Jalinan Kasih dari Tepian Cisadane: Ketika PT Kati Kartika Murni dan Tzu Chi Mengetuk Pintu Rumah Anak Yatim dan Dhuafa

Bisnis
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Suasana di tepian Sungai Cisadane, tepatnya di Saung Paniisan, RW 01 Kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, tampak berbeda pada Jumat, 10 Juli 2026. 

Sejak pagi, warga dari RT 001, RT 002, RT 003, dan RT 004 mulai berdatangan. Di antara mereka ada para janda, anak-anak yatim, serta keluarga dhuafa yang menanti dengan wajah penuh harap.

Bagi sebagian orang, hari itu mungkin hanyalah agenda penyaluran bantuan sosial. Namun bagi mereka yang hadir, hari itu menjadi perjumpaan yang menghadirkan kehangatan, kepedulian, dan rasa bahwa mereka disapa. 

Manajemen PT Kati Kartika Murni (KKM) Karawaci menggandeng Tzu Chi Xie Li Karawaci menyelenggarakan kegiatan santunan sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). 

Bersama relawan Tzu Chi dan FK3 – Serikat Pekerja Mandiri KKM Karawaci, mereka membawa bingkisan kasih yang kemudian diantarkan kepada para penerima, langsung ke rumah-rumah warga.

Baca Juga:

Komitmen Pada Pendidikan, PT Kati Kartika Murni Dampingi PAUD Banksasuci Lewat Dana CSR

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai unsur masyarakat. Hadir Ketua RW dan para Ketua RT, Bhabinkamtibmas Polsek Jatiuwung, Pak Yayad, serta perwakilan Koramil Kecamatan Cibodas, Pak Lorensius. 

Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa kepedulian sosial akan semakin kuat ketika dibangun melalui kolaborasi.

Bagi Ibu Susi Yohana Sinaga, yang mewakili Manajemen PT Kati Kartika Murni, kegiatan itu bukan sekadar agenda tahunan atau pemenuhan kewajiban perusahaan. 

Ibu Susi Yohana Sinaga  – menyalurkan tanda kasih kepada warga yang berhak

Lebih dari itu, ia melihatnya sebagai bentuk rasa memiliki terhadap lingkungan tempat perusahaan bertumbuh.

“Kerja sama ini merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat di sekitar perusahaan. Bagaimanapun juga kami adalah bagian dari masyarakat Panunggangan Barat, tempat perusahaan berada,” ujar Susi Yohana Sinaga.

Baca Juga:

Di Banksasuci: Pohon Sukun Itu Rukun

Apa yang disampaikan Ibu Susi Yohana Sinaga seolah menjadi pengingat bahwa hubungan antara perusahaan dan masyarakat tidak semestinya dibatasi oleh pagar-pagar industri. Di balik aktivitas bisnis, selalu ada ruang untuk membangun kepedulian dan tumbuh bersama lingkungan sekitar.

Pandangan yang sama disampaikan Ketua Pelaksana Kegiatan, Pak Afrizal. Menurutnya, santunan hanyalah media. Nilai yang jauh lebih penting adalah terbangunnya silaturahmi antara perusahaan dan masyarakat yang selama ini hidup berdampingan.

“Kami adalah bagian dari warga masyarakat Panunggangan Barat, tempat perusahaan berada,” tegas Afrizal.

Bingkisan yang dibagikan memang sederhana. Sebungkus beras lima kilogram, minyak goreng satu liter, buku tulis, dan perlengkapan sekolah, 128 paket kepada dhuafa, 16 paket untuk anak yatim. Nilainya mungkin tidak besar jika diukur dengan angka. 

Baca Juga:

Bulan K3 Nasional PT Kati Kartika Murni: Kesehatan dan Keselamatan Kerja Adalah Tanggung Jawab Bersama Sepanjang Pengabdian

Namun ketika diberikan dengan ketulusan, benda-benda sederhana itu berubah menjadi simbol perhatian yang begitu berarti bagi mereka yang menerimanya.

Tidak ada sekat antara yang memberi dan yang menerima. Yang hadir adalah perjumpaan antarmanusia.Sebab dalam setiap uluran tangan, selalu ada pelajaran tentang empati, kepedulian, dan kemanusiaan.

