Eposdigi.com – SMPK St. Isidorus Lewotala melaksanakan program kegiatan kokurikuler inovatif yang berfokus pada Pembelajaran Kolaboratif melalui Kerajinan Bambu.
Program ini dirancang untuk tidak hanya memanfaatkan potensi alam tetapi juga mengintegrasikan pemanfaatan teknologi modern dalam proses pembelajaran siswa di sekolah.
Kegiatan ini melewati beberapa tahapan pembelajaran yakni eksplorasi penyebaran titik lokasi bambu, mengidentifikasian jenis bambu, dan juga menciptakan kerajinan bambu.
Baca Juga :
SMPK St. Isidorus Lewotala Raih Juara 1 Lomba Inovasi Pendidikan se-Kabupaten Flores Timur 2025
Eksplorasi Kekayaan Bambu dan Integrasi Teknologi Google Lens
Kegiatan studi lokasi yang dilaksanakan oleh para siswa bertujuan agar siswa mampu mengidentifikasi beragam jenis bambu dan titik sebaran bambu yang ada di tiga wilayah yakni desa Lewotala, Riangkotek dan Lamantou.
Bambu adalah hasil alam yang cukup banyak ditemui di ketiga wilayah ini. Selain itu, siswa juga diajarkan untuk dapat mengimplementasikan teknologi dalam kegiatan observasi ini.
Siswa didorong untuk dapat memanfaatkan aplikasi Google Lens sebagai alat bantu dalam mengidentifikasi jenis-jenis bambu yang ditemui.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran pada siswa bahwa kekayaan alam sekitar dapat dimanfaatkan untuk karya seni dan juga meningkatkan keterampilan digital siswa.
Baca Juga :
Puncak Kreativitas: Menciptakan Kerajinan Bambu
Puncak dari kegiatan kokurikuler pembelajaran kolaboratif ini adalah fase praktik, para siswa diharapkan mampu membuat berbagai jenis kerajinan dari bambu dan juga membuat video dokumentasi proses pembuatannya.
Melalui pengetahuan dan pendampingan oleh bapak dan ibu guru fasilitator, para siswa dapat bekerja dalam kelompok untuk merancang dan membuat produk kerajinan dari bambu.
“Semangat belajar dan juga penggunaan teknologi sangat disukai oleh para siswa. Berbagai hasil kerajinan bambu yang dihasilkan menunjukkan semangat dan kreativitas para siswa yang luar biasa,’’ kata Beti salah satu koordinator proyek kolaboratif ini.
Baca Juga :
Flores Timur, Bisakah Mencontoh Hutan Bambu Lestari di Ngada?
Kegiatan ini menunjukkan bahwa komitmen SMPK St. Isidorus Lewotala untuk menyelenggarakan pendidikan yang berintegritas, memadukan potensi alam dengan keterampilan dan kecakapan digital yang tinggi.
Kerajinan bambu hasil karya siswa dapat dimanfaatkan oleh warga sekolah dan menambah hiasan dinding dalam mempercantik ruangan kelas.
Tulisan ini sebelumnya tayang di depoedu.com, kami tayangkan kembali dengan izin dari redaksi
Leave a Reply