Eposdigi.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 organisasi kemasyarakatan Masyarakat Madura Asli Nusantara (Madas Nusantara) di JIExpo PRJ, Kemayoran, Jakarta, Minggu (19/10/2026), menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus mempertemukan sejumlah tokoh politik, pejabat pemerintahan, dan perwakilan masyarakat.
Sejumlah tokoh yang hadir antara lain Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Sekretaris Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) M. Qodari, serta Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Agung Nugroho. Hadir pula sejumlah wali kota di Jakarta, tokoh masyarakat Madura, serta perwakilan TNI dan Polri.
Kehadiran para pejabat dan tokoh nasional tersebut menunjukkan terbukanya ruang komunikasi antara Madas Nusantara dengan berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat. Bagi organisasi yang baru memasuki usia dua tahun, momentum ini sekaligus menjadi kesempatan memperkenalkan agenda dan program kerja kepada publik.
Ketua Umum Madas Nusantara, KRH HM. Jusuf Rizal, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa organisasinya ingin membangun kontribusi yang lebih konkret bagi masyarakat. Menurut dia, peringatan hari jadi tidak semestinya hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga harus menghasilkan program yang memberikan manfaat.
Baca Juga:
Madas Nusantara Desak Penegakan Hukum Maksimal, Dukung Seruan Hukuman Mati bagi Terduga Koruptor
Dorong Perlindungan Pekerja dan Peningkatan SDM Madura
Salah satu agenda kegiatan adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan BPJS Ketenagakerjaan. Kesepakatan yang ditandatangani Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Agung Nugroho, tersebut berkaitan dengan upaya memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi anggota PUK Madas Nusantara-FSPTSI-KSPSI.
Kerja sama ini diarahkan untuk meningkatkan akses pekerja terhadap program perlindungan sosial ketenagakerjaan, terutama bagi anggota organisasi yang bekerja di berbagai sektor.
Selain itu, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat Madura guna menyambut peluang investasi yang direncanakan masuk ke Pulau Madura.
Ia menyoroti rencana investasi senilai Rp780 triliun melalui pengembangan Wiraraja Industrial Park di Bangkalan. Menurutnya, peluang investasi tersebut perlu diimbangi dengan kesiapan tenaga kerja lokal melalui pendidikan, pelatihan, dan peningkatan keterampilan.
Dengan demikian, masyarakat Madura diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan kawasan industri, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam kesempatan kerja dan kegiatan ekonomi yang tercipta.
Baca Juga:
Satgas Independen Dibentuk, Madas Nusantara–LSM LIRA Siap Telusuri Dugaan Pelanggaran Program MBG
Luncurkan Program Sedekah Satu Juta Al-Qur’an
Di bidang sosial dan keagamaan, Madas Nusantara meluncurkan program Sedekah Satu Juta Al-Qur’an. Peluncuran program tersebut dilakukan oleh Sekretaris Wantimpres, M. Qodari.
Program ini ditujukan untuk membantu penyediaan Al-Qur’an bagi pesantren, masjid, surau, dan lembaga pendidikan Islam. Madas Nusantara menyebut program tersebut sebagai salah satu agenda sosial utama organisasi dengan estimasi kebutuhan anggaran mencapai Rp50 miliar.
Melalui program ini, organisasi berharap dapat memperluas akses masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus mendorong partisipasi publik dalam kegiatan sosial dan keagamaan.
Baca Juga:
Pramono Anung Terima Jakarta Award
Agenda lainnya adalah pemberian Jakarta Award kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi Madas Nusantara atas kepemimpinannya dalam mendorong penataan dan pembangunan Kota Jakarta.
Dalam sambutannya, Pramono menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai elemen masyarakat, termasuk Madas Nusantara, dalam membantu pemerintah daerah menyelesaikan persoalan perkotaan.
Ia secara khusus menyinggung penataan pedagang kaki lima di kawasan Kramat Jati yang dinilai membantu mengurangi persoalan kemacetan.
“Saya merasa bersyukur dapat menata pedagang kaki lima Kramat Jati sehingga tidak lagi menimbulkan kemacetan. Dan itu salah satunya berkat didukung Ketum Ormas Madas Nusantara, Pak Jusuf Rizal. Kami juga berharap Madas Nusantara ikut menata Taman Puring,” ujar Pramono.
Selain Pramono Anung, penghargaan Jakarta Award juga diberikan kepada Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR), KH Lutfi Hakim, atas kontribusinya dalam kehidupan sosial kemasyarakatan dan pembangunan Jakarta.
Penghargaan serupa diberikan kepada Koperasi Wahana Kalpika (KWK), organisasi yang menaungi sekitar 4.000 pramudi angkutan Transjakarta. Piagam penghargaan diterima oleh Ketua KWK, H. Taufik Azhar.
Baca Juga:
Ormas Madas Nusantara Usulkan Prabowo Sita Triliunan Rupiah Uang Judol Di Bank-Bank Pemerintah
Luncurkan Rumah Aspirasi Masyarakat Jakarta
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Madas Nusantara juga memperkenalkan Rumah Aspirasi Masyarakat Jakarta (RASMAJA) untuk Jakarta Bersinar. Program ini diluncurkan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Menurut Jusuf Rizal, RASMAJA dirancang sebagai ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, kritik, keluhan, maupun saran terkait pelayanan dan pembangunan di Jakarta.
Ia mengatakan, keberadaan rumah aspirasi tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah daerah memperoleh masukan langsung dari masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Kami ingin membantu Gubernur DKI Jakarta membenahi kota melalui penyerapan aspirasi masyarakat. Kritik, keluhan, dan saran harus mendapatkan ruang agar pelayanan pemerintah semakin baik,” kata Jusuf Rizal.
Baca Juga:
Kehadiran Dasco dan Dinamika Politik Nasional
Di luar agenda organisasi dan program sosial, kehadiran Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menjadi salah satu perhatian dalam peringatan HUT ke-2 Madas Nusantara.
Dasco dikenal sebagai salah satu tokoh penting Partai Gerindra dan memiliki kedekatan politik dengan Presiden Prabowo Subianto. Sementara itu, kehadiran Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang berasal dari PDI Perjuangan menghadirkan pertemuan tokoh dari latar belakang politik berbeda dalam satu forum.
Pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan organisasi kemasyarakatan dapat menjadi ruang komunikasi lintas kekuatan politik. Namun, kehadiran para tokoh dalam sebuah acara organisasi tidak dengan sendirinya menunjukkan adanya kesepakatan atau agenda politik tertentu.
Bagi Madas Nusantara, momentum ini dapat menjadi modal untuk memperluas komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun elemen masyarakat sipil.
Baca Juga:
UMKM Bali Didorong Lebih Tertib Hukum, LBH Siapkan Penyuluhan pada November 2026
Jusuf Rizal sendiri dikenal sebagai aktivis yang memiliki pengalaman di sejumlah bidang, antara lain organisasi kemasyarakatan, ketenagakerjaan, lembaga swadaya masyarakat, jurnalistik, advokasi, dan komunikasi politik.
Dengan memasuki usia dua tahun, tantangan Madas Nusantara berikutnya adalah membuktikan keberlanjutan program-program yang telah diluncurkan.
Perlindungan pekerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia Madura, kegiatan sosial keagamaan, serta penyaluran aspirasi masyarakat menjadi sejumlah agenda yang akan menentukan kontribusi nyata organisasi tersebut di tengah masyarakat.
Leave a Reply