Netizen Keluhkan Dugaan Pungli di Terminal Lamawalang Larantuka

Daerah
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Akun Facebook atas nama Ignasius Lmr, 5 November lalu, menulis keluhan tentang dugaan pungli di Terminal Lamawalang – Kabupaten Flores Timur. Tulisan itu ia bagikan di beberapa group Facebook, salah satunya di group SUARA FLOTIM.

Dalam akun media sosialnya tersebut, Ignasius mengungkapkan bahwa beberapa anak muda menghentikan kendaraan yang ditumpanginya dan meminta penumpang untuk menyetor kepada mereka sebesar  Rp5.000 per orang.

Postingan Ignasius Lmr

Senada dengan Ignasius, akun atas nama Susanaidrus Ivon mengaku pernah mengalami hal yang sama.

“saya pun pernah mengalami. tp saya tak bayar. Saya hanya menenyakan (menanyakan-red.) pd mereka..selepas kamu kutip uang dr kami penumpang uang itu kamu kemanakan..” tulis Susanaidrus Ivon pada kolom komentar.

Keluhan Ignasius ini mendapat tanggapan beragam dari netizen lainnya. Akun atas nama Lambertus Jawan mengungkapkan kesedihannya.

“Ya ampun sedih sekali kok bisa seperti ini…semoga pihak Pemda bisa memanggil anak muda ini dan bicara dari hati ke hati demi mencari solusi. Ya kalau ketemu orang kita, coba ada tamu dari luar daerah…kan yang malu kita semua”, tulisnya.

Begitu juga dengan akun Bernad Da Silva. Ia menulis “waduh, padahal terminal Lamawalang itu usianya di atas 20 tahun, masa tidak ada petugas DLAJR..bupati sudah 4,5 peroide tu. Sumber pendapat daerah juga hangus..”

Tanggapan Netizen

Menanggapi berbagai keluhan ini, Darius Beda Daton,  Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur, meminta warga  agar melaporkan dugaan praktik pungutan liar (Pungli) tersebut kepada Tim Saber Pungli setempat.

“Saya sudah mendapatkan informasi dugaan adanya praktik Pungli ini melalui media sosial dan berinisiatif meminta warga untuk melaporkan ke Tim Saber Pungli Flores Timur,” katanya di Kupang, baru-baru ini.

“Informasi ini beredar di media sosial karena itu kami sarankan agar dilaporkan dahulu ke Tim Saber Pungli setempat di Polres Flores Timur,” katanya.

Baca Juga:

Masih ada instansi rawan pungli di NTT

Ia mengatakan, ketika ada laporan yang masuk maka pihaknya akan berkoordinasi dengan Wakil Kepala Kepolisian Resor Flores Timur selaku ketua Tim Saber Pungli di daerah setempat.

“Kami sama-sama di Tim Saber Pungli jadi saya tinggal koordinasikan saja ketika ada laporan itu masuk,” katanya.

Beda Daton mengatakan, pihaknya juga belum mengetahui apakah pungutan yang dilakukan di terminal tersebut memiliki dasar aturan atau tidak.

“Untuk sementara belum diketahui secara jelas apakah pungutan di terminal itu berkarcis atau tidak karena itu saya juga akan segera koordinasi dengan pihak Dinas Perhubungan setempat,” tegasnya. (Foto : Darius Beda Daton, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi NTT / Dok. Ombudsman NTT)

Sebarkan Artikel Ini:

3
Leave a Reply

avatar
3 Discussion threads
0 Thread replies
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
B. Ignasius Lamuri Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
B. Ignasius Lamuri
Guest
B. Ignasius Lamuri

Tulisan saya dengan judul “Ini sudah biasa Pak” dengan tujuan pengunaan terminal Lamawalang harus ditinjau kembali karena dengan aturan yang ada memberi kesempatan terjadi pungutan liar untuk selanjutnya saya coba memberi solusi atas semua persoalan transportasi baik Laut maupun Darat dengan tidak bertujuan saat ini persoalan dibawah ke rana hukum “SOLUSI YANG DITAWARKAN, Kejahatan dapat terjadi bukan karena niat pelakunya tapi karena adanya kesempatan, kalau kesempatan ini tidak dapat diatur oleh PELNI dan DINAS PERHUBUNGAN maka 1000 kali penanganan pihak kepolisian akan terulang kembali. Untuk itu mari kita cari SOLUSI guna memecahkan masalah persoalan BURUH PELABUHAN DAN PARA SOPIR ANGKUTAN… Read more »

trackback

[…] Baca Juga: Netizen Keluhkan Dugaan Pungli di Terminal Lamawalang Larantuka […]

trackback

[…] Baca Juga: Netizen Keluhkan Dugaan Pungli di Terminal Lamawalang Larantuka […]