Disalurkan, BST, BLT Warga Desa Riangduli Sesuai Aturan

Daerah
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Akhir – akhir ini pemerintahan desa disibukkan dengan pembagian jenis bantuan kepada seluruh warga masyarakat yang berdampak terhadap Covid-19.

Silvinus  Lego Ola selaku, Kepala Desa Riangduli, Kecamatan  Witihama, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur  (NTT)  mengatakan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Bantuan Tunai Langsung  (BLT) sudah dilakukan sesui dengan peraturan perundang-undangan.

Salah satu aturan yang menjadi acuan penyaluran bantuan itu adalah Permen Keuangan No 20/PMK/2020. Ia mengatakan semua yang dilakukan pemerintahan desa dilakukan dengan mengacu kepada aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat yang juga daerah.

Demikian dikatakan Lego Ola melalui jaringan telepon ketika dihubungi dari Jakarta, Jumat  (5 Juni 2020) soal dua jenis bantuan yang diberikan kepada seluruh warga masyarakat yang layak mendapat bantuan di tengah Covid yang sedang melanda negeri ini.

Dijelaskan sesuai dengan kuota aturan Permendes dana desa yang diperoleh misalnya di bawah 700 juta maka dipotong 25 %  sedangkan dana di atas 800 juta  (termasuk 1 miliar sampai dengan 1,2 miliar) maka dilakukan pemotongan sebesar 35 %.

Baca Juga: Kriteria Penerima BLT Corona berubah; dari 14 menjadi 3

Lebih lanjut dijelaskan, pada periode sebelumnya  sehubungan makin gencarnya usaha untuk mengatasi Covid1-19, pemerintah desa Riangduli telah membagikan 84 kepala keluarga (KK) yang laik mendapatkan bantuan di tengah Covid-19.

Jumlah ini, lanjutnya sesuai dengan pendataan yang dilakukan para kepala dusun, ketua RT, Ketua RW dan satuan tugas penanganan Covid-19 tingkat   Desa Riangduli. Besarnya bantuan tunai yang diperoleh warga itu sebesar 600.000 untuk tiap bulan dari April 2020.

,”Jadi, smua yang kita lakukan itu sesuai dengan prosedur, aturan yang diturunkan leh pemerintah,” kata Lego Ola yang telah memimpin warganya selama empat tahun silam.

”Bantuan berbentuk BST dan BLT yang direncanakan dibagikan dalam waktu dekat jumlah penerima bantuan akan semakin ditingkatkan yakni sebanyak 123 kepala keluarga. Itu artinya sesuai dengan evaluasi yang dilakukan pada periode pertama akan menambah jumlah penerima bantuan. Warga yang tidak mendapat bantuan itu adalah kelompok warga seperti aparat desa, Aparat Sipil Negera (ASN),” tambah Lego Ola.

Sejumlah warga Riangduli (juga Honihama, sebagai desa asal pemekaran) di Jakarta menyambut baik  upaya penyaluran bantuan karena karena tidak menguatamakan keluarga dekat atau kepentingan golongannya.

Baca Juga: Warna Warni di Pasar Mirek

Imran Kopong , Ketua Ikatan Keluarga Besar Honihama – Jakarta, menilai upaya yang dilakukan Pemerintah Desa Riangduli sebagai bukti merangkul aparat desa yang memiliki visi yang baik untuk warga masyarakat desa setempat.

“Desa Riangduli layak menjadi contoh yang baik untuk desa-desa lain di Witihama, meskipun belum sempurna tapi kebijakan  ini yang lebih transparan, untuk kebaikan masyarakat,” kata Imran Kopong.

Sementara Kadir Lado Rua, warga lainnya menyebutkan di desa-desa tertentu aparat masih kurang transparan. Ia mengatakan penyaluran masih memikirkan ada hubungan keluarga dengan aparat desa atau tidak dan memikirkan golongannya.

“Jadi kurang transparan,” katanya.

Sementara itu Lego Ola mengatakan pihak Kecamatan Witihama, menyetujui saja apa yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Riangduli, karena memang kondisi masyarakatnya, dan bagaimana keadaannya yang lebih mengetahui adalah masyarakat dan aparatnya sendiri.

Jadi apa yang dilakukan Camat Witihama hanyalah menyetujui apa yang dilakukan Desa Riangduli. (Foto : Kepala Desa Riangduli –   Silvinus  Lego Ola)( )

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of