Agama Koda : Alap’et Rera Wulan Tana Ekan – ARWTE

Kearifan Lokal
Sebarkan Artikel Ini:

(Bagian kedua dari lima tulisan)

Eposdigi.com – Ungkapan ‘Alap’et Rera Wulan Tana Ekan’ (ARWTE) berasal dari kata “Alap’et” dan padanan kata“Rera Wulan” serta padanan kata “Tana Ekan”.  Sebagai manusia yang berpijak di bumi maka terlebih dahulu kita uraikan padanan kata “Tana Ekan”.  Secara harafiah kata “Tana” diartikan sebagai tanah atau pulau (daratan).

Sedangkan kata “Ekan” adalah lingkungan pada suatu tempat yang mencakupi apa yang ada di atas tanah, seperti sinar matahari, sinar bulan dan bintang, udara, awan, kabut, uap air, dan berbagai zat kimia yang ada di atmosfir. Ketika kata ‘tana’ dan ‘ekan’ menjadi“Tana Ekan” maka artinya adalah ‘bumi’.  Padanan kata berikut adalah “Rera Wulan”.

Secara harafia kata “Rera” adalah matahari dan “Wulan” adalah bulan. Namun ketika kedua kata ini menjadi “Rera Wulan” maka artinya adalah ‘langit’. Kata langit di sini mencakupi matahari, bulan dan bintang-bintang yang berada di angkasa.

Sedangkan kata “Alap’et” berasal dari kata “alap” yang berarti  pemilik atau tuan, kemudian dibubuhi ‘et’ menjadi “Alap’et” yang berarti Tuan kita atau Yang Empunya kita.  Jadi “Alap’et Rera Wulan Tana Ekan” (ARWTE) adalah Yang Empunya Langit dan Bumi atau dengan kata lain Sang Pemilik Semesta Alam yang sering disebut dengan Tuhan YME.

Tuhan YME adalah pencipta langit dan bumi (semesta alam) berserta isinya dimana manusia adalah salah satu yang ada di dalam semesta alam itu.

Ilmu pengetahuan mengajarkan kita bahwa subtansi dari segalah sesuatu yang ada sekarang berasal dari subtansi yang sudah ada sejak adanya semesta alam dan akan tetap ada selama semesta alam masih ada.

Tidak ada sesuatu ‘yang ada’ berasal dari ‘tidak ada’. Jika demikian adanya maka bagi kita yang percaya bahwa pada mulanya hanya ada Tuhan YME, maka apa yang diciptakan Tuhan YME adalah berasal dari diriNYA.

Itu artinya subtansi utama (energy dan massa) yang ada pada makluk hidup dan benda mati serta planet-planet, bulan dan bintang adalah berasal dari Tuhan YME.

Sebagaimana disampaikan oleh Michael P. Levine bahwa ‘ Tidak ada subtasi utama yang bebas dari Tuhan sebab tidak ada yang lain selain Tuhan pada awal mula kehidupan’ (Reza Aslan dalam God a human history, 2017).

Baca Juga: Agama Koda : Pilar Utama Pembentuk Jati Diri Anak Adonara (Bagian pertama dari lima tulisan)

Keberadaan Tuhan YME tidak dapat dibuktikan secara jasmania namun dapat dirasakan dan dialami secara rohani sehingga ata Lamaholot sering menyebutNYA dengan “Ekan Amun” – Yang Kosong atau Yang Tak Terjangkau.

Dalam kehidupan sehari-hari padanan kata ‘Ekan Amun’ dapat kita temukan dalam kalimat seperti berikut ini; “…. mela senare’e mo’en go gute helon ka’an kewa’an  rehi’ik ke mian ge Ekan Amun ne’de noi nae’en ….” (… budi baikmu tak mampu saya balas jadi nanti akan di balas oleh Tuhan YME …).

Penyebutan Tuhan YME dengan ‘Ekan Amun’ ini menunjukan bahwa ata Lamaholot secara jujur menyadari keterbatasan dirinya dalam menjangkauNYA namun meyakini sepenuhnya bahwa Tuhan YME benar-benar ada walaupun tak terjangkau dengan indra manusia.