Usai acara di Saung Paniisan, para relawan tidak langsung pulang. Mereka menyusuri lorong-lorong sempit di tengah permukiman padat. Gang demi gang dilalui, pintu demi pintu diketuk, hingga akhirnya bingkisan kasih itu tiba di tangan mereka yang berhak menerima.

Setiap langkah relawan membawa lebih dari sekadar paket sembako. Mereka membawa sapaan, senyum, doa, dan keyakinan bahwa kepedulian masih hidup di tengah masyarakat.

Baca Juga:

Jing Si : Sebuah Ziarah Batin

Di balik setiap pintu yang terbuka, terjalin percakapan sederhana. Ada ucapan syukur, senyum haru, bahkan doa-doa yang dipanjatkan agar mereka yang berbagi senantiasa diberi kesehatan, keselamatan, dan rezeki yang melimpah.

Dalam momen-momen seperti itulah makna sebuah santunan terasa begitu berbeda. Ia bukan hanya tentang memberi, melainkan tentang mempertemukan hati, pertemuan atar manusia yang saling menguatkan.

Jalinan kasih kepada anak yatim di RT 01 RW 01 Panunggangan Barat

Bhabinkamtibmas Polsek Jatiuwung, Yayad, berharap kepedulian yang ditunjukkan PT Kati Kartika Murni dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan-perusahaan lain di wilayah Kecamatan Cibodas.

Ia menilai, kehadiran perusahaan di tengah masyarakat akan semakin bermakna ketika diwujudkan melalui kegiatan sosial yang melibatkan warga secara langsung, bukan hanya dalam bentuk bantuan, tetapi juga melalui silaturahmi dan kebersamaan.

Baca Juga:

Jing Si : Mudik Ke “Kampung Halaman Batin”

Harapan serupa disampaikan Lorensius dari Koramil Kecamatan Cibodas. Menurutnya, sinergi yang selama ini telah terbangun antara perusahaan, aparat keamanan, pemerintah wilayah, dan masyarakat perlu terus dipelihara.

“Semangat kolaborasi seperti ini semoga terus terjaga dengan baik,” ujarnya.

Bagi warga Panunggangan Barat, kegiatan tersebut meninggalkan kesan yang mendalam.

Ketua RW 01, Aidilah, menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan kepada warganya, khususnya para janda dan anak-anak yatim.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat sekali. Atas nama para Ketua RT dan seluruh warga, khususnya para janda dan anak-anak yatim, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ungkap Aidilah.

Baca Juga:

Kolaborasi Multi Pihak Dorong Program Agroforestry dan Silvopastura di Desa Pembedilan

Namun, di balik rasa syukur itu, tersimpan pula sebuah harapan. Menurutnya, masih banyak warga di wilayah lain yang juga membutuhkan sentuhan kepedulian yang sama.

“Semoga ke depan tidak hanya RW 1 saja yang disapa oleh KKM. Di RW lain pun masih banyak janda dan anak-anak yatim yang menunggu,” harapnya.

Harapan itu menjadi penutup yang penuh makna. Sebab sebuah kegiatan sosial sejatinya tidak berakhir ketika seluruh bingkisan telah dibagikan. 

Ia justru menjadi awal dari lahirnya hubungan yang lebih erat antara perusahaan, masyarakat, relawan, pemerintah wilayah, TNI, dan Polri.

Baca Juga:

Dapatkah Kita Mencontoh Banyumas Soal Mengelola Sampah?

Ketika kepedulian terus dipelihara dan kolaborasi semakin diperluas, maka semakin banyak pintu rumah untuk dapat diketuk, semakin banyak tangan yang dapat digenggam, dan semakin banyak hati yang dapat disentuh.

Di tepian Sungai Cisadane, jalinan kasih itu telah dimulai. Kini, semua berharap, langkah kecil tersebut akan terus berlanjut, menjangkau lebih banyak keluarga, menyalakan lebih banyak harapan, dan menghadirkan lebih banyak senyum di masa-masa yang akan datang.

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of