Sumur Bor dan Intrusi Air Laut

Lingkungan Hidup
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Air minum masih menjadi persoalan serius yang dialami oleh sebagian besar masyarakat Flores Timur. Curah hujan yang minim, musim hujan yang singkat, debit air di mata air, jarak mata air yang jauh dengan pemukiman menjadi sederet faktor yang menyebabkan masih banyaknya yang belum terjangkau air baku yang cukup.

Ditengah berbagai keterbatasan itu, salah satu alternatif bagi warga untuk mencukupi kebutuhan akan baku air bersih adalah dengan mengambil air tanah melalui sumur-sumur bor.

Sumur bor merupakan pilihan yang paling mungkin, bagi sebagian masyarakat di Flores  Timur khususnya di Adonara. Titik-titik sumur bor mulai bermunculan di banyak tempat di Adonara, sebagai alternatif solusi bagi permasalahan air di Adonara.

Baca Juga:

Bahaya Besar Menanti di balik Sumur Bor

Namun pilihan untuk mengambil air tanah melalui sumur-sumur bor juga memiliki resiko yang tidak sederhana. Pengambilan air dalam jumlah besar yang tidak sebanding dengan kemampuan mengisi kembali air tanah secara alamiah bisa menjadi pemicu bahaya ekologis yang serius.

Air tanah yang tidak dapat diisi lagi dengan cepat, menciptakan rongga di dalam tanah. Semakin banyak titik sumur bor, semakin banyak air tanah yang diambil, semakin banyak pula rongga kosong di dalam tanah tercipta.

Pada saat yang sama, NTT merupakan provinsi yang sangat rawan gempa. Rongga di dalam tanah yang tercipta karena faktor eksploitasi air tanah, dipadu seringnya gempa yang terjadi menghasilkan potensi tanah amblas menjadi semakin tinggi.

Baca Juga:

Pendidikan Kontekstual dan Gerakan Konservasi Lingkungan: Mencari Penggerak Perubahan Kolektif untuk Konservasi Lingkungan

Tidak hanya potensi tanah amblas, akibat buruk lain dari eksploitasi air tanah adalah Intrusi Air Laut. Istilah ini merujuk pada peristiwa perembesan air laut ke daratan sehingga tercampur dengan air daratan.

Akibat percampuran ini air tanah dengan air laut ini, mengakibatkan kandungan air tanah menjadi air payau bahkan bisa menjadi air asin. Ketika perubahan ini terjadi maka air tanah tidak bisa lagi digunakan sebagai air baku untuk berbagai kebutuhan manusia.

Ini berarti pilihan mencukupi kebutuhan air minum dengan mengandalkan sumur-sumur bor tidak lagi menjadi pilihan yang ideal. Ada bahaya ekologis yang menunggu di depan.

Baca Juga:

Menanam Hujan, Menuai Air

Karena itu harus ada pilihan –pilihan lain yang diambil secara sadar agar persoalan kelangkaan air minum bagi sebagian besar warga masyarakat di Adonara dan Flores Timur.  

Persoalan air minum bukan hanya persoalan pemerintah semata. Ini merupakan persoalan kita bersama. Karena itu, menciptakan solusi-solusi untuk mengatasi persoalan tersebut pun harus dilakukan bersama-sama.

Jadi bagaimana menurut Anda, Digiers, semuanya. Upaya apa yang harus kita lakukan bersama untuk mengatasi persoalan persoalan kelangkaan air bersih di Flores Timur dengan resiko yang minim?

Foto ilustrasi dari http:geoinside.web.id

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of