SMA Tarakanita Magelang Ajak Siswa SMP Se-Kota Magelang Menggali Nilai Budaya Lewat Membatik

Budaya
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – SMA Tarakanita Magelang mengadakan workshop membatik untuk siswa-siswi SMP se-Kota Magelang. Sebagai bagian dari rangkaian program memperingati Hari Sumpah Pemuda, sekolah berupaya memperkenalkan nilai-nilai budaya.

Kegiatan ini sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan kepada para siswa-siswi SMP se-kota Magelang melalui Workshop Batik. Workshop batik ini mendapatkan antusias yang baik dari siswa SMP. 

Antusiasme ini terlihat dari para tamu undangan yang hadir dari berbagai sekolah SMP yang ada di kota Magelang. Tepatnya ada 11 sekolah yang mengirimkan siswa-siswinya untuk mengikuti Workshop Batik di SMA Tarakanita Magelang.

Baca Juga:

Vonny Collection Bersama FWJI Tangsel Hadir di Teras Indonesia, Sinergi Cinta Produk Indonesia

Melalui kegiatan Workshop Batik para siswa mendapatkan pengalaman baru yang sebelumnya belum pernah didapatkan. Siswa diajak secara langsung untuk mengenal, mencoba, dan mengapresiasi proses pembuatan batik. 

Peserta diajak untuk mengenal lebih dalam proses pembuatan batik, menggali makna di balik motif dan warna, serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya bangsa. 

Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menyalurkan kreativitas, melatih ketekunan, serta memperkuat karakter remaja agar berintegritas dan berjiwa nasionalis.

Baca Juga:

Upaya Menjaga Batik Nasional Sebagai Kearifan Budaya Lokal

Workshop Batik ini dipandu langsung oleh Bapak Kelik. Beliau adalah pelopor batik khas Magelang serta pemilik Batik Soemirah. Pada saat pelaksanaannya Pak Kelik dibantu oleh Pak Edi yang merupakan Guru Seni Budaya di SMA Tarakanita Magelang.

Ketika berproses, kedua narasumber sangat responsif dan sabar mendampingi, mengajari anak-anak membatik mulai dari mendesain pola pada kain yang sudah dibagikan. Setelah proses mendesain pola dirasa cukup, maka dilanjutkan proses mencanting.

Pada proses ini peserta benar-benar diajarkan ketekunan dan ketelitian serta kesabaran agar mendapatkan hasil yang bagus. Setelah proses mencanting dilanjutkan dengan proses pewarnaan yang dibantu oleh narasumber Bapak Kelik serta bapak ibu guru SMA Tarakanita Magelang.

Baca Juga:

Menumbuhkan Budaya Riset Sejak Dini: SMP Tarakanita 1 Gandeng Universita Atma Jaya adakan Seminar Pendidikan

Sambil menunggu proses pewarnaan batik, peserta diajak untuk mengunjungi stand pameran Science yang berisi hasil praktikum pengawetan basah dan kering dari hewan dan tumbuhan serta awetan taksidermi yang sudah pernah dilakukan siswa-siswi SMA Tarakanita Magelang. 

Selain pameran Science, peserta juga diajak Fun Games English yang pastinya seru karena dipandu langsung oleh anak-anak English Community dari SMA Tarakanita Magelang. 

 

Kegiatan tersebut dilakukan untuk menambah pengetahuan siswa-siswi SMP tentang Value Proposition dari SMA Tarakanita Magelang yaitu “Leading In English and Science”.

Setelah proses pewarnaan batik, selanjutnya yaitu proses penjemuran batik. Pada saat penjemuran batik, panitia juga melakukan penilaian dan pemilihan karya batik terbaik. Dari semua karya batik yang sudah jadi, diambil 6 karya batik terbaik.

Baca Juga:

SMA Tarakanita 2 Jakarta Kampanyekan Cinta Lingkungan Hidup

Ini adalah bentuk apresiasi untuk siswa-siswi SMP yang sudah mengikuti Workshop Batik dari awal hingga akhir. Di acara penutup, panitia mengumumkan dan memberikan hadiah untuk 6 batik terbaik. 

Semua peserta dapat membawa pulang batik yang sudah dibuat oleh masing-masing peserta sebagai kenang-kenangan pernah membatik bersama siswa-siswi dari SMP lain di SMA Tarakanita Magelang.

Dengan melihat kegiatan yang sudah terlaksana dengan baik serta respon peserta yang sangat antusias, kegiatan Workshop Batik ini bisa diadakan kembali di kemudian hari karena selaras dengan nilai-nilai dasar Tarakanita, yaitu CC5+C (Compassion, Celebration, Competence, Conviction, Creativity, dan Community).

Baca Juga : 

Universitas Tarakanita Resmi Didirikan, Biaya Kuliah Sangat Terjangkau

Compassion (Belarasa): peserta diajak untuk menghargai jerih payah para pengrajin batik dan menumbuhkan empati terhadap pelestari budaya lokal. Celebration (Rasa syukur): kegiatan ini menjadi perayaan atas keindahan budaya bangsa dan ekspresi sukacita melalui karya seni. 

Competence (Kompetensi): peserta dilatih untuk menguasai keterampilan dasar membatik serta mengembangkan kemampuan artistik. Conviction (Daya juang): menumbuhkan tekad dan keyakinan untuk menjaga dan mengembangkan budaya Indonesia. 

Creativity (Kreativitas): remaja didorong untuk menciptakan motif-motif batik baru yang tetap berakar pada nilai tradisional. Community (Komunitas): kegiatan ini membangun semangat kerja sama dan solidaritas antar peserta sebagai satu komunitas pelajar Tarakanita yang peduli budaya.

Baca Juga:

Membangun Karakter Berbasis Budaya Lokal

Kegiatan Workshop Batik ini juga mengimplementasikan nilai KPKC (Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan) melalui penghargaan terhadap keadilan sosial bagi para pengrajin, serta pelestarian lingkungan melalui penggunaan bahan ramah lingkungan dalam proses membatik. 

Workshop ini juga menciptakan suasana damai dan harmonis dalam berkarya. Nilai kejujuran dan kedisiplinan pun menjadi landasan utama dalam setiap proses kegiatan. 

Kejujuran tercermin dalam sikap autentik peserta dalam berkarya, sedangkan kedisiplinan diwujudkan dalam ketekunan, keteraturan, dan tanggung jawab selama mengikuti workshop

Tulisan ini sebelumnya tayang di depoedu.cim, kami tayangkan kembali dengan izin dari redaski

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of