lebih ringan berkat irama gambus yang dibawakan oleh Rusmin Kopong Hoda, S.Pd, Guru SD Inpres Waiwuring yang juga Sekretaris Bidang Olahraga Seni dan Budaya. 

Dari kanan ke kiri: Emanuel Lamawuran, Philiphus Taran Baran, Azam Lewokeda, Albert Inguliman, Piter Tokan, Melkior Ola Baro, Anatolius Pugel

Dari dapur, tampak sibuk ibu Elisabet Benga Boro, S.Pd.. Kesehariannya mengasuh anak-anak di TK Ibu Neli Witihama, membuat ia sigap menyiapkan konsumsi bagi anggota yang hadir di Rumah Guru Witihama sore ini.

Dijelaskan oleh Albertus Inguliman bahwa Rumah Guru Witihama, bukah hanya sekedar sebuah bangunan. Ia terisi oleh begitu banyak aktivitas pemberdayaan para guru.

“Setiap Rabu sore, kami melayani berbagai kebutuhan anggota. Apa saja keluhannya, urusan materi pembelajaran, sertifikasi guru, hingga administrasi kenaikan pangkat, kami coba saling membantu di sini, ”, terang guru Bahasa Inggris di SMPN Balaweling – Witihama ini.

Baca juga: Pramuka Kwarran Witihama Sukses Laksanakan Aksi Penghijauan

Sementara setiap tanggal 15 adalah arisan untuk pengurus. “Arisan ini sengaja kami jadwalkan agar rutinitas bertemu dan berdiskusi mengenai organisasi terus menjadi rutinitas kami”, tambah Albert.

Buah dari progres Rumah Belajar Witihama itu, “Sampai launching registrasi anggota PGRI kabupaten pun dilakukan di Rumah Guru Witihama”, ucap bangga Sekretaris Cabang PGRI Witihama Azam Lewokeda menambahkan penjelasan Albert Inguliman.

Dari 14 program PGRI pusat maupun kabupaten, ada 11 bidang yang menjadi konsentrasi PGRI Kecamatan Witihama. “Ini kami sesuaikan dengan kebutuhan anggota di sini,” tegas Albert Inguliman.

Cerita mengenai swadaya guru Witihama belum berakhir. Pasca bencana alam akibat badai tropis Siklon Seroja awal April lalu, guru-guru PGRI Witihama, urun tangan membantu masyarakat terdampak. Berbagai kebutuhan untuk para pengungsi diantar langsung.

Tidak hanya masyarakat umum, mereka juga menyapa secara langsung guru-guru yang terdampak. Di Kecamatan Adonara Timur maupun Kecamatan Ile Boleng. 

“Ini adalah bentuk kepedulian kami. Bahwa para guru yang terdampak langsung bencana itu adalah juga bagian dari kami. Kepedulian kecil dari kami, tanda bahwa dalam duka ini, kami bersama mereka”, ungkap Ketua Cabang PGRI Witihama, Petrus Kowa Deket, S.Pd. Kepala SDK Lewopulo, Witihama.

Di tengah dunia virtual saat ini, Rumah Guru Witihamapun selalu menjadikan berbagai laman media sosial sebagai media komunikasi antar sesama anggota. Tidak hanya sesama anggota, laman-laman media sosial itu juga adalah pintu masuk masyarakat luas menuju Rumah Guru Witihama.

Di tangan Emanuel Lamawuran, S.pd, Guru SD Inpres Watoone, yang menggawangi Bidang Komunikasi dan Informasi, berbagai aktivitas Rumah Guru Witihama mengakrabi ruang-ruang virtual. 

Baca juga: Pariwisata Mekko Masih Harus Berbenah

Berbagai kegiatan mereka bisa kita ikuti lewat akun Facebook : Pgri Witihama, dan akun youtube: pgricabang witihama

Diakhir cerita sore ini, mengingat kebutuhan akan sarana komunikasi dalam dunia daring saat ini, Rumah Guru Witihama sungguh mendambakan sebuah perangkat wifi agar dapat membantu semua proses pemberdayaan diri para anggotanya.

Rumah sederhana itu, kini diisi dengan “kemegahan”.  Bukan karena interior mahal. Rumah Guru Witihama begitu mewah karena niat baik dan kerelaan berbagi para guru yang menyemai asa pemberdayaan di sana.

Tidak muluk-muluk. Mereka percaya bahwa kobaran semangat yang terus mereka hidupkan di Rumah Guru Witihama, pada giliran merubah wajah pendidikan Nusantara, mulai dari lembah Lewo Tokan di Tanah Nusa Tadon – Adonara.

Tulisan ini pernah tayang di depoedu.com. Ditayangkan kembali atas izin penulis

Penulis adalah nama pena dari Petrus Sili Mado, S.Pd., yang merupakan guru di SD Inpres Pledo-Witihama

Sebarkan Artikel Ini:

1
Leave a Reply

avatar
1 Discussion threads
0 Thread replies
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] Baca Juga: Rumah Guru Witihama, Menyemai Asa Pemberdayaan Guru […]