Sembrononya Pemberitaan Media Manggaraipost(dot)com

Daerah
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Pagi kemarin (13/06/2020) sembari menikmati kopi di depan laptop, saya cukup resah dan gusar dengan pemberitaan di sebuah media online, manggaraipost(dot)com. Betapa tidak masih dalam satu display yang sama, saya menemukan dua judul berita yang benar-benar saling bertolak belakang.

Dua berita tersebut memuat isi yang sama tentang pembagian sembako di Luwuk, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur oleh Tim Covid-19 keuskupan Ruteng dalam kunjungan Uskup Ruteng, Sipri Hormat, beberapa waktu lalu.

Dalam pemberitaan media manggaraipost(dot)com, dituliskan judul demikian: “Bantuan Sembako Tim Covid-19 Keuskupan Ruteng Tidak Diambil Umat Stasi Luwuk”.

Masih pada halaman yang sama di atasnya ditulis sebuah judul berita: “Bantuan Sembako Covid-19 Telah Diambil Umat Stasi Luwuk, Elfridus: Mereka Sangat Bersyukur”. (manggaraipost(dot)com, 12/06/2020). Kedua berita tersebut dimuat pada tanggal yang sama, yaitu pada 12 Juni 2020.

Pemberitaan media di atas bisa jadi hanya bertujuan memancing emosi pembaca dengan isi pemberitaan.

Untuk diketahui, Luwuk, saat ini merupakan “wilayah rawan konflik” opini di masyarakat, dalam kaitannya dengan rencana pembukaan pabrik semen yang akan dibangun di daerah itu.

Rencana pendirian pabrik semen oleh pemerintah Manggarai Timur tersebut menuai polemik pro dan kontra dari berbagai kalangan.

Berkaitan dengan polemik tersebut, pemberitaan di media massa tentu sangat penting bagi publik. Apapun pemberitaan di media, itu sangat rentan dengan bagaimana masyarakat beropini  terhadap situasi yang terjadi.

Baca Juga: Logika Sempit Dibalik Pendirian Pabrik Semen di Desa Satar Punda

Karena itu media sudah seharusnya berdiri di depan dalam memberikan edukasi kepada sidang pembaca. Disisi lain, judul pemberitaan di media online manggaraipost(dot)com justru hadir memperkeruh suasana dengan memecah belah opini publik.

Pemberitaan Abal-Abal

Dalam lampiran peraturan dewan pers Nomor 1/ Peraturan-DP/III/2012 Tentang Pedoman Pemberitaan Media Siber poin “verifikasi dan keberimbangan berita” butir (a) disebutkan bahwa “pada prinsipnya setiap berita harus melalui verifikasi”, dan disebutkan pula dalam butir (b) “berita yang dapat merugikan pihak lain memerlukan verifikasi pada berita yang sama untuk memenuhi prinsip akurasi dan keberimbangan”.

Jika dalam pemberitaan manggaraipost(dot)com kejadian dan fakta di lapangan benar-benar sesuai dengan isi berita, maka sudah seharusnya dalam pemberitaan berikut media harus melakukan klarifikasi terhadap pemberitaan sebelumnya.

Hal itu sesuai dengan lanjutan pedoman pemberitaan media siber butir (c) ke-4 yang menyebutkan:

“media memberikan penjelasan kepada pembaca bahwa berita tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut yang diupayakan dalam waktu secepatnya. Penjelasan dimuat pada bagian akhir dari berita yang sama, di dalam kurung dan menggunakan huruf miring”.

Selain itu disebutkan pula pada poin (d): “setelah memuat berita sesuai dengan butir (c), media wajib meneruskan upaya verifikasi, dan setelah verifikasi didapatkan, hasil verifikasi dicantumkan pada berita pemutakhiran (update) dengan tautan pada berita yang belum terverifikasi”

Tetapi faktanya manggaraipost(dot)com tidak menuliskan itu dalam pemberitaannya dan bisa dipastikan muatan berita hanya mencari click bait dan tentu saja hanya akan memancing perseteruan publik. Padahal beritanya dimuat pada hari yang sama.

Baca Juga: Merusak Alam, PMKRI Cabang Ruteng Tolak Pabrik Semen di Manggarai Timur

Redaksi media seolah-olah masa “bodoh” dengan isi berita dan tidak peduli dengan emosi pembaca. Sehingga, tidak jarang penulis menemukan komentar berbunyi “media abal-abal”, yang berdiri dibalik sebuah kepentingan.

Pentingnya Media Mengedukasi Pembaca

Masalah pemberitaan di atas bukan hal sepele. Di tengah arus informasi yang sangat sulit dikendalikan, peran media massa sangatlah penting dalam memberikan pemberitaan yang mengedukasi dan berimbang.

Media harus hadir di tengah masyarakat dan memberikan informasi positif kepada pembaca. Apalagi, masyarakat pembaca kerap kali hanya membaca judul berita lalu memberikan penilaian tanpa membaca konten berita.

Media semestinya berhenti menghadirkan berita yang sarat motif dan kepentingan tertentu. Apalagi di tengah berbagai macam persoalan dan polemik dalam masyarakat saat ini.

Pemberitaan media harus menunjukkan kualitasnya sehingga mencerdaskan masyarakat. Karena tanpa pemberitaan berkualitas, dengan sendirinya media tersebut akan mati.

*Penulis Adalah Alumni Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang.

Sebarkan Artikel Ini:

2
Leave a Reply

avatar
2 Discussion threads
0 Thread replies
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] Baca Juga: Sembrononya Pemberitaan Media Manggaraipost(dot)com […]

trackback

[…] Baca Juga: Sembrononya Pemberitaan Media Manggaraipost(dot)com […]