Logika Sempit Dibalik Pendirian Pabrik Semen di Desa Satar Punda

Warga Peduli
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Akhir-akhir ini, masalah rencana pembangunan pabrik semen di Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda Kabupaten Manggarai Timur, memenuhi timeline berbagai media. Berbagai diskusi di ruang publik kerap kali diramaikan dengan pemberitaan tentang pembangunan pabrik semen di Lingko Lolok.

Persoalan pendirian pabrik semen ini memecah opini publik menjadi dua sisi bertolak belakang, yang pro pembangunan pabrik dan yang kontra. Tak ayal, perdebatan kedua pihak berujung pada saling hujat dan serang secara personal satu dengan yang lainnya. Ini dapat dimaklumi mengingat ini menjadi persoalan hidup masa depan banyak orang.

Masalah ini menjadi sebuah “kecacatan” bagi pemerintahan Ande Agas. Bagaimana tidak, pendirian pabrik semen ini bertolak belakang dengan visi dan misi pemerintahan Ande Agas.

Salah satu poin misi kabupaten Manggarai Timur adalah “meningkatkan kuantitas dan kualitas infrastruktur daerah yang berbasis lingkungan hidup untuk memudahkan akses pelayanan pasar dan mendukung prioritas ekonomi unggulan”.

Tidak perlu menjadi seorang intelektual untuk memahami bahwa Ande Agas menjilat ludah sendiri dengan penyangkalan visi yang digembar-gemborkannya.

Baca Juga: Ada Peran Perempuan Dibalik Gagalnya Galian Tambang

Disatu sisi beliau ingin mensejahterakan perekonomian dan kualitas infrastruktur masyarakat Manggarai Timur berbasiskan lingkungan hidup, disisi lain ketika ada investor yang ingin mengeruk bumi Manggarai Timur, dengan gampangnya visi dan misi itu disangkal.

Logika Sempit

Salah satu logika yang kerap digaungkan oleh kelompok pro tambang dalam pembangunan pabrik semen ini adalah bahwa pembangunan pabrik ini akan memberikan lapangan pekerjaan bagi pengangguran di Manggarai Timur.

Ini adalah lelucon yang konyol bagi seorang bupati dalam mengatasi persoalan di daerah. Beliau mengambil jalan pintas dalam mengatasi persoalan yang ada di masyarakat.

Bahkan Bupati Agas sendiri mengatakan bahwa itu adalah sebuah industri strategis dalam sebuah wawancaranya di sebuah stasiun TV, yang mana itu adalah sebuah kebohongan.

Dalam Lampiran Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional berikut adalah daftar proyek strategis nasional untuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur, yakni, TNK Labuan Bajo, Pengembangan Pelabuhan Kupang.

Proyek strategis lainnya adalah Pembangunan Pos Lintas Batas Negara dan Sarana Penunjang Mota’ain Kabupaten Belu, Pembangunan Pos Lintas Batas Negara dan Sarana Penunjang Wini Kabupaten Timor Tengah Utara.

Serta Pembangunan Pos Lintas Batas Negara dan Sarana Penunjang Motamasin Kabupaten Malaka, Bendungan Raknamo, Bendungan Rotiklod, Bendungan Kolhua, dan Bendungan Mbay.

Jadi, bisa dikatakan bahwa alasan Bupati Agas mengatakan pabrik semen adalah industri strategis merupakan klaim bohongan untuk memuluskan gagasan kontroversialnya itu.

RPJMD Kabupaten Manggarai Timur, disebutkan bahwa “sektor industri merupakan satu sektor kunci untuk menarik perekomonian agar bergerak dari ciri agraris menjadi ciri industri.

Ketika sektor pertanian belum mampu berkembang maka sektor pertanian akan terus terperangkap dalam ciri agraris bahkan subsisten. Hal inilah yang tampak menjadi ciri dari perekonomian Manggarai Timur” (RPJMD 2019-2024, hal 207.)

Pemerintah Manggarai Timur terlalu sempit menjabarkan proses transfomasi ekonomi dari sektor pertanian ke sektor jasa dan industri.

Padahal yang paling penting adalah bagaimana melakukan ekstensifikasi dan intesifikasi sektor pertanian, mengingat Manggarai adalah daerah dengan kekayaan agraria yang sangat besar.

Selain itu, berdasarkan data statistik provinsi tahun 2018 menuliskan bahwa sektor pertambangan di provinsi Nusa Tenggara Timur hanya menyumbang 16,2 persen PAD, yang mana terdapat 342 usaha secara keseluruhan dengan rincian 105 ijin eksplorasi dan 237 ijin produksi (ntt.bps.go.id).

Baca Juga: Tujuh Kawasan Wisata Baru di NTT dikembangkan bersama Masyarakat Desa

Itu memberikan suatu kesimpulan bahwa, sektor industri tidak memberikan dampak signifikan dalam peningkatan PAD. Apalagi, gubernur NTT sudah melakukan moratorium tambang pada tahun 2018 lalu.

Kalaupun alasan lain Bupati Agas dalam pembangunan pabrik semen di Desa Satar Punda adalah mengatasi pengangguran, maka bisa dikatakan itu adalah alasan yang dibuat asal-asalan. Mengapa?

Mengutip dari jpicofmindonesia.com, disebutkan bahwa pada tahun 2019 Tim Pengawasan Orang Asing Jember, memeriksa TKA 35 orang di PT. Semen Imasco Asiatic dan 321 orang.

Tim tersebut menduga perusahaan ini membawa masuk tenaga kerja asal China tanpa dokumen yang sah, isu impor buruh kasar menjadi salah satu kecendrungan umum perusahaan-perusahaan asal China.

Untuk diketahui pula, PT. Semen Imasco Asiatic adalah salah satu  proyek utama Semen Singa Merah, yang akan mengelola pabrik semen di Desa Satar Punda.

Sejauh pengamatan penulis, tambang tidak pernah memberikan kesejahteraan bagi masyarakat NTT. Yang ada malah masyarakat kian dikucilkan di tanahnya sendiri. Masyarakat tidak dapat berbuat banyak melawan keperkasaan investor.

Selain itu, dampak kerusakan ekologi dan tatanan sosial kemasyarakatan menjadi tontonan paling lumrah. Investor tidak ambil pusing dengan hal itu, yang mereka tahu hanyalah mengambil sebanyak mungkin dengan pengeluaran biaya seminimal mungkin.

Mereka pun pergi hanya meninggalkan kerusakan lingkungan tempat mereka mengeruk. (Foto Ilustrasi : katadata.co.id)

Sebarkan Artikel Ini:

4
Leave a Reply

avatar
4 Discussion threads
0 Thread replies
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] Baca Juga: Logika Sempit Dibalik Pendirian Pabrik Semen di Desa Satar Punda […]

trackback

[…] Baca Juga: Logika Sempit Dibalik Pendirian Pabrik Semen di Desa Satar Punda […]

trackback

[…] Baca Juga: Logika Sempit Dibalik Pendirian Pabrik Semen di Desa Satar Punda […]

trackback

[…] Baca Juga: Logika Sempit Dibalik Pendirian Pabrik Semen di Desa Satar Punda […]