Eposdigi.com – Survei Global Risks Perception Survey (GRPS) pada World Economic Forum (WEF) September 2023 lalu, seperti dalam tulisan di media ini beberapa hari lalu, memberi kita gambaran bahwa 1.500 tokoh dunia yang menjadi responden survei tersebut benar-benar menyadari secara persis bahwa potensi dari ancaman-ancaman tersebut tidak boleh dipandang sebelah mata.
Para pelaku ekonomi dengan berbagai macam latar belakang yang berpartisipasi dalam World Economic Forum (WEF) meyakini bahwa Cuaca Ekstrim, Perubahan Kritis Pada Sistem Bumi, Dampak Buruk Teknologi AI, Polarisasi Dalam Masyarakat, Hilangnya Keanekaragaman Hayati
Ancaman global lainnya adalah Migrasi Secara Paksa, Polusi, Kelangkaan Sumber Daya Alam, Kerawanan Cyber Serta Misinformasi dan Disinformasi adalah persoalan serius yang mempengaruhi ekonomi global.
Untuk untuk tulisan ini, saya ingin membaginya dalam tiga kategori : Pertama Potensi yang Berkaitan dengan Faktor Alam, Kedua; Potensi yang berkaitan dengan Faktor Hubungan antar Manusia, serta Yang ketiga : Potensi yang berkaitan dengan Teknologi.
Baca Juga:
Ancaman Global Ke-5 Sampai Dengan 10, Nomor 10 Paling Mengerikan
Cuaca Ekstrim, Perubahan Kritis Pada Sistem Bumi, Hilangnya Keanekaragaman Hayati, Polusi, Kelangkaan Sumber Daya Alam, masuk dalam kategori pertama yaitu potensi yang berkaitan dengan faktor alamiah.
Faktor hubungan antar manusia antara lain, Polarisasi dalam Masyarakat dan Migrasi secara Paksa. Sedangkan Dampak Buruk Teknologi AI, Kerawanan Cyber, serta Misinformasi dan Disinformasi kita kategorikan dalam potensi ancaman dari sisi teknologi.
Membagi 10 potensi ancaman ini memudahkan kita untuk mencari jalan keluar untuk meredam potensi ancaman ini. Jika pada akhirnya tidak menghilangkan dampak-dampak secara keseluruhan , minimal kita telah berupaya serius untuk menguranginya.
Potensi ancaman dari faktor alam sepenuhnya adalah tanggung jawab manusia. Baik secara akumulasi semua kelakuan manusia di masa yang lalu, maupun apa yang telah kita lakukan dimasa sekarang ini.
Anomali cuaca, perubahan iklim yang ekstrim, hilangnya keanekaragaman hayati, polusi, dan kelangkaan sumber daya alam adalah sepenuhnya disebabkan oleh campur tangan manusia.
Tidak usah kita uraikan dengan panjang lebar, bagaimana campur tangan manusia yang mengakibatkan potensi-potensi tersebut mengancam ekonomi global secara serius, yang kita lakukan adalah mencari berbagai solusi saat ini hingga masa yang akan datang untuk meredam potensi ancaman tersebut.
Baca Juga:
10 Ancaman Global Dalam 10 Tahun Kedepan, Nomor 3 Sudah Terjadi
Menanam lebih banyak pohon, berupaya untuk mengurangi gas rumah kaca, mencegah polusi, menghentikan eksploitasi air bawah tanah dengan mengoptimalkan pemanfaatan air permukaan, memperlakukan sampah dengan baik, mencari, menemukan dan mengembangkan sumber-sumber energy baru yang berkelanjutan, mengoptimalkan hutan dan tanaman pangan produksi yang monokultur untuk mencegah sekaligus mengurangi potensi hilangnya keanekaragaman hayati.
Semua hal baik untuk menjaga lingkungan sekitar kita harus menjadi keputusan pribadi. Hemat listrik dan air, mengelolah sampah, menanam lebih banyak pohon, menggunakan sumber energy baru terbarukan, tidak membuang makanan, tidak menjadi bagian dari mereka yang mengeksploitasi sumber daya alam, adalah keputusan-keputusan pribadi yang sederhana namun memiliki dampak luar biasa jika menjadi gerakan bersama.
