Eposdigi.com – Kita baru saja memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Momentum Tanggal 5 Juni setiap tahun ini, jangan sampai hanya berhenti pada seremonial peringatannya saja, atau program program dengan sebutan fantastis namun tidak memiliki dampak berkelanjutan.
Tahun ini misalnya, Kementerian Lingkungan Hidup, menargetkan penanaman hingga 2 milyar pohon. Sebuah angka yang luar biasa besarnya. Selain menargetkan lebih banyak tempat pembuangan sampah terbuka.
Kementerian Lingkungan Hidup / Badan Pengendali Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini dengan kegiatan yang cukup besar. Tak tanggung-tanggung, 10.000 orang menghadiri puncak peringatan HLH Sedunia ini.
Baca Juga:
Pemerintah Godok Regulasi Untuk Mewujudkan Sampah Jadi Listrik
Bertempat di Bumi Perkemahan Graha Wisata Cibubur, kegiatan lintas kementrian ini, dijadikan momen untuk menggugah kepedulian lebih banyak orang agar lebih peka terhadap lingkungan hidup sekitar.
“Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi momentum bagi kita semua untuk merenung, menyadari kesalahan, dan bergerak memperbaiki hubungan kita dengan alam,” kata Menteri Moh Jumhur Hidayat di hadapan para peserta (kemenlh.go.id, 06/06/26).
Apa yang disampaikan Menteri Jumhur juga di amini oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas Rachmat Pambudi. Menteri Pambudi di hadapan peserta mengingatkan bahwa “menyelesaikan persoalan lingkungan hidup harus dengan gerakan bersama seluruh elemen masyarakat”.
Baca Juga:
Bagaimana dengan kita? Data dari KLH pada saat peringatan HLH Sedunia bahwa setiap orang di Indonesia menghasilkan 0,85 kg sampah setiap hari. Jika hari ini jumlah penduduk di Indonesia mencapai 288,300.000 jiwa maka, ada 245.000 ton sampah yang terkumpul di Indonesia (akun Ig BKD Kupang).
Sampah sebanyak ini tentu bukan persoalan mudah untuk diuraikan. Namun juga bukan sesuatu yang mustahil untuk dicarikan jalan keluar.
Seperti yang disampaikan oleh Menteri Pambudi, bahwa menyelesaikan masalah sampah harus menjadi tanggung jawab setiap orang. Artinya bahwa setiap kita, Anda dan saya, harus terlibat dan memastikan bahwa 0,85 kg sampah yang ada ditangan kita tidak terbuang dan menjadi pencemar atau sumber polutan bagi lingkungan hidup disekitar kita.
Pilihan untuk mengembalikan sampah ke dalam tanggung jawab pribadi adalah pilihan sederhana namun memiliki dampak yang sangat besar, sekaligus paling murah.
Baca Juga:
Pertama: Membatasi Timbunan Sampah (Reduce).
Pastikan bahwa setiap kita, tidak lagi menjadi orang yang menghasilkan sampah, apalagi membuangnya sembarangan. Ini bisa dimulai dengan meniadakan aktifitas apapun yang berpotensi menghasilkan sampah.
Menggunakan tas belanja ramah lingkungan, menggunakan wadan makan atau botol minuman sendiri, menghindari pemakaian kemasan produk sekali pakai, menghabiskan makanan dan minuman, adalah cara-cara sederhana yang bisa jadi pilihan setiap orang.
Kedua: Jika pilihan pertama tidak terhindarkan maka, mulailah untuk memilah sampah dan memastikan kategori sampah apapun bisa tertangani sesuai peruntukannya (recycle).
Ketiga: Sampah-sampah yang sudah dipilah, sedapat mungkin diolah untuk digunakan kembali. Sampah organik diolah menjadi kompos, eko-enzim juga media biopori. Sampah anorganik bisa diolah menjadi berbagai barang yang bisa dipakai kembali.
Baca Juga:
Mendorong Bank Sampah Sebagai Entitas Bisnis Skala BUMDes di Flores Timur
Sampah-sampah anorganik yang masih bernilai ekonomis, bisa ditabung ke bank sampah terdekat agar bisa ditangani dengan lebih baik.
Kesadaran untuk menangani sampah secara mandiri oleh masing-masing pribadi harus menjadi jalan hidup yang lahir dari kesadaran diri setiap pribadi. Cara hidup ini bisa jadi adalah jalan keluar paling mungkin atas permasalahan sampah kita.
Foto ilustrasi dibuat dengan bantuan AI
Leave a Reply