Tuhan yang Tak Terjangkau itu (Ekan Amun) itu diyakini merupakan energi suci dalam bentuk roh yang kudus yang bersemayam di dalam setiap ciptaanNYA. Roh inilah yang menggerakan hidup dan kehidupan makluk hidup dan memfungsikan benda mati sebagaimana adanya.

Reza Aslan dalam bukunya God a Human History, 2017, mengatakan bahwa semesta alam tidak hanya bersal dari Tuhan tetapi Tuhan adalah segalah sesuatu yang ada.

Dengan demikian dapat dikatakan ‘Tuhan adalah segalah ciptaanNYa (God is all) dan segalah ciptaanNYA adalah Tuhan (all is God).Saya mengartikan ungkapan “God is all and all is God” dengan Tuhan menunggal dengan ciptaanNYA dan ciptaanNYA menunggal dengan Tuhan.

 Jika demikian maka terbukti bahwa leluhur Lamaholot sangat benar dalam menyebut Tuhan YME dengan ‘Rera Wulan Tana Ekan’ atau ‘Alap’et Rera Wulan Tana Ekan’ (ARWTE).

Penyebutan Tuhan YME dengan ARWTE ini menujukan bahwa leluhur Lamaholot telah meyakini dan memahami sepenuhnya akan kemanunggalan Tuhan YMEdengan ciptaanNYA dan kemanunggalan CiptaanNYA dengan Tuhan.

Dengan kata lain Tuhan adalah semesta alam dan semesta alam adalah Tuhan, dimana semesta alam dalam bahasa Lamaholot adalah ‘rera wulan tana ekan’. Dan Ata Lamaholot menyadiri sepenuhnya bahwa dirinya adalah ciptaanNYA maka Tuhan YME disebut “Alap’et Rera Wulan Tana Ekan” (ARWTE).

Tuhan menunggal dengan ciptaanNYA dan CiptaanNYA manunggal dengan Tuhan, berarti segala ciptaanNYA adalah gambaran Tuhan, baik dalam wujud fisik maupun dalam wujud energy suci (rohkudus).

Rupanya atas dasar inilah maka orang mengatakan bahwa Tuhan ada di mana-mana yaitu ada dalam makluk  hidup dan benda ciptaanNYA. Jika demikian berarti Tuhan manunggal dengan manusia dan manusia pun manunggal dengan Tuhan.

Kemanunggalan Tuhan dengan manusia terjadi lewat roh yang dikaruniahiNYA saat menciptakan kita. Dengan kata lain roh kita berasal Tuhan YME. Hal itu berarti semua manusia mempunyai roh berasal dari satu sumber yang sama yaitu roh Tuhan (roh kudus).

Pantas dikatakan oleh Ibn Al Arabi yang dikutip oleh Reza Aslan dalam bukunya God a human history. 2017; “Dia yang mengenal dirinya – mengenal Tuhannya”.

Seorang spiritualits sejati adalah orang yang menyadari sepenuhnya adanya hubungan antara manusia dengan Tuhan sebagai wujud kemanunggalan Tuhan dengan dirinya.  Kemanunggalan roh Tuhan dengan roh kita ini merupakan suatu jalinan/hubungan suci (sacral) yang harus kita sadari sepenuhnya supaya kita bisa mengenal Tuhan.

Reza Aslan, mengatakan bahwa seyogyanya kita tidak perlu mencoba untuk membentuk hubungan dengan Tuhan tetapi seharusnya kita sadar bahwa hubungan antara Tuhan dengan kita itu sudah ada, yakni di dalam roh (God a human history 2017).

Hal yang perlu diingat bahwa ketika kita menyebut ‘Alap’et Rera Wulan Tana Ekan’; saat itu kita menyadari sepenuhnya bahwa diri kita adalah salah satu unsur semesta alam yang menunggal dengan Tuhan YME (ARWTE). Bersambung…

Sebarkan Artikel Ini:

3
Leave a Reply

avatar
3 Discussion threads
0 Thread replies
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] Baca Juga: Agama Koda : Alap’et Rera Wulan Tana Ekan – ARWTE […]

trackback

[…] Baca Juga: Agama Koda : Alap’et Rera Wulan Tana Ekan – ARWTE […]

trackback

[…] Baca Juga: Agama Koda : Alap’et Rera Wulan Tana Ekan – ARWTE […]