Eposdigi.com – Jika saya ditanya mengenai sektor apa yang paling banyak menyerap tenaga kerja hingga saat ini, maka jawabannya adalah sektor pertanian. Sebagai negara agraris ini bisa dipahami. Namun tidak hanya itu, jawaban atas pertanyaan tersebut ternyata bisa ditelusuri datanya.
Misalnya katadata.co.id pada 09/11/2022 lalu mengungkapkan bahwa sektor pertanian menyerap 29,96% dari jumlah total angkatan kerja. Bidang pertanian bahkan hampir dua kali lipat dari sektor perdagangan yang berada di nomor urut dua.
Jika pada tahun 2022 lalu angkatan kerja kita adalah 135,61 juta jiwa maka mereka yang bekerja di bidang pertanian sebanyak 40,6 juta jiwa. Yang paling dekat dengan sektor pertanian adalah sektor perdagangan. Mereka yang bekerja pada sektor perdagangan baik perdagangan besar maupun eceran sejumlah 25,8 juta jiwa.
Setelah itu di peringkat ketiga adalah sektor Industri pengolahan sebanyak 18,7 juta jiwa. Baru kemudian disusul di belakangnya oleh sektor akomodasi-makanan dan minuman yang menampung 9,6 juta tenaga kerja. Sementara konstruksi menampung hingga 8,2 juta tenaga kerja.
Baca Juga:
Tapi data-data yang tersaji ini adalah data tahun lalu. Pada Agustus 2023 beberapa bulan lalu, data yang dilansir oleh BPS seperti diwartakan cnnindonesia pada 6 November 2023 lalu cukup mengejutkan.
Dari data angkatan kerja tahun 2023 sejumlah 139,85 juta per Agustus 2023 bukan lagi sektor pertanian yang menyerap tenaga kerja terbanyak pada tiga kuartal pertama tahun 2023.
Apakah mereka yang meninggalkan sektor pertanian kemudian bekerja di sektor lain?
Sayangnya tidak ada data tersedia untuk menjawab pertanyaan ini. Yang disebutkan cnnindonesia.com yang kami kutip diatas hanya menyebutkan bahwa serapan tenaga kerja pada tiga kuartal pertama di tahun 2023 adalah bidang akomodasi, makanan dan minuman.
Artinya selama periode tersebut, mereka yang memasuki dunia kerja akomodasi, makan dan minuman sebanyak 1,18 juta orang. Diikuti oleh jasa konstruksi sebesar 770.000 ribu orang. Kemudian, ini yang menurut saya data yang menarik adalah bahwa sektor pertanian hanya diminati oleh 750.000 tenaga kerja.
Baca Juga:
Ini bisa dipahami. Kemarau yang panjang membuat tidak lagi banyak orang tetap bertahan pada bidang ini. Hari tanpa hujan yang sangat lama mengakibatkan banyak orang meninggalkan sektor pertanian.
Sayangnya per Agustus 2023 jumlah tingkat pengangguran terbuka mencapai 7.86 juta jiwa. Bahkan tingkat pengangguran ini masih lebih tinggi dibanding dengan periode yang sama di tahun 2022 yaitu 8,42 juta jiwa.
Dari data-data ini kita harus secara serius membenahi sektor pertanian kita. Sebagai negara agraris seharusnya kita fokus pada sector pertanian. Apalagi jika saat ini tidak lagi dapat disangkal bahwa pangan dan energy adalah dua hal yang menentukan damai dan perang di dunia hari ini.
Fokus pada sektor pertanian, siapa tahu kita dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja yang masih menganggur. Kita dapat meminta prioritas negara untuk meningkatkan produktivitas pangan dan lahan pertanian.
Baca Juga:
Sekaligus mendorong lembaga pendidikan, atau balai-balai latihan kerja untuk mendampingi secara serius para tenaga kerja dibidang pertanian, menciptakan berbagai perangkat teknologi tepat guna bidang pertanian, meningkatkan produktivitas sekaligus hingga ke teknologi pasca panen.
Pendampingan ini tentu saja agar para pencari kerja benar-benar memandang sektor pertanian sebagai masa depan bangsa dan negara.
Foto: yofamedia.com
Leave a Reply