Mulai dari keputusan pribadi, kemudian menjadi kebiasaan keluarga, lalu meluas menjadi kebiasaan baik lingkungan hingga akhirnya menjadi pilihan hidup baru bagi komunitas-komunitas masyarakat lokal, sehingga kemudian bisa menjadi cara hidup masyarakat global.
Matikan lampu kamar mandi saat tidak digunakan, cabut charger dari stop kontak ketika selesai mengisi kembali daya telepon genggam, menghabiskan makanan sehingga tidak menjadi sampah adalah kebiasaan baik yang bisa dilakukan secara individu.
Dan semua upaya baik ini tidak bisa ditunda hingga besok. Lakukan sekarang. Saat ini juga.
Sekali lagi menjadi keputusan pribadi, ketika sebagai individu benar-benar menyadari bahwa setiap tindakan yang kita ambil adalah tindakan sosial. Karena itu setiap keputusan apapun itu adalah keputusan yang mempengaruhi orang lain.
Baca Juga:
Berangkat dari kesadaran bahwa saya adalah bagian dari orang lain, bisa membuat kita benar-benar bertanggung jawab untuk menjaga perdamaian global mulai dari diri sendiri. Kedamaian dari dalam diri melahirkan kepedulian dan kasih dalam keluarga.
Perdamaian dunia hanya bisa hadir ketika ada kedamaian dalam keluarga-keluarga. Benar seperti yang dikatakan oleh Ibu Teresa dari Kalkuta bahwa “ Jika kita menginginkan Kedamaian di Dunia, ulangkah dan Cintai keluarga kita masing-masing.”
Ini adalah keputusan yang sangat pribadi dari masing-masing orang. Namun keputusan yang sangat pribadi inipasti akan mempengaruhi orang lain, keluarga lain, komunitas lokal lain, hingga mempengaruhi masyarakat bangsa dan pada akhirnya tatanan global pun terpengaruh oleh keputusan pribadi tersebut.
Eksklusivitas kelompok yang melahirkan polarisasi global hanya lahir dari pribadi yang tidak puas terhadap dirinya. Konflik bersenjata adalah pilihan dari orang-orang yang tidak puas terhadap dirinya.
Orang-orang ini berpikir bahwa satu-satunya cara untuk mendapatkan pengakuan ego adalah dengan berperang. Diluar sana tidak ada musuh yang benar-benar harus diperangi. Musuh terbesar kita adalah ego sempit kita sendiri.
Baca Juga:
Melihat orang lain sebagai diri sendiri yang setara melahirkan keputusan untuk menerima siapa saja diluar sana sebagai bagian dari diri sendiri. Dengan demikian polarisasi dan konflik apapun yang mengharuskan migrasi secara besar-besaran dapat dihilangkan.
Sedangkan dari sisi teknologi sarat sederhananya adalah menjadikan teknologi sebagai alat untuk semakin memanusiakan diri sendiri. Teknologi adalah alat bantu untuk mengangkat harkat dan martabat manusia. Dan ini juga adalah keputusan pribadi.
Berangkat dari pemahaman bahwa teknologi apapun bentuknya, seberapapun hebatnya ia berkembang hanya semata-mata adalah alat untuk menjadikan setiap kita menjadi semakin manusiawi. Karena itu tidak ada jalan bagi kita untuk menghancurkan kemanusiaan kita sendiri melalui teknologi
Pandangan ini melahirkan pilihan sikap dan tindakan, untuk menggunakan teknologi untuk kebaikan dirinya dan orang lain, keduanya sekaligus, keduanya bersamaan. Teknologi tidak boleh hanya digunakan untuk kebaikan diri sendiri atau kebaikan orang lain semata.
Teknologi harus dimanfaatkan melalui cara dan untuk tujuan yang baik. Caranya harus baik dan juga untuk tujuan yang baik pula. Tidak bisa hanya salah satu. Harus keduanya bersamaan.
Baca Juga:
Di Mana Posisi Warganet Indonesia Tahun 2023, Soal Kecanduan Main HP?
Caranya harus baik, untuk tujuan baik bagi diri sendiri dan orang lain sebagai satu paket yang terintegrasi. Tidak boleh satu tertinggal.
Dengan demikian 10 potensi ancaman ini tidak akan mengganggu tatanan global di masa depan, jika saat ini, sekarang ini juga, berangkat dari pilihan pribadi, kita memutuskan untuk menjadi bagian dari upaya global untuk meredam potensi tersebut. Jika mau, pasti bisa!
Leave a Reply